Admin Ducotile No Comments

Faktor-faktor Penyebab Beton Retak

A. Faktor Penyebab Retak Saat Pembuatan Beton

1. Sifat Beton Itu Sendiri

Saat proses pengerasan beton, mulai dari plastis sampai dengan keras, maka beton akan mengalami penyusutan akibat penguapan saat proses hidrasi. Pada saat kondisi penyusutan berlangsung ada suatu tahanan dari balok atau kolom lainnya, maka retak tidak dapat terhindarkan.⁣ ⁣

2. Suhu

Suhu yang ditimbulkan dari reaksi air dan semen akan terus meningkat saat adukan beton mengalami pengerasan. Ketika suhu tinggi, maka seringkali timbul retak-retak pada permukaan beton.⁣ ⁣

3. Korosi Pada Tulangan

Apabila tulangan besi baja sudah mengalami korosi atau karat, maka akan mengakibatkan retakan pada beton saat pengerasan.⁣ ⁣

4. Proses Pembuatan Beton Yang Kurang Baik.

Kurangnya penggosokan beton saat proses finishing dan tidak dilakukannya perawatan / curing saat beton masih berumur awal atau muda untuk mencegah keluarnya air dari adukan beton agar tidak terlalu cepat akan mengakibatkan keretakan beton.⁣ ⁣

 

B. Faktor Penyebab Beton Retak Setelah Selesai Dibuat :

1. Faktor Lingkungan

Karena beton pada konstruksi bangunan umumnya mengalami kontak langsung dengan cuaca luar, maka beton yang berumur lama akan mengalami retak yang disebabkan oleh air hujan, ataupun terkena paparan panas terik matahari yang terus menerus. ⁣

2. Pembebanan

Setelah adukan beton sudah menjadi keras dan siap dipakai, maka beton akan menerima beban. Jika mengalami kelebihan kapasitas dalam kemampuannya untuk menahan beban, maka bisa saja mengalami keretakan beton.⁣ ⁣

3. Daya dukung tanah

Kurangnya daya dukung tanah, dimana struktur tanah labil akan menyebabkan pergerakan tanah, dan tanah ekspansif mengakibatkan kembang susut tanah yang berpotensi pada struktur beton diatasnya menjadi retak bahkan rusak

Untuk kebutuhan genteng bangunan Anda, jangan ragu untuk memilih genteng beton DUCO yang kuat dan presisi, dengan desain flat yang minimalis,kami siap memenuhi kebutuhan Anda

 

HUBUNGI KAMI UNTUK INFO & PERTANYAAN SEPUTAR GENTENG DUCO

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: betonindograha.sales@gmail.com

contact person :
0852-3292-0120 (call & wa)

Admin Ducotile No Comments

Tetap dalam Budget, Ketahui 6 Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah Sederhana

Anda punya rencana untuk merenovasi rumah? Pastikan, Anda membuat rencana keuangan yang matang karena biaya renovasi rumah memerlukan budget yang cukup besar mengingat biaya tukang dan harga material terus mengalami kenaikan.

Supaya sesuai dengan budget, Kania akan membagikan enam cara menghitung biaya renovasi rumah sederhana. Diharapkan, perencanaan ini membuatmu dapat meminimalisir pembengkakan biaya dan memaksimalkan budget yang dimiliki. Yuk, ketahui panduan menghitung biaya renovasi rumah di bawah ini!

1. Buat Skala Prioritas Renovasi Rumah

Mengikuti keinginan pribadi atau saran orang lain memang tak akan ada habisnya, malah dapat menambah biaya renovasi rumah yang Anda keluarkan. Oleh sebab itu, buatlah skala prioritas saat renovasi rumah, misalnya penambahan kamar tidur, reparasi atap rusak ataupun penggantian keramik. Dengan membuat skala prioritas dan menghindari godaan di tengah proses renovasi, biaya renovasi rumah yang Anda keluarkan akan lebih efisien.

2. Penghitungan Biaya Jasa Tukang

Terdapat dua metode pembayaran jasa tukang yang berlaku dan perlu diperhatikan saat menghitung biaya renovasi rumah, yakni pembayaran harian atau borongan. Terkait pembayaran ini, Anda bisa menyesuaikannya dengan skala proyek renovasi. Pembayaran harian lebih efisien jika renovasi hunian tergolong minor.

Namun jika renovasi hunian tergolong besar, sebaiknya Anda memilih sistem borongan karena biaya renovasi rumah yang dikeluarkan sudah pasti dan Anda tak akan ditagih lagi meskipun proses pengerjaan molor diakibatkan oleh cuaca atau faktor lainnya. Namun perlu Anda ketahui, biaya renovasi rumah untuk jasa tukang ini belum termasuk biaya material.

3. Lebih Praktis dengan Sistem Borongan Penuh

Jika biaya renovasi rumah di atas hanya berlaku untuk pembayaran jasa tukang, Anda pun mendapatkan opsi lain melalui sistem borongan penuh yang mencakup jasa tukang dan material. Untuk Anda yang ingin praktis dan memiliki budget tinggi, Anda bisa memilih opsi ini karena tak perlu repot memilih material bangunan yang bagus. Jika tertarik, pastikan Anda memilih penyedia sistem borongan penuh yang terpercaya, kredibel, bergaransi dan menawarkan aneka material berkualitas baik.

4. Utamakan Rencana Jangka Panjang

Penggunaan material berkualitas lebih disarankan karena bersifat jangka panjang. Untuk itu, saat membuat anggaran biaya renovasi rumah, pastikan Anda menentukan penggunaan material bangunan berkualitas baik karena meskipun harganya sedikit mahal, ketahanan rumah lebih terjamin.

5. Manfaatkan Material Bekas yang Layak Pakai

Untuk meminimalisir pengeluaran biaya renovasi rumah, Anda pun bisa memanfaatkan material bekas di rumah seperti kayu bekas yang layak pakai. Jika daun pintu, genteng ataupun kaca di hunianmu masih dalam kondisi bagus, tak ada salahnya untuk memanfaatkannya kembali untuk menghemat biaya renovasi rumah.

Anda bisa memoles ulang material tersebut sehingga tampak baru dan sesuai dengan konsep hunian yang akan Anda usung. Sementara untuk dekorasi, Anda pun bisa menghemat biaya renovasi rumah lebih jauh dengan melakukan proyek DIY menggunakan barang bekas.

6. Cermat Menghitung Biaya Renovasi Rumah

Saat menghitung biaya renovasi rumah, Anda diharuskan teliti menyusun semua komponen pekerjaan, mulai dari tahapan awal, penentuan material, hingga tahapan finishing dengan berdiskusi bersama tukang, kontraktor ataupun toko material terpercaya yang Anda pilih.

Dalam menyusun biaya renovasi rumah, Anda bisa memprioritaskan material utama yang akan dibeli, mengingat keperluan sekunder seperti dekorasi bisa menyusul. Setelah Anda menentukan biaya renovasi rumah, pastikan Anda selalu fokus mengikuti rencana renovasi prioritas dan tidak tergiur dengan keinginan baru yang muncul sewaktu pengerjaan renovasi.

Cara menyusun biaya renovasi rumah di atas bisa Anda lakukan agar tetap mengikuti budget dan terhindar dari pemborosan. Nah, sudah siapkah Anda melakukan renovasi rumah?

