Admin Ducotile No Comments

Kelebihan Dan Kekurangan Atap Dak Beton

Pembangunan jenis-jenis rumah tinggal biasanya akan mengacu pada desain dan konsep yang akan digunakan. Desain ini akan menentukan pemilihan material hingga atap rumah yang sesuai. Salah satu jenis atap yang cukup populer dalam pembangunan rumah tinggal adalah atap dak beton. Beton merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah yang serba guna. Meskipun sering kali digunakan sebagai material pembuat struktur bangunan, bukan berarti beton tidak dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk material non struktur seperti atap.

Aplikasi atap dak beton memang semakin marak, namun sebelum menggunakan jenis atap ini sebaiknya Anda mengenali terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan atap dak beton. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari penggunaan atap dak beton, yakni:

  • Kelebihan pertama yang dimiliki oleh atap beton adalah atap ini sangat serba guna. Atap dak beton dapat digunakan sebagai lantai, salah satunya diamanfaatkan sebagai pembuatan taman. Anda dapat melihat cara membuat taman diatas atap yang baik dan benar.
  • Mempermudah penambahan lantai. Karena bentuknya yang datar, atap ini dapat mempermudah proses penambahan lantai. Sehingga bila dikemudian hari Anda ingin menambah dua lantai, maka Anda tidak perlu repot-repot membongkar bagian atap.
  • Memiliki daya tahan kuat. Selain multifungsi, jenis atap ini juga termasuk ke dalam atap yang kuat dan tidak mudah rusak. Terlebih menghadapi berbagai macam cuaca serta terpaan angin yang tinggi.
  • Mudah dibersihkan. Membersihkan atap dak beton ternyata terbilang cukup mudah, lho! Cukup dengan menggunakan alat kebersihan rumah dan Anda dapat dengan leluasa membersihkan bagian atap. Selain itu biaya perawatannya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis atap yang lain.
  • Bergaya modern. Atap dak beton merupakan atap modern yang aplikasinya sangat cocok diterapkan pada rumah minimalis sederhana dan berbagai desain rumah minimalis lainnya..
  • Dapat menghalau panas. Dengan menggunakan atap beton, maka suhu udara di dalam ruangan akan tetap terjaga sejuk.
  • Tidak mudah terbakar. Atap dak beton cenderung tidak mudah terbakar. Hal ini dikarenakan oleh penggunaan material beton sebagai bahan dasarnya.
  • Proses finishing mudah. Proses finishing atap dak beton dapat dilapisi dengan warna cat rumah yang indah dan sejuk.

Disamping kelebihan yang dimiliki oleh atap dak beton, terdapat juga berbagai jenis kekurangan yang perlu Anda ketahui. Berikut ini adalah kekurangan atap dak beton, yakni:

  • Proses pembuatan rumit. Sayangnya, proses pekerjaan pembuatan atap dak beton masih tergolong rumit. Sehingga Anda membutuhkan perhitungan yang benar-benar rinci ketika proses pembuatan berlangsung. Selain itu dari segi biaya, pembuatan atap dak beton terbilang mahal dibandingkan dengan jenis-jenis atap rumah lainnya.
  • Menghadirkan banyak limbah. Pada saat proses pembuatan atap, akan menghasilkan banyak limbah pekerjaan berupa cetakan bekisting.
  • Sering kali terjadi kebocoran. Atap dak beton memang dikatakan lebih rentan mengalami kebocoran. Hal ini bisa saja dipicu oleh proses pembuatannya yang kurang sempurna.
  • Mudah diserang lumut. Apabila Anda tidak membersihkan atap ini secara rutin, maka atap akan dengan mudah terserang lumut.
  • Banyak menampung sampah. Karena bentuknya yang datar, atap ini justru menampung banyak sampah seperti sampah daun, plastik dan sebagainya.
  • Kelembaban ruangan tinggi. Pada ruangan yang menggunakan atap dak beton biasanya memiliki tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Sehingga penggunaan atap ini tidak cocok pada ruangan yang sempit. Ruangan ini biasanya dipasangkan macam-macam ventilasi rumah.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/kelebihan-dan-kekurangan-atap-dak-beton

Admin Ducotile No Comments

6 Jenis Genteng untuk Atap Baja Ringan dan Keunggulannya

Membuat rumah tentu saja mempertimbangkan banyak hal, selain dari keamanan dari ukuran, bangunan, developer, arsitektur, serta tingkat kenyamanan dan lokasi. Tentu saja, faktor dari bahan-bahan dalam membangun rumah yang digunakan pun sebagai bahan bangunan itu, turut mempengaruhi kenyamanan dan keamanan. Untuk Anda yang memilih rangka atap baja ringan vs kayu, manakah yang lebih baik? Tentu ada pertimbangan atap rumah berbahan baja ringan. Selain memiliki bahan yang kuat, baja sendiri memiliki banyak keunggulan. Karena setidaknya ada banyak kelebihan atap baja ringan. Anda dapat memilih berbagai jenis genteng untuk atap baja ringan Anda yang kini mulai banyak bermunculan variasinya sebagai berikut.

 

  1. Genteng Berbahan Metal

Jenis genteng yang pertama adalah genteng berbahan metal. Sebenarnya, Anda perlu mengenal jenis genteng metal yang bisa dijadikan referensi. Genteng dari bahan ini cocok dipasang pada kuda-kuda dengan rangka berbahan baja ringan, karena beratnya yang ringan. Genteng ini dapat membuat beban yang dipikul oleh rangka atap menjadi lebih ringan. Genteng berbahan metal akan mengurangi risiko jika memakai dak beton, karena ada juga beberapa kelebihan dan kekurangan atap dak beton. Dibandingkan dengan baja galvanis yang merupakan baja ringan dengan lapisan metal zincalume, teknologi pendukung genteng metal cenderung lebih baru.

Genteng ini memiliki beberapa kelebihan seperti tidak mudah berkarat, karena telah dilapisi oleh bahan anti karat; hemat material karena tiap lembarnya memiliki ukuran yang lebar; genteng ini juga telah dibuat dengan teknologi terbaru sehingga tidak mudah terbakar dan tidak menimbulkan panas, serta terdapat lapisan cat anti lumut. Namun, apabila Anda menggunakan genteng ini, Anda harus memasangnya dengan rapi, agar tidak mengurangi keindahan dari bangunan rumah hunian  mungil maupun luas.