 

Jika budget untuk renovasi sudah beres, jangan lupa untuk salah satu bagian terpenting dari sebuah hunian adalah atapnya. Jangan ragu untuk pilih genteng DUCO ! Genteng beton kuat, estetis dengan desain minimalis modern cocok untuk segala hunian

*****
HUBUNGI KAMI UNTUK INFO & PERTANYAAN SEPUTAR GENTENG DUCO

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: betonindograha.sales@gmail.com

contact person :
0852-3292-0120 (call & wa)

article source: wvw.dekoruma.com

 

Admin Ducotile No Comments

Untuk Dak Beton, Pilih Cat Pelapis Anti Bocor yang Tepat dengan 5 Tips Ini

 

Dak merupakan bagian konstruksi yang berada di bagian paling atas bangunan dan kerap difungsikan sebagai area tambahan, seperti ruangan cuci. Walaupun dak beton menjadi favorit karena durabilitas yang unggul dan kemampuan untuk meredam panas sinar matahari, menggunakan cat pelapis anti bocor wajib hukumnya.

Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan curah hujan yang kian tak menentu, tak ada salahnya memastikan hunian dengan dak beton lebih tahan cuaca dengan cat pelapis anti bocor. Berbekal tips-tips berikut, pilihlah cat pelapis anti bocor yang tepat bagi dak beton.

1. Pilih Pelapis Anti Bocor yang Tahan Terhadap Sinar Matahari

Jika dak beton di hunian hanya terbuat dari satu lapisan saja, pastikan Anda memilih cat pelapis anti bocor yang tahan terhadap paparan sinar matahari. Hal ini disebabkan karena tidak adanya ruang penghambat panas di antara atap dan plafon sehingga penggunaan pelapis berkualitas buruk dapat mempercepat risiko kebocoran.

2. Pilih Pelapis Anti Bocor dengan Formula Antijamur

Selain kekuatan, faktor kebersihan juga menjadi pertimbangan utama saat memilih pelapis anti bocor. Untuk itu, pastikan Anda memilih cat pelapis dengan formulasi antijamur, debu dan bakteri supaya lebih mudah dibersihkan dan tidak menyebabkan atap terjadi pelapukan.

3. Perhatikan Cara Pakai Cat Pelapis Anti Bocor

Saat melakukan penambalan bagian yang bocor, Anda wajib memperhatikan cara pakai cat pelapis anti bocor karena setiap produk memerlukan langkah penggunaan yang berbeda. Namun, apapun jenis cat pelapis yang kamu gunakan, pastikan kamu telah membersihkan atap terlebih dulu dengan menghilangkan jamur dan debu sehingga kekuatan rekat pelapis semakin prima.

4. Perhatikan Besar Keretakan Dak Beton

Dalam memilih cat pelapis anti bocor yang tepat, Anda bisa menyesuaikannya dengan besaran keretakan dak beton di hunianmu. Jika kerusakan tergolong besar, idealnya kamu turut menambahkan elemen lain seperti semen berdaya rekat tinggi serta menggunakan lapisan zat additive bonding agent. Jangan lupa, lakukan pembobokan bagian bocor pada dak beton terlebih dulu agar hasil penambalan tampak lebih rapi.

5. Pilih Pelapis Anti Bocor Sesuai Jenisnya

Saat ini, terdapat berbagai jenis pelapis anti bocor. Selain yang berupa cat anti bocor, ketahui tiga jenis pelapis yang umum ditemukan di pasaran untuk mengatasi kebocoran pada dak beton berikut:

·        Pelapis Anti Bocor Styrene Acrylic

1 strenen

Jika Anda mengutamakan kekuatan, silahkan pilih pelapis anti bocor dengan coating yang terbuat dari styrene acrylic karena memiliki daya tahan yang sangat prima ketimbang jenis pelapis lainnya. Meskipun demikian, sayangnya jenis pelapis ini dijual dengan harga yang cukup mahal.

·        Pelapis Anti Bocor Membrane

1 membrane

Jika jenis sebelumnya dinilai terlalu mahal, Anda bisa memilih pelapis anti bocor berbahan membrane dari bahan baku minyak menyerupai aspal dengan harga yang lebih ekonomis. Perbedaannya dari cat pelapis adalah ia dijual dalam bentuk lembaran yang didalamnya terdapat kandungan bahan penguat dan bahan polyester.

·        Pelapis Anti Bocor Cementius

1 cementius

Alternatif lain, kamu bisa menggunakan cat pelapis anti bocor cementius yang di dalamnya terdiri dari dua komponen bahan, yakni semen dan zat adiktif untuk mengikat beton. Dalam pengaplikasiannya, sebaiknya Anda melapisi dak beton lebih dari satu kali supaya daya rekatnya lebih baik dengan teknik berbeda arah sapuan.

Tentu saja, Anda sebaiknya memilih pelapis anti bocor dengan kekuatan yang prima serta memiliki kandungan antijamur dan antidebu sehingga tahan lebih lama. Segera atasi kebocoran dak beton dengan memilih pelapis anti bocor yang tepat!

Jika bangunan Anda sudah terbebas dari bocor, bagaimana dengan pemilihan atapnya? Padahal itu hal yang paling utama dari sebuah bangunan. Jawabannya mudah, genteng beton DUCO solusinya! Genteng beton kuat, estetis dengan desain minimalis modern cocok untuk segala hunian

 

*****
HUBUNGI KAMI UNTUK INFO & PERTANYAANSEPUTAR GENTENG DUCO

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: bigsulawesi01@gmail.com /
betonindograha.sales@gmail.com

contact person
Halim Ubaidillah, SH (Sales Manager)
0852-3292-0120 (call & wa)

article source: wvw.dekoruma.com

 

Admin Ducotile No Comments

Apa Itu Material GRC? Ketahui Fungsinya dalam Pembangunan Hunian!

Variasi aneka material konstruksi memang kian menarik untuk ditelusuri. Berkat kemajuan teknologi, dunia properti akan terus melahirkan material penunjang bangunan yang bermanfaat, efektif dan efisien. Salah satu material yang perlu diketahui adalah GRC.

Apa sebenarnya material GRC? Apa pula fungsinya dalam pembangunan hunian? Bagaimana kita bisa memanfaatkannya secara maksimal? Ayo simak penjelasannya berikut ini.

·     Apa itu GRC?

GRC adalah singkatan dari Glass Reinforced Concrete atau dikenal juga dengan Glass Fibre Reinforced Concrete. material campuran dari beton dan serat kaca. Komposisi dari material ini umumnya terdiri dari serat kaca berdaya tahan tinggi dan tahan alkali, yang dikombinasikan bersama dengan campuran semen seperti beton dan sebagainya.

Dibandingkan dengan beton biasa, GRC memiliki fitur dan identitas fisik serta kimia yang mirip. Material ini pun menawarkan daya tahan layaknya beton yang tangguh dan tahan pakai, serta mudah diaplikasikan sesuai jenis kaca dekoratif.