  1. Genteng Berbahan Keramik

Jenis yang kedua adalah genteng keramik. Genteng ini memiliki varian warna yang sangat banyak karena pada saat pembuatan di akhir proses diberi pewarna di bagian lapisan atasnya. Bahan pembuatan utama genteng ini adalah keramik yang cocok di rumah Anda dengan suasana tropis, modern, mediterania atau rumah dengan gaya klasik. Karena lebih tahan lama dari segi keawetan, maka genteng yang dibuat dari bahan keramik cenderung hemat. Selain itu, ketika mengganti atau memasang baru Anda tidak perlu khawatir genteng rusak karena kekuatannya terjamin.

Selain itu, warna dari genteng ini cukup tahan lama karena diproses pada saat keramik dibakar. Namun, pada saat Anda memasangnya, hal ini memerlukan ketelatenan perihal rapat tidaknya jarak antara genteng satu dengan genteng yang lain. Karena apabila jaraknya renggang, bisa jadi rumah Anda akan mengalami kebocoran. Supaya lebih kuat dan indah, maka pelajari juga cara mengecat plafon gypsum sebagai pendukung genteng keramik.

  1. Genteng Beton

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang ketiga adalah genteng beton. Genteng beton merupakan genteng berteknologi dengan pembuatan cara yang kuno. Genteng berbahan beton ini cukup berat, sehingga untuk menampung beratnya memerlukan rangka yang kuat. Supaya kuat, jangan lupa untuk memberikan salah satu dari pelapis anti bocor untuk dak beton pada bagian finishing.

Anda dapat menggunakan genteng ini pada atap berbahan baja ringan, karena jenis ini dapat dengan kuat menahan bebannya. Sehingga rumah hunian Anda dapat tetap terlihat cantik sesuai keinginan. Terpaan angin tidak akan mudah menggoyahkan genteng yang didesain khusus dengan kekuatan serta daya tahan tinggi tersebut.  Namun, genteng ini memiliki tekstur yang kasar dan mudah ditumbuhi lumut pada permukaannya. Apabila retak, maka lakukan cara mengatasi dak beton yang retak supaya tidak menjadi masalah berkepanjangan.

  1. Genteng Aspal

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang keempat adalah genteng aspal. Genteng satu ini memang jarang didengar, namun genteng ini memiliki dua tipe yaitu datar yang terbaut pada triplek dan berbentuk gelombang yang dibuat pada rangka atap. Anda dapat menggunakannya untuk rumah Anda dengan atap berbahan baja ringan, karena memiliki banyak variasi warna.

Genteng aspal ini terbuat dari bahan bubuk kertas, serat organik, resin dan juga aspal. Bahan ini membuat pemasangan menjadi lebih mudah. Kelebihannya adalah genteng ini tidak licin karena terdapat lapisan resin yang juga berfungsi mencegah kebocoran, serta mudah dan praktis dalam pengerjaan. Genteng ini juga dilapisi anti jamur dan tahan api serta tahan dingin. Namun, tentu saja, kualitas pada genteng satu ini juga muncul pada harganya yang relatif mahal.

 

  1. Genteng Polycarbonate

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang kelima adalah genteng polycarbonat. Genteng yang satu ini merupakan salah satu jenis penutup atap rumah yang berbentuk datar dengan berbagai pilihan warna yang bervariasi. Terdapat dua macam genteng yaitu polycarbonat berrongga dan polycarbonat bergelombang tanpa rongga. Atap dengan genteng ini biasanya digunakan untuk atap garasi kanopi atau atap tambahan.

Cara untuk mengetahui kekuatan atau kualitas dari genteng polycarbonat ketika membeli adalah dengan menekan bagian penampang yang berongga secara kuat. Genteng berkualitas buruk akan mengalami perubahan ketika ditekan keras. Sebaliknya, jika genteng berkualitas baik maka tidak akan berubah bentuk maupun teksturnya. Genteng dengan jenis satu ini dapat meredam radiasi matahari dan mudah didapat di toko bangunan manapun. Selain itu, dalam proses pemasangannya juga cepat dan mudah. Genteng jenis satu ini juga kedap air, tetapi pada jenis yang berongga rentan terhadap jamur dan sulit dibersihkan.

  1. Genteng Berbahan Sirap

Jenis yang keenam adalah genteng sirap. Genteng ini adalah salah satu dari jenis atap rumah yang tidak panas. Nama lain sirap adalah kayu bulian, sementara sebagian orang menyebutnya dengan kayu besi. Istilah sirap, ulin, atau bulian sendiri berasal dari Kalimantan terutama di daerah hutan hujan. Karena tumbuh di daerah dengan kelembapan tinggi, perubahan suhu ekstrim dan pengaruh dari air laut maka kekuatan kayu benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Hal inilah yang membuat banyak orang memanfaatkannya untuk membuat rumah, bantalan kereta api, bahkan jembatan.

Bentuk atap berbahan sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Setelah pengekploitasian kayu ulin ini secara besar-besaran, pemerintah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin untuk menjaga kelestarian lingkungan. Atap dengan jenis ini bersifat isolasi terhadap panas dan merupakan bahan yang ringan. Namun, pada saat proses pemasangan cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan semakin bertambah.

Nah, itu dia jenis-jenis genteng untuk atap baja ringan yang dapat Anda pilih ketika akan membangun rumah pribadi atau jika ingin membuat rumah kost. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kualitas dan jenis rumah serta mempertimbangkan kelebihan yang telah dijelaskan di atas serta kelemahan atap baja ringan sebagai referensi.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/jenis-genteng-untuk-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Tidak hanya jenis-jenis atap rumah yang semakin lama selalu berkembang, namun perkembangan industri atap juga mengembangkan inovasi terhadap rangka atap. Salah satunya adalah rangka atap baja ringan yang merupakan sebuah terobosan baru dari struktur atap yang terbuat dari baja dengan kekuatan yang baik namun memiliki bobot yang ringan. Baja yang dimaksud disini adalah baja dengan tipe cold rolled coil (CRC) dimana mutu yang dimiliki sangat tinggi dengan kekuatan tarik 550 Mpa serta memiliki bentuk profil yang menyerupai huruf C atau pun O. Elemen-elemen utama penyusun rangka baja adalah kuda-kuda, bracing, reng, baut, dinabolt serta talang jurai.