·     Awal Mula Pembentukan Material

GRC pertama dikembangkan sekitar tahun 1960-an sebagai alternatif dari beton yang diperkuat dengan material baja atau Steel Reinforced Concrete. Awalnya diproduksi sebagai bahan pelapis eksterior, material ini kini sudah bisa diolah menjadi berbagai variasi bentuk yang kompleks sebagai bagian dari komponen profil dan arsitektur bangunan.

Idealnya, GRC cocok digunakan sebagai material hunian yang membutuhkan karakter ringan, dalam ukuran panel dan untuk eksterior bangunan modern.

·     Keunggulan GRC

Keunggulan utama dari GRC Board dibandingkan dengan alternatif panel beton lainnya adalah bobotnya yang lebih ringan. Alhasil, biaya transportasi, penanganan dan pendirian panel pun menjadi lebih hemat.

Dengan memanfaatkan GRC sejak dari tahap desain, kemungkinan untuk mendirikan fondasi bangunan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis juga bisa dicapai—baik untuk bangunan hunian bertingkat rendah hingga konstruksi untuk properti bertingkat. Selain berfungsi sebagai insulasi panas dan suara yang ideal, material ini juga tidak mudah terbakar ataupun meledak sehingga dianggap sesuai untuk bangunan aman dari bencana alam.

·     Fungsi dalam Interior dan Eksterior

GRC tidak cocok digunakan sebagai elemen struktural dalam sebuah bangunan, misalnya sebagai bahan atap, dinding penahan atau bagian yang harus menahan beban tertentu. Namun, jangan menyangsikan kehebatan GRC saat digunakan untuk fungsi lain seperti penahan eksterior, panel dinding, countertop atau permukaan solid dan furniture interior seperti bak mandi, wastafel ataupun furnitur biasa.

GRC bisa digunakan untuk rumah atau hunian pribadi, termasuk juga untuk bangunan umum seperti gedung untuk kebutuhan komersial, taman dan sejenisnya.

·     Aplikasi dalam Bangunan untuk Kesan Modern

Aplikasi GRC paling umum saat ini untuk hunian modern adalah sebagai bagian penahan eksterior dan interior rumah. Elemen-elemen seperti tiang rumah, bingkai jendela, papan dekoratif, fondasi lantai, bangunan modular, cetakan juga bisa dibuat dari material ini dengan keunggulan tersendiri.

Selain digunakan dalam bidang arsitektur dan properti, aplikasi GRC juga berfungsi tinggi dalam dunia teknik. Hingga 2 juta meter persegi GRC sudah digunakan di seluruh dunia untuk kebutuhan ini, termasuk pembangunan jembatan hingga selokan.

Akan semakin banyak aplikasi GRC yang kian inovatif dalam berbagai cara, baik dari segi produksi, bentuk dan ukuran yang kompleks. Berkat kemajuan teknologi, GRC akan terus menjadi material favorit yang diunggulkan oleh para ahli konstruksi bangunan, arsitektur hingga desainer interior.

Kalau untuk atap bagi rumah Anda, hanya genteng beton DUCO solusinya! Dengan desain minimalis modern cocok untuk segala hunian.

*****
HUBUNGI KAMI UNTUK INFO PERTANYAAN, HARGA DAN PEMESANAN

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: bigsulawesi01@gmail.com /
betonindograha.sales@gmail.com

contact person : 0852-3292-0120

article source: wvw.dekoruma.com

 

Admin Ducotile No Comments

Kelebihan Dan Kekurangan Atap Dak Beton

Pembangunan jenis-jenis rumah tinggal biasanya akan mengacu pada desain dan konsep yang akan digunakan. Desain ini akan menentukan pemilihan material hingga atap rumah yang sesuai. Salah satu jenis atap yang cukup populer dalam pembangunan rumah tinggal adalah atap dak beton. Beton merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah yang serba guna. Meskipun sering kali digunakan sebagai material pembuat struktur bangunan, bukan berarti beton tidak dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk material non struktur seperti atap.

Aplikasi atap dak beton memang semakin marak, namun sebelum menggunakan jenis atap ini sebaiknya Anda mengenali terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan atap dak beton. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari penggunaan atap dak beton, yakni:

  • Kelebihan pertama yang dimiliki oleh atap beton adalah atap ini sangat serba guna. Atap dak beton dapat digunakan sebagai lantai, salah satunya diamanfaatkan sebagai pembuatan taman. Anda dapat melihat cara membuat taman diatas atap yang baik dan benar.
  • Mempermudah penambahan lantai. Karena bentuknya yang datar, atap ini dapat mempermudah proses penambahan lantai. Sehingga bila dikemudian hari Anda ingin menambah dua lantai, maka Anda tidak perlu repot-repot membongkar bagian atap.
  • Memiliki daya tahan kuat. Selain multifungsi, jenis atap ini juga termasuk ke dalam atap yang kuat dan tidak mudah rusak. Terlebih menghadapi berbagai macam cuaca serta terpaan angin yang tinggi.
  • Mudah dibersihkan. Membersihkan atap dak beton ternyata terbilang cukup mudah, lho! Cukup dengan menggunakan alat kebersihan rumah dan Anda dapat dengan leluasa membersihkan bagian atap. Selain itu biaya perawatannya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis atap yang lain.
  • Bergaya modern. Atap dak beton merupakan atap modern yang aplikasinya sangat cocok diterapkan pada rumah minimalis sederhana dan berbagai desain rumah minimalis lainnya..
  • Dapat menghalau panas. Dengan menggunakan atap beton, maka suhu udara di dalam ruangan akan tetap terjaga sejuk.
  • Tidak mudah terbakar. Atap dak beton cenderung tidak mudah terbakar. Hal ini dikarenakan oleh penggunaan material beton sebagai bahan dasarnya.
  • Proses finishing mudah. Proses finishing atap dak beton dapat dilapisi dengan warna cat rumah yang indah dan sejuk.

Disamping kelebihan yang dimiliki oleh atap dak beton, terdapat juga berbagai jenis kekurangan yang perlu Anda ketahui. Berikut ini adalah kekurangan atap dak beton, yakni:

  • Proses pembuatan rumit. Sayangnya, proses pekerjaan pembuatan atap dak beton masih tergolong rumit. Sehingga Anda membutuhkan perhitungan yang benar-benar rinci ketika proses pembuatan berlangsung. Selain itu dari segi biaya, pembuatan atap dak beton terbilang mahal dibandingkan dengan jenis-jenis atap rumah lainnya.
  • Menghadirkan banyak limbah. Pada saat proses pembuatan atap, akan menghasilkan banyak limbah pekerjaan berupa cetakan bekisting.
  • Sering kali terjadi kebocoran. Atap dak beton memang dikatakan lebih rentan mengalami kebocoran. Hal ini bisa saja dipicu oleh proses pembuatannya yang kurang sempurna.
  • Mudah diserang lumut. Apabila Anda tidak membersihkan atap ini secara rutin, maka atap akan dengan mudah terserang lumut.
  • Banyak menampung sampah. Karena bentuknya yang datar, atap ini justru menampung banyak sampah seperti sampah daun, plastik dan sebagainya.
  • Kelembaban ruangan tinggi. Pada ruangan yang menggunakan atap dak beton biasanya memiliki tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Sehingga penggunaan atap ini tidak cocok pada ruangan yang sempit. Ruangan ini biasanya dipasangkan macam-macam ventilasi rumah.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/kelebihan-dan-kekurangan-atap-dak-beton

Admin Ducotile No Comments

6 Jenis Genteng untuk Atap Baja Ringan dan Keunggulannya

Membuat rumah tentu saja mempertimbangkan banyak hal, selain dari keamanan dari ukuran, bangunan, developer, arsitektur, serta tingkat kenyamanan dan lokasi. Tentu saja, faktor dari bahan-bahan dalam membangun rumah yang digunakan pun sebagai bahan bangunan itu, turut mempengaruhi kenyamanan dan keamanan. Untuk Anda yang memilih rangka atap baja ringan vs kayu, manakah yang lebih baik? Tentu ada pertimbangan atap rumah berbahan baja ringan. Selain memiliki bahan yang kuat, baja sendiri memiliki banyak keunggulan. Karena setidaknya ada banyak kelebihan atap baja ringan. Anda dapat memilih berbagai jenis genteng untuk atap baja ringan Anda yang kini mulai banyak bermunculan variasinya sebagai berikut.