Baja ringan merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah, dimana rangka atap baja semakin diminati karena memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan atap baja konvensional. Keuntungan tersebut diantaranya adalah :

  • Karena bobotnya yang ringan, maka penggunaan rangka atap baja dapat membantu mengurani beban kepada struktur bangunan.
  • Berbeda dengan baja lain, baja ini di desain untuk lebih tahan karat sehingga pada tahap akhir tidak membutuhkan finishing cat.
  • Pemakaian untuk skala yang panjang tidak akan menurunkan mutu baja ringan.
  • Material ini termasuk ke dalam salah satu material ramah lingkungan serta tidak terpengaruh terhadap serangan dari rayap.
  • Karena bobotnya yang ringan, proses pemasangan atap ini sangat mudah dan juga cepat.

Atap baja ringan sangat fleksibel dan cocok diaplikasikan diberbagai jenis-jenis rumah tinggal seperti rumah minimalis sederhana. Jika Anda hendak menggunakan atap baja ringan, maka sebelumnya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu berapa luasan ukuran yang Anda butuhkan. Mengapa hal ini penting? Karena perhitungan yang keliru akan membuat proses pemasangan menjadi lebih lama dari target yang ditentukan. Selain itu, secara finansial Anda akan mengalami kerugian karena material yang dibeli tidak sesuai dengan anggaran. Ini bukan termasuk salah satu tips hemat membangun rumah. Oleh karena itu, cara menghitung kebutuhan atap baja ringan harus dilakukan dengan cermat dan seksama.

Untuk menghitung kebutuhan memasang rangka atap baja ringan terdapat dua metode. Anda dapat menggunakan perhitungan secara manual atau pun menghitung dengan menggunakan aplikasi yang sudah disediakan. Cara perhitungan secara manual cukup sederhana tetapi membutuhkan ketelitian yang tinggi supaya tidak terjadi kesalahan perhitungan. Berikut ini adalah beberapa rumus dan contoh soal yang digunakan sebagai cara menghitung kebutuhan atap baja ringan. Simak!

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Menghitung atap baja ringan tidaklah sulit. Umumnya, rangka atap baja ringan dihitung dengan menggunakan satuan meter persegi. Rumus yang digunakan untuk menghitung volume rangka atap baja ringan adalah sebagai berikut :

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Dengan contoh soal sebagai berikut :

Ani baru saja membeli sebuah rumah dengan ukuran 8 x 8 meter, dimana masing-masing atapnya memiliki overstek dengan panjang 1 meter dimana kemiringan atap yang dimiliki adalah berkisar 35 derajat. Berdasarkan data-data tersebut, maka volume rangka atap baja ringan dari rumah tersebut adalah?

 

Diketahui :

  • Panjang bangunan = 8 + 1 + 1        = 10 m
  • Lebar bangunan = 8 + 1 + 1            = 10 m
  • Derajat kemiringan = cos 35          = 0,819

Maka volume dari rangka atap baja ringan adalah =

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Volume = 10 x 10 / 0,819 = 122 m2

Mudah bukan? Setelah Anda mendapatkan volume dari rangka atap baja ringan, maka Anda dapat menghitung kebutuhan material yang akan Anda gunakan. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan genteng metal (uk. 2×4) 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 1.62

Sehingga menjadi    = 122 x 1,62  = 197,64 atau 198 lembar genteng metal daun dengan ukuran 2×4

  1. Kebutuhan baja ringan 
  • Canal atau Kaso 

Rumus yang digunakan adalah : (Luas atap miring x 4) / 6 

Sehingga menjadi  =  (122 x 4) / 6   =  81 batang kaso

  • Reng

Rumus yang digunakan adalah : banyak kaso x 1,2 

Sehingga menjadi  =  81 x 1,2   =  97 batang reng

  1. Kebutuhan sekrup
  • Sekrup genteng

Rumus yang digunakan adalah : Jumlah genteng x 12 

Sehingga menjadi  =  198 x 12  =  2.376 buah

  • Sekrup baja 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 20

Sehingga menjadi   =  122 x 20  = 2.440 buah

 

Gambaran diatas ini merupakan perhitungan secara umum dan sederhana. Hasil akhir dapat berubah-berubah sesuai dengan analisa dari masing-masing aplikator. Tidak begitu sulit bukan cara menghitung kebutuhan atap baja ringan? Jika ingin hasil yang lebih akurat, Anda dapat meminta bantuan dari tenaga ahli untuk menghitungnya.

Ketika hendak membangun atap baja ringan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Diantaranya adalah :

  • Bagian dudukan rangka harus diperhatikan secara teliti, karena apabila letaknya miring maka akan berpengaruh terhadap kekuatan tekanan pada baja. Keseimbangan akan berkurang sehingga berpengaruh terhadap konstruksi.
  • Jangan lupa untuk memastikan setiap sambungan terpasang dengan benar. Anda dapat membuat gambar kerja sebagai pemandu proses pelaksanaan.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/cara-menghitung-kebutuhan-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

10 Cara Membuat Pondasi Rumah Tingkat yang Kokoh

Pondasi rumah merupakan bagian yang memang tidak terlihat dari rumah namun sangat penting untuk sebuah hunian. Tanpa adanya pondasi yang kokoh, maka rumah tidak akan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Untuk itu, pembuatan pondasi rumah tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan bagian rumah lainnya.

Ketika anda membangun rumah dengan satu tingkat, maka sudah butuh pondasi yang kokoh serta kuat apalagi pondasi rumah bertingkat yang harus lebih diperkuat dibandingkan dengan satu lantai. Berikut ini adalah beberapa cara membuat pondasi rumah tingkat paling mendasar yang kami ambil dari berbagai sumber.

  1. Perhatikan Struktur Tanah

Cara membuat pondasi rumah tingkat yang pertama harus memperhatikan struktur tanah apakah berpasir atau tidak dan permukaan landai atau tidak. Tanah yang berpasir dan juga lunak butuh pondasi yang lebih kuat seperti cakar ayam atau pondasi yang dibuat dengan tapal lebar agar bisa lebih mencengkeran tanah. Untuk lantai dengan kontur yang tidak rata seperti batu atau paras membutuhkan pondasi kuat untuk mengikuti naik dan turunnya pola tanah tersebut sehingga pemilihan jenis pondasi rumah benar benar harus diperhatikan dengan baik.