 

  1. Genteng Berbahan Metal

Jenis genteng yang pertama adalah genteng berbahan metal. Sebenarnya, Anda perlu mengenal jenis genteng metal yang bisa dijadikan referensi. Genteng dari bahan ini cocok dipasang pada kuda-kuda dengan rangka berbahan baja ringan, karena beratnya yang ringan. Genteng ini dapat membuat beban yang dipikul oleh rangka atap menjadi lebih ringan. Genteng berbahan metal akan mengurangi risiko jika memakai dak beton, karena ada juga beberapa kelebihan dan kekurangan atap dak beton. Dibandingkan dengan baja galvanis yang merupakan baja ringan dengan lapisan metal zincalume, teknologi pendukung genteng metal cenderung lebih baru.

Genteng ini memiliki beberapa kelebihan seperti tidak mudah berkarat, karena telah dilapisi oleh bahan anti karat; hemat material karena tiap lembarnya memiliki ukuran yang lebar; genteng ini juga telah dibuat dengan teknologi terbaru sehingga tidak mudah terbakar dan tidak menimbulkan panas, serta terdapat lapisan cat anti lumut. Namun, apabila Anda menggunakan genteng ini, Anda harus memasangnya dengan rapi, agar tidak mengurangi keindahan dari bangunan rumah hunian  mungil maupun luas.

  1. Genteng Berbahan Keramik

Jenis yang kedua adalah genteng keramik. Genteng ini memiliki varian warna yang sangat banyak karena pada saat pembuatan di akhir proses diberi pewarna di bagian lapisan atasnya. Bahan pembuatan utama genteng ini adalah keramik yang cocok di rumah Anda dengan suasana tropis, modern, mediterania atau rumah dengan gaya klasik. Karena lebih tahan lama dari segi keawetan, maka genteng yang dibuat dari bahan keramik cenderung hemat. Selain itu, ketika mengganti atau memasang baru Anda tidak perlu khawatir genteng rusak karena kekuatannya terjamin.

Selain itu, warna dari genteng ini cukup tahan lama karena diproses pada saat keramik dibakar. Namun, pada saat Anda memasangnya, hal ini memerlukan ketelatenan perihal rapat tidaknya jarak antara genteng satu dengan genteng yang lain. Karena apabila jaraknya renggang, bisa jadi rumah Anda akan mengalami kebocoran. Supaya lebih kuat dan indah, maka pelajari juga cara mengecat plafon gypsum sebagai pendukung genteng keramik.

  1. Genteng Beton

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang ketiga adalah genteng beton. Genteng beton merupakan genteng berteknologi dengan pembuatan cara yang kuno. Genteng berbahan beton ini cukup berat, sehingga untuk menampung beratnya memerlukan rangka yang kuat. Supaya kuat, jangan lupa untuk memberikan salah satu dari pelapis anti bocor untuk dak beton pada bagian finishing.

Anda dapat menggunakan genteng ini pada atap berbahan baja ringan, karena jenis ini dapat dengan kuat menahan bebannya. Sehingga rumah hunian Anda dapat tetap terlihat cantik sesuai keinginan. Terpaan angin tidak akan mudah menggoyahkan genteng yang didesain khusus dengan kekuatan serta daya tahan tinggi tersebut.  Namun, genteng ini memiliki tekstur yang kasar dan mudah ditumbuhi lumut pada permukaannya. Apabila retak, maka lakukan cara mengatasi dak beton yang retak supaya tidak menjadi masalah berkepanjangan.

  1. Genteng Aspal

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang keempat adalah genteng aspal. Genteng satu ini memang jarang didengar, namun genteng ini memiliki dua tipe yaitu datar yang terbaut pada triplek dan berbentuk gelombang yang dibuat pada rangka atap. Anda dapat menggunakannya untuk rumah Anda dengan atap berbahan baja ringan, karena memiliki banyak variasi warna.

Genteng aspal ini terbuat dari bahan bubuk kertas, serat organik, resin dan juga aspal. Bahan ini membuat pemasangan menjadi lebih mudah. Kelebihannya adalah genteng ini tidak licin karena terdapat lapisan resin yang juga berfungsi mencegah kebocoran, serta mudah dan praktis dalam pengerjaan. Genteng ini juga dilapisi anti jamur dan tahan api serta tahan dingin. Namun, tentu saja, kualitas pada genteng satu ini juga muncul pada harganya yang relatif mahal.

 

  1. Genteng Polycarbonate

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang kelima adalah genteng polycarbonat. Genteng yang satu ini merupakan salah satu jenis penutup atap rumah yang berbentuk datar dengan berbagai pilihan warna yang bervariasi. Terdapat dua macam genteng yaitu polycarbonat berrongga dan polycarbonat bergelombang tanpa rongga. Atap dengan genteng ini biasanya digunakan untuk atap garasi kanopi atau atap tambahan.

Cara untuk mengetahui kekuatan atau kualitas dari genteng polycarbonat ketika membeli adalah dengan menekan bagian penampang yang berongga secara kuat. Genteng berkualitas buruk akan mengalami perubahan ketika ditekan keras. Sebaliknya, jika genteng berkualitas baik maka tidak akan berubah bentuk maupun teksturnya. Genteng dengan jenis satu ini dapat meredam radiasi matahari dan mudah didapat di toko bangunan manapun. Selain itu, dalam proses pemasangannya juga cepat dan mudah. Genteng jenis satu ini juga kedap air, tetapi pada jenis yang berongga rentan terhadap jamur dan sulit dibersihkan.

  1. Genteng Berbahan Sirap

Jenis yang keenam adalah genteng sirap. Genteng ini adalah salah satu dari jenis atap rumah yang tidak panas. Nama lain sirap adalah kayu bulian, sementara sebagian orang menyebutnya dengan kayu besi. Istilah sirap, ulin, atau bulian sendiri berasal dari Kalimantan terutama di daerah hutan hujan. Karena tumbuh di daerah dengan kelembapan tinggi, perubahan suhu ekstrim dan pengaruh dari air laut maka kekuatan kayu benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Hal inilah yang membuat banyak orang memanfaatkannya untuk membuat rumah, bantalan kereta api, bahkan jembatan.