  1. Penggunaan Bahan

Semen, pasir dan juga batu menjadi tiga bahan material yang sangat penting untuk membuat cara membangun pondasi rumah ditambah juga dengan kerangka besi. Pastikan untuk memilih semen yang berkualitas seperti semen Gresik, Holcim dan lain sebagainya.

Sedangkan batu yang dipilih untuk pondasi rumah tingkat juga harus benar benar kuat seperti batu kali, batu gunung dan sebagainya. Pasir sungai yang berwarna hitam tanpa lumpur juga menjadi bahan yang sangat kuat untuk pondasi rumah dua lantai. Sedangkan untuk besi kerangka yang bebas karat jika diperlukan harus dilapisi cat anti karat lebih duli supaya pondasi rumah bisa lebih awet hingga ratusan tahun.

  1. Melihat Denah dan ukuran Rumah yang Akan Dibangun

Hal ini juga menjadi dasar atau patokan ketika pertama kali ingin membuat pondasi sebelum melakukan tahap selanjutnya. Meski memang tidak ada denah seperti yang dibuat oleh arsitek, namun setidaknya sketsa yang membentuk sebuah rumah bisa anda lakukan.

  1. Membuat Bowplank

Membuat blowplank berguna sebagai patokan atau pedoman dalam membuat pondasi, menentukan titik tengah kolom dan juga dinding serta dari blowplank tersebut, anda bisa menyiku dinding dengan membuat sudut 90 derajat berbeda dengan cara membuat pondasi pagar rumah. Dalam membuat blowplank harus disesuaikan dengan ukuran dari denah rumah dan ditentukan dengan benar titik kolom setiap ruangan memakai paku serta benang.

  1. Menggali Pondasi

Pekerjaan selanjutnya yang harus dilakukan adalah menggali pondasi. Kedalaman pondasi bisa dibuat sedalam 40 hingga 50 cm dan lebar sekitar 30 hingga 40 cm atau sesuai dengan kebutuhan sebagai dasar cara menghitung volume pondasi. Kedalaman tersebut juga dipengaruhi dengan tekstur tanah. Apabila tekstur tanah keras, maka ukuran tersebut sudah bisa dikatakan cukup. Akan tetapi jika tanah bertekstur remah atau lembut, maka penggalian pondasi harus dilakukan lebih dalam dan penambahan terucut pada sepanjang garis pondasi di bagian bawah.

  1. Memasang Pondasi

Sesudah menggali pondasi selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah memasang pondasi dengan batu kali atau batu bata merah berbeda dengan pondasi rumah panggung. Pemakaian bahan bahan tersebut juga disesuaikan dengan ketersediaan material di masing masing daerah. Jika tidak ada batu kali, maka bisa diganti dengan batu bata merah. Namun untuk sekarang ini, pembuatan pondasi rumah atau perumahan lebih banyak menggunakan batu bata dibandingkan dengan batu kali.

Pemasangan batu bata untuk pondasi harus disesuaikan dengan titik atau benang yang sudah ditentukan pada bowplank. Umumnya ini memakai ukuran kedalaman seperti di atas dan dipasang batu setinggi 4 lapis bata merah. Teknik memasang batu bata untuk pondasi berbentuk hampur segitiga, lapisan bawah yang melebar dan untuk ke atas pasangan satu batu bata seukuran 20 cm.

  1. Pemasangan Besi

Sesudah selesai memasang seluruh batu bata, maka akan dilanjutkan dengan memasang besi yang sudah dianyam dengan kawat ikat. Masing masing ujung besi harus dibengkokkan atau dihak dan dikaitkan dengan besi pondasi pelat setempat atau tiang kolom. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebab dinding rumah retak struktur

 

  1. Pemasangan Begisting

Cara selanjutnya adalah pemasangan begisting untuk sloof memakai papan dengan ukuran 400 cm x 20 cm x 2 cm. Pemasangan tersebut haruslah rapi dan kuat sehingga tidak rusak atau jebol karena tekanan adukan cor ketika pengecoran sloof.

  1. Pemasangan Sloof

Jika semua pasangan batu bata sudah selesai, maka akan dilanjutkan dengan memasang sloof yang berfungsi sebagai penahan beban, untuk menyatukan pondasi dan perekat besi kolom. Pada saat melakukan pengecoran sloof, hal yang harus diperhatikan adalah kematangan coran dan letak titi dari kolom.

Besi kolom bisa dipasang bersamaan ketika pengecor sloof atau bisa diganti dengan memasang stik atau besi pendek pada setiap titik kolom. Ketika melakukan pengecoran sloof, permukaan bagian atas harus rapi, rata dan juga sejajar dengan papan begisting. Besi juga harus benar benar tertutup dengan adukan cor sehingga air tidak masuk dan merusak besi ketika terkena air hujan dan besi juga tidak berkarat.

  1. Perhatikan Beban yang Harus Ditopang Pondasi

Beban yang harus ditopang oleh pondasi juga harus diperhatikan sama pentingnya seperti cara menghitung volume galian tanah. Ini meliputi benda mati yakni beban sendiri dan konstruksi bangunan yang bersifat tetap, beban hidup yakni penghuni, perabot dan lain lainnya yang bersifat tidap tetap, beban gempa, beban angin dan lain sebagainya. Material yang lebih ringan membuat bobot bangunan juga lebih ringan.

Sebagai contoh, rumah tingkat papan tentu jauh lebih ringan dibandingkan rumah yang memiliki dinding batu bata dengan dak beton. Bangunan dengan kombonasi rangka atap kayu dan genteng tanah liat juga tentu lebih berat dibandingkan dengan bangunan yang memakai rangka baja ringan dan genteng metal.

Demikian ulasan singkat dari kami tentang cara membuat pondasi rumah tingkat yang paling sederhana. Beberapa cara ini sangat berguna dalam pembuatan rumah tingkat tahap awal agar bangun bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama. Semoga bisa bermanfaat.

Sumber : https://rumahlia.com/desain/cara-membuat-pondasi-rumah-tingkat

Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Batu Kali

Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan dan juga kondisi tanah di sekitar bangunan. Sedangkan untuk kedalaman pondasi akan ditentukan dari letak tanah padat yang mendukung pondasi. Jika terletak di tanah miring lebih dari 10%, maka pondasi bangunan harus dibuat rata atau dibentuk tangga dengan bagian bawah dan atas yang rata. Jenis pondasi sendiri terdiri dari dua yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam.

ads

Pondasi dangkal merupakan pondasi yang dipakai pada kedalaman 0.8 hingga 1 meter sebab daya dukung tanah sudah mencukupi. Pndasi dangkal, langsung atau stahl ini biasa memakai material batu kali, batu gunung atau beton tumbuk yang masing masing memiliki plus minus berbeda. Untuk ulasan kali ini, kami akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang sangat penting untuk anda ketahui.