Bentuk atap berbahan sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Setelah pengekploitasian kayu ulin ini secara besar-besaran, pemerintah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin untuk menjaga kelestarian lingkungan. Atap dengan jenis ini bersifat isolasi terhadap panas dan merupakan bahan yang ringan. Namun, pada saat proses pemasangan cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan semakin bertambah.

Nah, itu dia jenis-jenis genteng untuk atap baja ringan yang dapat Anda pilih ketika akan membangun rumah pribadi atau jika ingin membuat rumah kost. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kualitas dan jenis rumah serta mempertimbangkan kelebihan yang telah dijelaskan di atas serta kelemahan atap baja ringan sebagai referensi.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/jenis-genteng-untuk-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Tidak hanya jenis-jenis atap rumah yang semakin lama selalu berkembang, namun perkembangan industri atap juga mengembangkan inovasi terhadap rangka atap. Salah satunya adalah rangka atap baja ringan yang merupakan sebuah terobosan baru dari struktur atap yang terbuat dari baja dengan kekuatan yang baik namun memiliki bobot yang ringan. Baja yang dimaksud disini adalah baja dengan tipe cold rolled coil (CRC) dimana mutu yang dimiliki sangat tinggi dengan kekuatan tarik 550 Mpa serta memiliki bentuk profil yang menyerupai huruf C atau pun O. Elemen-elemen utama penyusun rangka baja adalah kuda-kuda, bracing, reng, baut, dinabolt serta talang jurai.

Baja ringan merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah, dimana rangka atap baja semakin diminati karena memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan atap baja konvensional. Keuntungan tersebut diantaranya adalah :

  • Karena bobotnya yang ringan, maka penggunaan rangka atap baja dapat membantu mengurani beban kepada struktur bangunan.
  • Berbeda dengan baja lain, baja ini di desain untuk lebih tahan karat sehingga pada tahap akhir tidak membutuhkan finishing cat.
  • Pemakaian untuk skala yang panjang tidak akan menurunkan mutu baja ringan.
  • Material ini termasuk ke dalam salah satu material ramah lingkungan serta tidak terpengaruh terhadap serangan dari rayap.
  • Karena bobotnya yang ringan, proses pemasangan atap ini sangat mudah dan juga cepat.

Atap baja ringan sangat fleksibel dan cocok diaplikasikan diberbagai jenis-jenis rumah tinggal seperti rumah minimalis sederhana. Jika Anda hendak menggunakan atap baja ringan, maka sebelumnya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu berapa luasan ukuran yang Anda butuhkan. Mengapa hal ini penting? Karena perhitungan yang keliru akan membuat proses pemasangan menjadi lebih lama dari target yang ditentukan. Selain itu, secara finansial Anda akan mengalami kerugian karena material yang dibeli tidak sesuai dengan anggaran. Ini bukan termasuk salah satu tips hemat membangun rumah. Oleh karena itu, cara menghitung kebutuhan atap baja ringan harus dilakukan dengan cermat dan seksama.

Untuk menghitung kebutuhan memasang rangka atap baja ringan terdapat dua metode. Anda dapat menggunakan perhitungan secara manual atau pun menghitung dengan menggunakan aplikasi yang sudah disediakan. Cara perhitungan secara manual cukup sederhana tetapi membutuhkan ketelitian yang tinggi supaya tidak terjadi kesalahan perhitungan. Berikut ini adalah beberapa rumus dan contoh soal yang digunakan sebagai cara menghitung kebutuhan atap baja ringan. Simak!

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Menghitung atap baja ringan tidaklah sulit. Umumnya, rangka atap baja ringan dihitung dengan menggunakan satuan meter persegi. Rumus yang digunakan untuk menghitung volume rangka atap baja ringan adalah sebagai berikut :

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Dengan contoh soal sebagai berikut :

Ani baru saja membeli sebuah rumah dengan ukuran 8 x 8 meter, dimana masing-masing atapnya memiliki overstek dengan panjang 1 meter dimana kemiringan atap yang dimiliki adalah berkisar 35 derajat. Berdasarkan data-data tersebut, maka volume rangka atap baja ringan dari rumah tersebut adalah?

 

Diketahui :

  • Panjang bangunan = 8 + 1 + 1        = 10 m
  • Lebar bangunan = 8 + 1 + 1            = 10 m
  • Derajat kemiringan = cos 35          = 0,819

Maka volume dari rangka atap baja ringan adalah =

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Volume = 10 x 10 / 0,819 = 122 m2

Mudah bukan? Setelah Anda mendapatkan volume dari rangka atap baja ringan, maka Anda dapat menghitung kebutuhan material yang akan Anda gunakan. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan genteng metal (uk. 2×4) 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 1.62

Sehingga menjadi    = 122 x 1,62  = 197,64 atau 198 lembar genteng metal daun dengan ukuran 2×4

  1. Kebutuhan baja ringan 
  • Canal atau Kaso 

Rumus yang digunakan adalah : (Luas atap miring x 4) / 6 

Sehingga menjadi  =  (122 x 4) / 6   =  81 batang kaso

  • Reng

Rumus yang digunakan adalah : banyak kaso x 1,2 

Sehingga menjadi  =  81 x 1,2   =  97 batang reng

  1. Kebutuhan sekrup
  • Sekrup genteng

Rumus yang digunakan adalah : Jumlah genteng x 12 

Sehingga menjadi  =  198 x 12  =  2.376 buah

  • Sekrup baja 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 20

Sehingga menjadi   =  122 x 20  = 2.440 buah

 

Gambaran diatas ini merupakan perhitungan secara umum dan sederhana. Hasil akhir dapat berubah-berubah sesuai dengan analisa dari masing-masing aplikator. Tidak begitu sulit bukan cara menghitung kebutuhan atap baja ringan? Jika ingin hasil yang lebih akurat, Anda dapat meminta bantuan dari tenaga ahli untuk menghitungnya.

Ketika hendak membangun atap baja ringan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Diantaranya adalah :

  • Bagian dudukan rangka harus diperhatikan secara teliti, karena apabila letaknya miring maka akan berpengaruh terhadap kekuatan tekanan pada baja. Keseimbangan akan berkurang sehingga berpengaruh terhadap konstruksi.
  • Jangan lupa untuk memastikan setiap sambungan terpasang dengan benar. Anda dapat membuat gambar kerja sebagai pemandu proses pelaksanaan.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/cara-menghitung-kebutuhan-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

10 Cara Membuat Pondasi Rumah Tingkat yang Kokoh

Pondasi rumah merupakan bagian yang memang tidak terlihat dari rumah namun sangat penting untuk sebuah hunian. Tanpa adanya pondasi yang kokoh, maka rumah tidak akan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Untuk itu, pembuatan pondasi rumah tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan bagian rumah lainnya.

Ketika anda membangun rumah dengan satu tingkat, maka sudah butuh pondasi yang kokoh serta kuat apalagi pondasi rumah bertingkat yang harus lebih diperkuat dibandingkan dengan satu lantai. Berikut ini adalah beberapa cara membuat pondasi rumah tingkat paling mendasar yang kami ambil dari berbagai sumber.