Apakah Pondasi Batu Kali?

Pondasi batu kali merupakan jenis pondasi yang terbuat dari struktur batu kali yang disusun sehingga menjadi bangunan yang lebih kokoh untuk menopang beban di atasnya seperti hunian atau rumah. Cara membangun pondasi rumah batu kali mempunyai kedalaman antara 60 sampai 80 cm dengan lebar yang disesyaikan dengan kedalaman pondasi.

Jenis pondasi ini bisa dan kuat untuk menopang rumah yang mempunyai beban tidak terlalu berat seperti rumah berlantai satu. Sesudah mengetahui penjelasan tentang pondasi batu kali, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang harus diketahui.

Kelebihan Pondasi Batu Kali

Ada beberapa kelebihan yang bisa diperoleh ketika rumah atau bangunan menggunakan jenis pondasi rumah batu kali, beberapa di antaranya adalah:

  1. Risiko Kebocoran Lebih Kecil

Keuntungan pertama dari pondasi batu kali adalah rumah rumah yang di bangun di atasnya memiliki risiko banjir atau kebocoran yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya. Ini tentunya bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dibandinkan dengan rumah yang dibangun pada jenis pondasi lain karena lebih rentan terhadap kebocoran gas, banjir dan juga jamur

  1. Menguatkan dan Mempertahankan Masa Bangunan

Batu kali merupakan salah satu jenis pondasi yang awet dan kuat sehingga bangunan yang didirikan di atasnya juga bisa lebih tahan lama jika dibandingkan dengan menggunakan jenis pondasi lainnya meski tidak cocok digunakan untuk jenis pondasi rumah panggung.

  1. Kebutuhan Anggaran Biaya Pembuatan yang Rendah

Sama seperti cara membangun pondasi rumah batu bata, batu kali yang biasanya dipakai untuk mendukung bangunan memiliki konstruksi yang sederhana dan juga berada pada lahan yang stabil. Ukuran kedalaman galian tanah yang sering digunakan berkisar antara 50 sampai 80 cm dengan tambahan pasir dan semen. Mengingat bahan bahan baku yang digunakan untuk membuat pondasi batu kali ini tidak terlalu kompleks, maka biaya yang dibutuhkan untuk membangun pondasi batu kali ini juga tidak terlalu banyak atau lebih rendah dibandingkan dengan beberapa jenis pondasi lainnya.

  1. Waktu Pengerjaan Relatif Cepat

Kelebihan dari jenis jenis batu alam yang digunakan untuk bahan bangunan yakni pondasi batu kali berikutnya adalah waktu pengerjaan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan pondasi lainnya. Pada prinsipnya, konstruksi pondasi batu kali hampir sama dengan batu bata. Namun yang menjadi pembeda hanya dari materialnya saja. Pemasangan pondasi batu kali juga lebih cepat kering dibandingkan pondasi lainnya sehingga lebih cocok digunakan pada rencana pembangunan yang butuh efisiensi waktu yang tinggi.

  1. Mempunyai Konstruksi Lebih Sederhana

Kelebihan lain dari pondasi batu kali adalah konstruksinya yang sederhana dan pengerjaan pondasi juga bisa dilakukan langsung di tempat pembuatan. Dimulai dari penggalian tanah, pembuatan adukan perekat hingga penyusunan batu kali, semuanya dilakukan dengan cara yang sederhana berbeda dengan pondasi lain yang jauh lebih rumit. Karena kemudahan dalam pembuatan pondasi batu kali, maka juga tidak dibutuhkan penggunaan bantuan alat alat berat dalam pembuatannya.

  1. Menahan Goncangan Lebih Baik

Untuk mendukung proyek pembangunan rumah, batu kali biasanya akan dipakai pada ketinggian kurang dari 10 meter seperti untuk cara membangun rumah tahan gempa. Kemampuan batu kali yang bisa menahan beban berat tentu sangat diunggulkan dibandingkan pondasi yang lain hingga sekarang ini.

Terlebih lagi, pemasangan pondasi batu kali yang dikombinasikan dengan teknik pemasangan strauss pile atau bor pile, beton cakar ayam bisa menahan goncangan pada saat terjadi getaran dari dalam tanah atau getaran yang ditimbulkan dari lingkungan sekitar. Selain itu,kekuatan dari pondasi juga bertujuan untuk mengamankan kekokohan berdirinya sebuah bangunan.

  1. Bisa Disesuaikan Dengan Lebar yang Diinginkan

Batu kali jenis batu belah sangat baik digunakan untuk pondasi menerus dan juga pondasi umpak atau tua sebab batu ini biasanya berasal dari letusan batu yang ikut keluar dari perut bumi pada saat terjadi letusan gunung dalam cara membangun rumah secara bertahap.

Batu kali jenis ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan pondasi mengikuti lebar yang diinginkan secara rapi sehingga porsi beban yang diterapkan pada pondasi semakin maksimal.

Jenis batu kali ini sangat baik digunakan untuk pondasi rumah keras, bersih dan tidak lapuk yang nantinya akan dipceah pecah menggunakan palu dengan sisi sisi tajam.

 

Kekurangan Pondasi Batu Kali

Meski memiliki beberapa kelebihan, namun pondasi batu kali juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  1. Menimbulkan Retakan

Pergeseran tanah, akar pohon invasif dan juga gempa bumi yang terjadi bisa menimbulkan masalah serius pada rumah yang dibangun di atas pondasi batu kali sehingga menjadi penyebab dinding rumah retak struktur. Setiap retakan yang terjadi pada pondasi akan menyebabkan masalah besar jangka panjang tang sering sulit atau mahal untuk diperbaiki.

  1. Kurang Bisa Saling Mencengkeram

Kekurangan dari batu kali khususnya batu gunung adalah membuat batu kurang saling mencengkeram antara satu dengan lainnya ketika dipasang. Hal ini disebabkan karena batu kali merupakan kesatuan dari batu bulat yang dipakai untuk membuat pondasi lokasinya terpendam di dalam tanah dan bentuknya yang bulat serta bisa berlumut sehingga kurang melekat ketika digunakan.