  1. Perhatikan Struktur Tanah

Cara membuat pondasi rumah tingkat yang pertama harus memperhatikan struktur tanah apakah berpasir atau tidak dan permukaan landai atau tidak. Tanah yang berpasir dan juga lunak butuh pondasi yang lebih kuat seperti cakar ayam atau pondasi yang dibuat dengan tapal lebar agar bisa lebih mencengkeran tanah. Untuk lantai dengan kontur yang tidak rata seperti batu atau paras membutuhkan pondasi kuat untuk mengikuti naik dan turunnya pola tanah tersebut sehingga pemilihan jenis pondasi rumah benar benar harus diperhatikan dengan baik.

  1. Penggunaan Bahan

Semen, pasir dan juga batu menjadi tiga bahan material yang sangat penting untuk membuat cara membangun pondasi rumah ditambah juga dengan kerangka besi. Pastikan untuk memilih semen yang berkualitas seperti semen Gresik, Holcim dan lain sebagainya.

Sedangkan batu yang dipilih untuk pondasi rumah tingkat juga harus benar benar kuat seperti batu kali, batu gunung dan sebagainya. Pasir sungai yang berwarna hitam tanpa lumpur juga menjadi bahan yang sangat kuat untuk pondasi rumah dua lantai. Sedangkan untuk besi kerangka yang bebas karat jika diperlukan harus dilapisi cat anti karat lebih duli supaya pondasi rumah bisa lebih awet hingga ratusan tahun.

  1. Melihat Denah dan ukuran Rumah yang Akan Dibangun

Hal ini juga menjadi dasar atau patokan ketika pertama kali ingin membuat pondasi sebelum melakukan tahap selanjutnya. Meski memang tidak ada denah seperti yang dibuat oleh arsitek, namun setidaknya sketsa yang membentuk sebuah rumah bisa anda lakukan.

  1. Membuat Bowplank

Membuat blowplank berguna sebagai patokan atau pedoman dalam membuat pondasi, menentukan titik tengah kolom dan juga dinding serta dari blowplank tersebut, anda bisa menyiku dinding dengan membuat sudut 90 derajat berbeda dengan cara membuat pondasi pagar rumah. Dalam membuat blowplank harus disesuaikan dengan ukuran dari denah rumah dan ditentukan dengan benar titik kolom setiap ruangan memakai paku serta benang.

  1. Menggali Pondasi

Pekerjaan selanjutnya yang harus dilakukan adalah menggali pondasi. Kedalaman pondasi bisa dibuat sedalam 40 hingga 50 cm dan lebar sekitar 30 hingga 40 cm atau sesuai dengan kebutuhan sebagai dasar cara menghitung volume pondasi. Kedalaman tersebut juga dipengaruhi dengan tekstur tanah. Apabila tekstur tanah keras, maka ukuran tersebut sudah bisa dikatakan cukup. Akan tetapi jika tanah bertekstur remah atau lembut, maka penggalian pondasi harus dilakukan lebih dalam dan penambahan terucut pada sepanjang garis pondasi di bagian bawah.

  1. Memasang Pondasi

Sesudah menggali pondasi selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah memasang pondasi dengan batu kali atau batu bata merah berbeda dengan pondasi rumah panggung. Pemakaian bahan bahan tersebut juga disesuaikan dengan ketersediaan material di masing masing daerah. Jika tidak ada batu kali, maka bisa diganti dengan batu bata merah. Namun untuk sekarang ini, pembuatan pondasi rumah atau perumahan lebih banyak menggunakan batu bata dibandingkan dengan batu kali.

Pemasangan batu bata untuk pondasi harus disesuaikan dengan titik atau benang yang sudah ditentukan pada bowplank. Umumnya ini memakai ukuran kedalaman seperti di atas dan dipasang batu setinggi 4 lapis bata merah. Teknik memasang batu bata untuk pondasi berbentuk hampur segitiga, lapisan bawah yang melebar dan untuk ke atas pasangan satu batu bata seukuran 20 cm.

  1. Pemasangan Besi

Sesudah selesai memasang seluruh batu bata, maka akan dilanjutkan dengan memasang besi yang sudah dianyam dengan kawat ikat. Masing masing ujung besi harus dibengkokkan atau dihak dan dikaitkan dengan besi pondasi pelat setempat atau tiang kolom. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebab dinding rumah retak struktur

 

  1. Pemasangan Begisting

Cara selanjutnya adalah pemasangan begisting untuk sloof memakai papan dengan ukuran 400 cm x 20 cm x 2 cm. Pemasangan tersebut haruslah rapi dan kuat sehingga tidak rusak atau jebol karena tekanan adukan cor ketika pengecoran sloof.

  1. Pemasangan Sloof

Jika semua pasangan batu bata sudah selesai, maka akan dilanjutkan dengan memasang sloof yang berfungsi sebagai penahan beban, untuk menyatukan pondasi dan perekat besi kolom. Pada saat melakukan pengecoran sloof, hal yang harus diperhatikan adalah kematangan coran dan letak titi dari kolom.

Besi kolom bisa dipasang bersamaan ketika pengecor sloof atau bisa diganti dengan memasang stik atau besi pendek pada setiap titik kolom. Ketika melakukan pengecoran sloof, permukaan bagian atas harus rapi, rata dan juga sejajar dengan papan begisting. Besi juga harus benar benar tertutup dengan adukan cor sehingga air tidak masuk dan merusak besi ketika terkena air hujan dan besi juga tidak berkarat.

  1. Perhatikan Beban yang Harus Ditopang Pondasi

Beban yang harus ditopang oleh pondasi juga harus diperhatikan sama pentingnya seperti cara menghitung volume galian tanah. Ini meliputi benda mati yakni beban sendiri dan konstruksi bangunan yang bersifat tetap, beban hidup yakni penghuni, perabot dan lain lainnya yang bersifat tidap tetap, beban gempa, beban angin dan lain sebagainya. Material yang lebih ringan membuat bobot bangunan juga lebih ringan.

Sebagai contoh, rumah tingkat papan tentu jauh lebih ringan dibandingkan rumah yang memiliki dinding batu bata dengan dak beton. Bangunan dengan kombonasi rangka atap kayu dan genteng tanah liat juga tentu lebih berat dibandingkan dengan bangunan yang memakai rangka baja ringan dan genteng metal.

Demikian ulasan singkat dari kami tentang cara membuat pondasi rumah tingkat yang paling sederhana. Beberapa cara ini sangat berguna dalam pembuatan rumah tingkat tahap awal agar bangun bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama. Semoga bisa bermanfaat.

Sumber : https://rumahlia.com/desain/cara-membuat-pondasi-rumah-tingkat

Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Cakar Ayam untuk Bangunan

Ketika ingin membangun sebuah hunian, infrastruktur atau gedung, maka salah satu bagian yang paling penting untuk menentukan kokoh tidaknya bangunan adalah pondasi yang berguna untuk menguatkan konstruksi bangunan yang akan didirikan di atasnya. Untuk itu, pembuatan pondasi tidak boleh dilakukan sembarangan karena akan berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan bangunan.

Ada beberapa jenis pondasi yang bisa digunakan seperti salah satunya pondasi cakar ayam. Namun seperti jenis pondasi lain ada kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang harus anda pikirkan sebelumnya seperti yang akan kami jelaskan berikut ini.