Kekurangan Lainnya

Selain beberapa kekurangan batu kali di atas, ada beberapa kekurangan lain yang bisa terjadi ketika menggunakan batu kali sebagai pondasi, seperti:

  • Daya dukung tidak terlalu kuat meski layak digunakan untuk menahan beban bangunan sederhana.
  • Tidak cocok digunakan untuk mendukung bangunan bertingkat.
  • Hanya bisa diaplikasikan pada kondisi tanah di area pembangunan stabil.
  • Tingkat ketahanan tidak terlalu baik khususnya jika sering terendam air.

Demikian ulasan dari kami tentang beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali untuk rumah atau bangunan, semoga bisa menambah informasi khususnya bagi anda yang sedang merencanakan membangun rumah.

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-batu-kali

Admin Ducotile No Comments

11 Trik Menyulap Rumah Biasa Menjadi Mewah

Memiliki rumah minimalis sederhana atau berbagai jenis-jenis rumah tinggal lainnya terlalu lama, terkadang membuat Anda membutuhkan nuansa baru. Salah satunya adalah, kebanyakan orang ingin menata rumahnya menjadi tampak seolah mewah. Namun Anda akan merasa gamang karena tidak ingin mengeluarkan banyak uang sebagai kcara membangun rumah dengan dana minim. Membuat rumah tampak mewah membutuhkan dana yang besar. Seperti itukah? Sebenarnya, teori ini tidak selalu benar. Ada beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan tanpa perlu melibatkan banyak uang di kantong Anda. Penasaran? Berikut ini adalah cara menyulap rumah biasa menjadi mewah. Simak!

Menyulap Rumah Biasa Menjadi Mewah

Merubah rumah biasa menjadi mewah dapat dilakukan dengan berbaga elemen. Mulai dari ruang tamu Anda, kamar tidur, kamar mandi, lantai, dekorasi dan sebagainya. Untuk melakukan hal tersebut, Anda tidak perlu melakukan pembongkaran pada rumah Anda. Cukup melakukan beberapa tips sederhana seperti menata perabot dan sebagainya. Berikut ini adalah daftar cara menata rumah yang dapat Anda lakukan, yakni :

  1. Meletakkan barang pada tempatnya

Yang dimaksud dengan meletakkan barang yang tepat adalah menempatkan dekorasi ruangan sesuai dengan tema mewah yang akan Anda angkat. Dekorasi ini dapat berupa patung kuningan, guci klasik, vas bunga dan masih banyak lagi. Dengan penambahan ini, maka rumah Anda akan tampil lebih elegan. Jangan lupa buang barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi supaya rumah nampak lebih luas.

  1. Permainan tirai jendela

Tirai rumah ternyata dapat menjadi elemen penting untuk tampilan rumah mewah. Anda dapat memasang tirai ini pada ruang tamu dan pilihlah warna-warna indah yang dapat memberikan dampak elegan. Dengan begitu, tirai akan menaikkan tampilan ruang tamu rumah Anda pada level yang berbeda.

  1. Warna cat rumah 

Salah satu daya tarik dari rumah mewah adalah warna cat rumah elegan miliknya. Oleh karena itu, memunculkan kesan mewah dapat dilakukan dengan memilih warna dinding yang tepat. Contohnya adalah warna putih, dimana warna putih dapat memberikan kesan ruang yang bersih dan luas. Warna furnitur pun diselaraskan dengan warna dinding supaya tampil lebih selaras. Biasanya, rumah mewah mengacu pada warna-warna merah, hitam, dan elegan karena memberikan kesan seperti glamor dan elegan.

  1. Inovasi rak buku 

Rak buku merupakan cara lain untuk menyulap rumah Anda menjadi mewah. Karena rak buku akan memberikan tampilan yang berkelas dan sangat indah untuk pengunjung rumah Anda. Pilihlah rak buku yang sesuai dengan penempatan serta ukuran ruang yang tersedia.

  1. Relief tembok

Pada rumah mewah, terkadang Anda suka menemukan tembok rumah yang diberikan relief bukan? Tahukah Anda, bahwa menambahkan relief tersebut dapat memberikan kesan mewah. Relief dapat dibuat dengan material batu alam, dimana terdapat banyak pilihan yang dapat Anda tuju. Perpaduan batu alam akan menciptakan suatu kombinasi yang mewah dan unik serta beda dibandingkan dengan rumah-rumah lainnya.

  1. Kaca jendela

Mungkin Anda menganggap sebelah mata dengan kaca jendela rumah. Padahal, kaca jendela dapat menaikan tampilan rumah Anda menjadi mewah. Kaca jendela rumah Anda dapat diberikan inovasi seperti menghiasnya menggunakan grafir atau pun kaca patri.

  1. Ciptakan suasana outdoor dalam ruangan 

Sangat indah rasanya jika Anda dapat merasakan kesan natural dan alami padahal Anda berada di dalam ruangan. Hal inilah yang biasa ditemukan pada rumah mewah. Untuk membawa kesan outdoor ke dalam rumah, caranya cukup sederhana. Anda dapat mendekorasi rumah dengan tanaman-tanaman hias yang indah dimana baik sebagai cara membersihkan rumah dari energi negatif.

  1. Sentuhan buah-buahan

Tidak hanya memberikan penambahan bunga atau pun tanaman hias, penambahan buah-buahan di dalam rumah juga dapat memberikan kesan mewah. Hiasi dapur dengan mangkuk berisikan buah-buah segar dan lezat seperti anggur, apel dan sebagainya. Tak hanya di dapur, mangkuk tersebut juga dapat disajikan di ruang tamu atau ruang keluarga jikalau ada tamu yang datang berkunjung.

  1. Pencahayaan yang baik 

Pencahayan memang faktor penting dalam sebuah rumah karena dapat memberikan nilai tersendiri. Selain itu, salah satu ciri dari rumah mewah adalah memiliki pencahayaan rumah yang baik. Baik yang dimaksud bisa berasal dari pencahayaan alami yakni dari sinar matahari yang masuk ke dalam rumah atau pun cahaya buatan yang berasal dari cahaya lampu.

  1. Cetakkan pada langit

Agar menambah kesan mewah pada rumah cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mendekorasi langit-langit rumah. Tekniknya adalah dengan menggunakan cetakan yang dapat memberikan kesan elegan dan rumah tidak terlihat polos. Pilihlah motof yang sesuai dan tidak terlalu berlebihan.