Apakah Pondasi Cakar Ayam?

Sebelum membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam, ada baiknya anda mengenal lebih baik tentang pondasi cakar ayam khususnya pada tahapan membangun rumah dari awal. Pondasi cakar ayam merupakan nama dari salah satu teknik yang dipakai dalam konstruksi pondasi bangunan. Dinamakan cakar ayam karena pada bagian bawah pondasi terdapat pipa pipa beton yang dibentuk menyerupai cakar ayam untuk mencengkeram kuat lahan di bawahnya supaya bangunan yang didirikan di atasnya mempunyai konstruksi lebih kokoh dan stabil.

Pada awalnya, pondasi cakar ayam ini dipakai pada tanah dengan tekstur lembut atau lunak. Akan tetapi untuk sekarang, pondasi cakar ayam bisa diaplikasikan di segala jenis tanah dan bisa dipakai untuk pondasi bangunan gedung bertingkat, jembatan besar, jalan layang, jalan raya, jalan keretap api dan bahkan landasan pesawat terbang.

Metodepondasi cakar ayam sendiri ditemukan pada tahun 1961 oleh insinyur sipil Indonesia bernama Prof. Ir. Sedyatmo Dr HC yang berprofesi sebagai Direktur Konstruksi di Perusahaan Listrik Negara [PLN]. Ketika itu, PLN harus membangun tujuh menara listrik tegangan tinggi di daerah berawa di area Ancol. Tujuh menara tersebut dibangun dengan maksud mendistribusikan listrik dari Tanjung Priok menuju Gelanggang Olahraga Senayan.

Pembangunan tersebut sempat terkendala sebab struktur tanahnya yang berawa, lembek dan juga berair. Akan tetapi Sedyatmo tetap berusaha untuk mencari solusinya sampai akhirnya tercetus ide untuk membangun rancangan pondasi seperti akar yang terdiri dari pipa pipa beton yang akan ditanam di dalam tanah.

Pada bagian atasnya kemudian dipasang kemudian dipasang plat beton sehingga pipa pipa tersebut saling terhubung dan mencengkeram tanah dengan sangat kuat sesudah cara menghitung volume pondasi dilakukan. Akhirnya, ide Sedyatmo tentang menara menara tersebut berhasil didirikan tepat waktu dan pondasi cakar ayam tersebut masih terus digunakan hingga saat ini.

Pondasi cakar ayam ini memiliki bentuk plat persegi dengan ukuran yang beragam sehingga bisa disesuaikan dengan beban bangunan serta kondisi struktur tanah. Pondasi ini terdiri dari pipa pipa beton yang menyerupai cakar ayam dengan jarak sumbu 2 hingga 3 m. Pipa pipa tersebut biasanya memiliki diameter 1.2 m, tebal 8 cm dan ukuran panjang yang bisa disesuaikan. Sedangkan untuk plat beton biasanya mempunyai ketebalan 10 hingga 15 cm.

Pondasi cakar ayam ini terbilang populer dan banyak dipakai sebab bisa menopang berat sampai 500 hingga 600 ton per kolom. Dengan begini, tentu saja bangunan yang didirikan bisa kokoh dan tetap stabil dalam waktu yang lama.

Kelebihan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam banyak dipakai untuk membangun sebuah konstruksi bangunan atau infrastruktur sebab pondasi cakar ayam memberikan banyak manfaat seperti berikut ini:

  1. Bisa Dibangun di Atas Tanah Lembek

Seperti tujuan awal ditemukan pondasi cakar ayam, jenis pondasi ini bisa dibangun di atas tanah dengan tekstur yang lembek bahkan berair. Berbeda dengan pondasi konvensional yang sulit dilakukan di atas tanah yang lembek dan berair karena berisiko ambles, bergeser atau bergeser. Pondasi cakar ayam juga mempunyai daya dukung yang jauh lebih tinggi dan tidak butuh sela sela untuk menampung pengembangan akibat perubahan cuaca.

 

  1. Tidak Butuh Sistem Drainase

Kelebihan lainnya dari pondasi cakar ayam adalah tidak butuh sistem drainase dan juga sambungan kembang kusut. Hal ini disebabkan karena seluruh pondasi cakar ayam berisi beton padat yang sangat kuat sehingga tidak ada ruang atau celah sebagai drainase. Dengan begini, maka pengerjaan pondasi akan mengurangi material, biaya dan juga waktu pengerjaan.

Kekurangan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam memang dikenal sebagai pondasi kokoh dan kuat. Namun, ada juga beberapa kekurangan yang dimiliki oleh jenis pondasi ini, seperti:

  1. Biaya Lebih Mahal

Karena biasanya jenis pondasi rumah ini diaplikasikan untuk membangun bangunan bertingkat, besar atau proyek infrastuktur berskala besar, maka biaya pembuatan pondasi ini juga bisa dikatakan lebih mahal jika dibandingkan dengan pondasi konvensional. Hal ini disebabkan karena pembuatan pondasi cakar ayam butuh peralatan dan juga bahan bahan yang cukup banyak dan juga proses yang rumit. Sebagai contoh, proses betonisasi yang butuh bahan bahan jauh lebih banyak.

 

  1. Kurang Cocok untuk Bangunan Kecil

Dibandingkan dengan jenis pondasi lain, pondasi cakar ayam ini bisa dikatakan kurang cocok untuk bangunan bangunan kecil dan berlantai satu. Bukan hanya karakteristik bangunannya saja, namun juga dari segi biaya dan juga pemasangan pondasinya. Untuk anda yang memiliki budget terbatas sebaiknya berpikir dua kali ketika ingin menggunakan pondasi cakar ayam ini.

Langkah Pembuatan Pondasi Cakar Ayam

Ada beberapa langkah yang diperlukan untuk cara membangun pondasi rumah cakar ayam, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Penggalian tanah: Sebelum menggali tanah, hal yang harus dilakukan adalah menentukan ukuran panjang, lebar dan kedalaman pondasi serta sebaiknya galian pondasi dibuat lebih lebar dari ukurannya supaya tukang bisa bekerja leluasa.
  • Penulangan pondasi: Proses perakitan tulangan atau pipa pipa beton pondasi dipakai di luar tempat pengecoran akan tetapi masih dalam satu lokasi proyek.
  • Bekisting: Proses berikutnya adalah pengerjaan bekisting yakni sebuah konstruksi bantu yang bersifat sementara dan dipakai untuk mencetak beton yang akan dicor baik di dalamnya atau di atasnya.

Demikian ulasan singkat dari kami kali ini tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang sangat penting untuk dipahami sebelum memutuskan memakai jenis pondasi ini pada bangunan yang ingin anda dirikan. Semoga bisa bermanfaat dan menambah informasi anda seputar pondasi bangunan.

 

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-cakar-ayam

 

Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Batu Kali

Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan dan juga kondisi tanah di sekitar bangunan. Sedangkan untuk kedalaman pondasi akan ditentukan dari letak tanah padat yang mendukung pondasi. Jika terletak di tanah miring lebih dari 10%, maka pondasi bangunan harus dibuat rata atau dibentuk tangga dengan bagian bawah dan atas yang rata. Jenis pondasi sendiri terdiri dari dua yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam.

ads

Pondasi dangkal merupakan pondasi yang dipakai pada kedalaman 0.8 hingga 1 meter sebab daya dukung tanah sudah mencukupi. Pndasi dangkal, langsung atau stahl ini biasa memakai material batu kali, batu gunung atau beton tumbuk yang masing masing memiliki plus minus berbeda. Untuk ulasan kali ini, kami akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang sangat penting untuk anda ketahui.