  1. Sentuhan kain 

Tidak hanya dengan pewarnaan dinding rumah atau pun pemilihan material, permainan kain dalam ruangan juga dapat memberikan dampak yang berbeda. Contohnya adalah, Anda dapat memberikan penambahan kain seperti sutra, berludru atau pun linen pada bagian interior rumah sehingga kesan mewah semakin terasa.

Demikianlah cara menyulap rumah biasa menjadi mewah yang dapat Anda lakukan. Selamat mencoba!

Sumber : https://rumahlia.com/desain/menyulap-rumah-biasa-menjadi-mewah

 

 

Admin Ducotile No Comments

Mengintip 5 Agar Cat Tidak Mudah Mengelupas

Cat rumah memiliki peranan tersendiri dalam menghias berbagai jenis-jenis rumah tinggal. Cat rumah dapat mendukung konsep yang ingin Anda usung di dalam hunian tersebut. Apakah ingin menghadirkan nuansa yang ceria dan hangat atau ingin menampilkan nuansa yang tenang? Semuanya tergantung pada Anda. Namun pekerjaan cat dinding rumah tidak hanya selesai ketika cat sudah diaplikasikan pada seluruh ruangan. Namun perlu adanya perawatan pula pada cat. Mengapa demikian? Sebab cat dinding tersebut dapat mengalami masalah. Salah satunya adalah cat dinding mengelupas. Cat rumah yang mengelupas tidak terjadi hanya begitu saja, namun ada penyebab yang membuat cat ini menjadi mengelupas. Apa sajakah penyebabnya? Berikut ini adalah beberapa penyebab cat mengelupas, yakni: Kualitas cat rendah. Penyebab pertama yang dapat membuat cat mengelupas adalah rendahnya kualitas cat yang digunakan. Ini bisa saja terjadi karena konsentrasi resin pada cat yang tidak seusai dengan standar. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, Anda juga perlu menggunakan cat yang berkualitas.

  • Permukaan dinding kotor. Kondisi dinding kotor sebelum di cat ternyata juga dapat menjadi penyebab mengapa cat dapat mengelupas. Terlebih jika kondisi dinding juga berminyak. Hal ini dapat memicu terjadinya pengelupasan.
  • Dan lain-lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi cat dinding yang mengelupas? Apakah ada langkah-langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengembalikan cat dinding menjadi lebih indah. Tenang! Kami akan membahasnya bersama dengan artikel ini. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang dapat Anda lakukan agar cat tidak mudah mengelupas, yakni:

  1. Membersihkan dinding yang akan di cat

Cara pertama yang perlu Anda lakukan agar cat tidak cepat mengelupas adalah membersihkan terlebih dahulu dinding yang akan di cat. Dinding tersebut harus dipastikan apakah sudah bersih dari kotoran seperti debu atau belum. Anda dapat membersihkannya menggunakan alat kebersihan rumah berupa. Singkirkan barang-barang tidak perlu yang menancap pada dinding seperti bekas isolasi, paku dan sebagainya. Setelah itu barulah Anda dapat memulai proses pengecatan rumah. Namun, hasil akhir pengecatan akan lebih sempurna jika memang pada saat proses pembuatan dinding sudah rata dari awal. Maka dari itu, penting untuk melakukan kontrol ketika Anda hendak membangun macam-macam dinding rumah. Apabila terdapat lubang pada dinding rumah, tutup lubang tersebut dengan menggunakan dempul atau semen kering sebelum Anda mengecatnya.

  1. Menggunakan cat khusus eksterior

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan cat dinding mengelupas adalah Anda tidak menggunakan jenis cat dinding yang tepat. Contohnya, apabila Anda ingin mengecat bagian luar rumah dengan menggunakan warna cat rumah yang elegan, pilihlah jenis cat eksterior. Cat ini dibuat secara khusus dengan daya tahan yang jauh lebih lama dibandingkan cat interior. Maka dari itu, jenis cat ini sangat cocok digunakan untuk melengkapi material fasade bangunan yang digunakan. Selain itu, cat ini juga jauh lebih sempurna dan dapat menahan cuaca yang ekstrim, kotoran hingga jamur.

  1. Menyesuaikan cat dengan bahan dinding

Jika Anda ingin mengecat rumah, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis cat tembok yang sesuai dengan material penutup dinding yang Anda gunakan. Cat tembok untuk melapisi jenis kayu konstruksi tentunya akan berbeda dengan cat tembok yang digunakan untuk melapisi dinding batu alam. Karakteristik cat juga biasanya menyesuaikan dengan ruangan tersebut. Cat dinding pada bagian luar rumah cenderung lebih tebal dibandingkan dengan cat dinding di dalam rumah.

 

  1. Menggunakan warna cat yang cerah

Penggunaan warna cerah juga sangat direkomendasikan pada hunian Anda. Warna cat rumah yang indah dan sejuk dapat mempengaruhi visual ruangan serta orang-orang yang melihatnya. Warna cerah lebih direkomendasikan karena di dalam warna tersebut terdapat pigmen yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan warna-warna gelap. Pigmen inilah yang membuat risiko cat pudar lebih cepat akan semakin berkurang. Warna yang dapat Anda gunakan tersebut diantaranya adalah warna kuning, merah muda, putih, hijau soft dan sebagainya.

  1. Mengecat dinding dengan roller

Agar cat tidak mengelupas, proses pengecatan dinding harus dilakukan dengan benar. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat mengecat yang tepat, yakni jenis roller saja. Tidak hanya memberikan hasil yang lebih baik, alat ini juga mempercepat proses pekerjaan. Gunakan pola pengecatan menyerupai huruf “WS” atau pun “MS”. Jangan lupa untuk melakukan pengecatan dari sisi dinding yang telah kering agar menghilangkan jejak roller tersisa pada dinding. Ingatlah untuk menghindari penggunan kuas yang memiliki bulu pendek, sebab jenis kuas ini tidak dapat menyerap cat dengan begitu baik dan dapat meninggalkan bekas pada dinding.