Apakah Pondasi Batu Kali?

Pondasi batu kali merupakan jenis pondasi yang terbuat dari struktur batu kali yang disusun sehingga menjadi bangunan yang lebih kokoh untuk menopang beban di atasnya seperti hunian atau rumah. Cara membangun pondasi rumah batu kali mempunyai kedalaman antara 60 sampai 80 cm dengan lebar yang disesyaikan dengan kedalaman pondasi.

Jenis pondasi ini bisa dan kuat untuk menopang rumah yang mempunyai beban tidak terlalu berat seperti rumah berlantai satu. Sesudah mengetahui penjelasan tentang pondasi batu kali, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang harus diketahui.

Kelebihan Pondasi Batu Kali

Ada beberapa kelebihan yang bisa diperoleh ketika rumah atau bangunan menggunakan jenis pondasi rumah batu kali, beberapa di antaranya adalah:

  1. Risiko Kebocoran Lebih Kecil

Keuntungan pertama dari pondasi batu kali adalah rumah rumah yang di bangun di atasnya memiliki risiko banjir atau kebocoran yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya. Ini tentunya bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dibandinkan dengan rumah yang dibangun pada jenis pondasi lain karena lebih rentan terhadap kebocoran gas, banjir dan juga jamur

  1. Menguatkan dan Mempertahankan Masa Bangunan

Batu kali merupakan salah satu jenis pondasi yang awet dan kuat sehingga bangunan yang didirikan di atasnya juga bisa lebih tahan lama jika dibandingkan dengan menggunakan jenis pondasi lainnya meski tidak cocok digunakan untuk jenis pondasi rumah panggung.

  1. Kebutuhan Anggaran Biaya Pembuatan yang Rendah

Sama seperti cara membangun pondasi rumah batu bata, batu kali yang biasanya dipakai untuk mendukung bangunan memiliki konstruksi yang sederhana dan juga berada pada lahan yang stabil. Ukuran kedalaman galian tanah yang sering digunakan berkisar antara 50 sampai 80 cm dengan tambahan pasir dan semen. Mengingat bahan bahan baku yang digunakan untuk membuat pondasi batu kali ini tidak terlalu kompleks, maka biaya yang dibutuhkan untuk membangun pondasi batu kali ini juga tidak terlalu banyak atau lebih rendah dibandingkan dengan beberapa jenis pondasi lainnya.

  1. Waktu Pengerjaan Relatif Cepat

Kelebihan dari jenis jenis batu alam yang digunakan untuk bahan bangunan yakni pondasi batu kali berikutnya adalah waktu pengerjaan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan pondasi lainnya. Pada prinsipnya, konstruksi pondasi batu kali hampir sama dengan batu bata. Namun yang menjadi pembeda hanya dari materialnya saja. Pemasangan pondasi batu kali juga lebih cepat kering dibandingkan pondasi lainnya sehingga lebih cocok digunakan pada rencana pembangunan yang butuh efisiensi waktu yang tinggi.

  1. Mempunyai Konstruksi Lebih Sederhana

Kelebihan lain dari pondasi batu kali adalah konstruksinya yang sederhana dan pengerjaan pondasi juga bisa dilakukan langsung di tempat pembuatan. Dimulai dari penggalian tanah, pembuatan adukan perekat hingga penyusunan batu kali, semuanya dilakukan dengan cara yang sederhana berbeda dengan pondasi lain yang jauh lebih rumit. Karena kemudahan dalam pembuatan pondasi batu kali, maka juga tidak dibutuhkan penggunaan bantuan alat alat berat dalam pembuatannya.

  1. Menahan Goncangan Lebih Baik

Untuk mendukung proyek pembangunan rumah, batu kali biasanya akan dipakai pada ketinggian kurang dari 10 meter seperti untuk cara membangun rumah tahan gempa. Kemampuan batu kali yang bisa menahan beban berat tentu sangat diunggulkan dibandingkan pondasi yang lain hingga sekarang ini.

Terlebih lagi, pemasangan pondasi batu kali yang dikombinasikan dengan teknik pemasangan strauss pile atau bor pile, beton cakar ayam bisa menahan goncangan pada saat terjadi getaran dari dalam tanah atau getaran yang ditimbulkan dari lingkungan sekitar. Selain itu,kekuatan dari pondasi juga bertujuan untuk mengamankan kekokohan berdirinya sebuah bangunan.

  1. Bisa Disesuaikan Dengan Lebar yang Diinginkan

Batu kali jenis batu belah sangat baik digunakan untuk pondasi menerus dan juga pondasi umpak atau tua sebab batu ini biasanya berasal dari letusan batu yang ikut keluar dari perut bumi pada saat terjadi letusan gunung dalam cara membangun rumah secara bertahap.

Batu kali jenis ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan pondasi mengikuti lebar yang diinginkan secara rapi sehingga porsi beban yang diterapkan pada pondasi semakin maksimal.

Jenis batu kali ini sangat baik digunakan untuk pondasi rumah keras, bersih dan tidak lapuk yang nantinya akan dipceah pecah menggunakan palu dengan sisi sisi tajam.

 

Kekurangan Pondasi Batu Kali

Meski memiliki beberapa kelebihan, namun pondasi batu kali juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  1. Menimbulkan Retakan

Pergeseran tanah, akar pohon invasif dan juga gempa bumi yang terjadi bisa menimbulkan masalah serius pada rumah yang dibangun di atas pondasi batu kali sehingga menjadi penyebab dinding rumah retak struktur. Setiap retakan yang terjadi pada pondasi akan menyebabkan masalah besar jangka panjang tang sering sulit atau mahal untuk diperbaiki.

  1. Kurang Bisa Saling Mencengkeram

Kekurangan dari batu kali khususnya batu gunung adalah membuat batu kurang saling mencengkeram antara satu dengan lainnya ketika dipasang. Hal ini disebabkan karena batu kali merupakan kesatuan dari batu bulat yang dipakai untuk membuat pondasi lokasinya terpendam di dalam tanah dan bentuknya yang bulat serta bisa berlumut sehingga kurang melekat ketika digunakan.

Kekurangan Lainnya

Selain beberapa kekurangan batu kali di atas, ada beberapa kekurangan lain yang bisa terjadi ketika menggunakan batu kali sebagai pondasi, seperti:

  • Daya dukung tidak terlalu kuat meski layak digunakan untuk menahan beban bangunan sederhana.
  • Tidak cocok digunakan untuk mendukung bangunan bertingkat.
  • Hanya bisa diaplikasikan pada kondisi tanah di area pembangunan stabil.
  • Tingkat ketahanan tidak terlalu baik khususnya jika sering terendam air.

Demikian ulasan dari kami tentang beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali untuk rumah atau bangunan, semoga bisa menambah informasi khususnya bagi anda yang sedang merencanakan membangun rumah.

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-batu-kali