Demikianlah beberapa tips dan trik sebagai cara agar cat tidak mudah mengelupas yang baik dan benar serta wajib Anda ketahui dan pelajari. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Summer : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/agar-cat-tidak-mudah-mengelupas

 

Admin Ducotile No Comments

8 Material Penutup Dinding pada Rumah Tinggal

Dinding merupakan salah satu elemen konstruksi rumah yang memiliki peran penting. Tidak hanya itu, mendesain sebuah dinding rumah juga dapat dijadikan sebagai cara menyulap rumah biasa menjadi mewah. Daya tarik rumah akan meningkat ketika dinding rumah Anda dilapisi dengan berbagai material dinding yang indah dan rupawan. Selain itu trik ini juga dapat diterapkan di berbagai jenis-jenis rumah tinggal dnegan berbagai macam konsep. Jadi Anda tidak akan selalu ketergantungan menggunakan warna cat rumah elegan untuk meningkatkan keindahan rumah. Berikut ini adalah daftar material penutup dinding yang dapat Anda gunakan, simak!

  1. Batu Alam

Untuk Anda yang menginginkan rumah dengan nuansa alami dan kesan natural, batu alam lah material yang wajib Anda gunakan. Batu alam merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah yang dapat memberikan kesan natural dan tampilan yang dekoratif karena setiap batu memiliki motif yang berbeda. Variasi jenis serta cara pemasangannya dapat menghasilkan berbagai macam pola dan motif yang menguatkan alasan mengapa batu alam wajib dimiliki dalam sebuah hunian. Namun pemakaian batu ini diutamakan untuk ruangan-ruangan utama dan bagian depan rumah. Salah satu jenis batu alam yang dapat Anda gunakan adalah batu paliman. Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan batu paliman sebagai referensi.

  1. Kayu

Siapa yang tidak mengenal material ini. Kayu sangat populer, tidak hanya sebagai material konstruksi bangunan namun juga sebagai bahan dasar perabotan dan sebagainya. Tidak hanya pada rumah minimalis sederhana kayu juga dapat ditemukan pada bangunan rumah mewah hingga desain rumah modern eropa. Kayu dapat digunakan sebagai material penutup dinding dengan berbagai macam cara. Anda bisa menata kayu dalam jajaran horizontal dalam berbagai variasi ketebalan. Fasad rumah akan tampak jauh lebih menarik dan indah. Selain itu, Anda juga dapat memainkan kayu dalam versi vertikal dan sebagainya. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai lantai rumah, Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan lantai kayu sebagai informasi.

  1. Beton

Bangunan yang menggunakan material penutup dinding beton sekarang sudah tidak terhitung jumlahnya. Biasanya pemiliki rumah memfurnish beton dengan menggunakan cat atau bahkan tanpa di poles sama sekali. Namun bagaimana jika rumah Anda terbuat dari batu bata namun fasad yang diinginkan adalah beton?  Gampang sekali! Cukup dengan memberikan lapisan semen pada dinding Anda. Perlu diingat bahwa lapisan semen ini dapat dibentuk atau dibuat motif sesuai dengan keinginan Anda. Anda dapat membuatnya bertekstur halus atau pun licin, dibuat dengan modul persegi dan sebagainya atau juga dibuat bertekstur. Caranya pun mudah. Cukup campurkan biji-biji atau kerikil ke dalam adukan semen, kemudian oleskan adukan tersebut pada dinding. Tunggu sampai kering dan hasil yang Anda inginkan pun telah di dapatkan.

  1. Marmer

Menggunakan marmer sebagai material dinding bukan suatu hal yang baru dan langkah. Aplikasi marmer pada rumah biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan kelas atas atau bangunan mewah. Dengan menggunakan marmer, maka Anda dapat menghasilkan sebuah mozaik yang fantastis yang diciptakan oleh perpaduan corak, bayangan, gelap terang hingga terkstur yang indah ketika di pandang dari jarak jauh.  Tidak hanya sebagai penutup dinding, marmer dapat dimanfaatkan sebagai pelapis lantai. Anda dapat membacakelebihan dan kekurangan lantai marmer.

  1. Granit

Sama seperti marmer, granit juga memiliki tekstur yang keras serta tahan gesekan. Granit juga memiliki pori-pori yang kecil sehingga tahan terhadap air dan cuaca. Namun pilihan warna dan corak granit tidak memiliki varian yang beragam dibandingkan dengan marmer. Aplikasi granit beragam, dapat digunakna sebagi lantai atau pun dinding. Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan batu granit.

  1. Keramik

Keramik merupakan salah satu material yang memiliki ragam pilihan yang menarik serta harga yang murah. Sangat cocok untuk Anda yang menginginkan cara membangun rumah dengan dana minim. Ada yang memiliki bentuk persegi, segi enam, motif polos, bertekstur hingga mengkilap. Tampilan keramik pun ada pula yang menyerupai kayu, beton bahkan logam tua.

  1. Alumunium

Alumunium atau stainless steel dalam bentuk-bentuk lembaran juga dapat digunakan sebagai material penutup dinding rumah. Umumnya bahan ini sering ditemukan sebagai bahan pelapis dinding dapur karena memiliki sifat anti karat yang akan mempermudah Anda dalam perawatannya.

  1. Kaca

Siapa yang menyangka bahwa kaca juga dapat dimanfaatkan sebagai material penutup dinding. Penggunaan kaca dapat menegaskan kesan luas pada ruang. Menggunakan kaca memang suatu langkah yang riskan, untuk itu Anda dapat menggunakan jenis kaca tempered agar resiko bahaya dapat di minimalisir.

Selain mewarnai dinding rumah Anda terdapat berbagai macam material penutup dinding yang dapat Anda gunakan. Tertarik? Anda dapat mulai mendesain rumah dengan melibatkan material tersebut sehingga membuat rumah semakin menarik. Demikianlah, selamat mencoba!

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/material-penutup-dinding

 

Admin Ducotile No Comments

Membuat Pagar Balkon Minimalis

Anda mempunyai rumah dua lantai dan masih tersisa space untuk balkon? Jika memang minat untuk membangun balkon di lantai dua, proses dan tahapan dalam membuat balkon, khususnya jika ingin dikerjakan sendiri. Ada beberapa tahapan dalam mempersiapkan segala sesuatu sebelum mengerjakannya. Dalam membuat pagar balkon minimalis misalnya, berbeda dengan jenis balkon biasa dengan pagar seadanya. Biar ga salah dalam melakukan itu semua, berikut step by step dalam membangun sebuah balkon, seperti yang pernah saya kerjakan beberapa waktu di rumah sendiri.

Bentuk area yang ingin dibuat balkon
Beberapa balkon itu sendiri juga memiliki banyak sekali desain, misalnya saja balkon dengan bentuk lurus memanjang, balkon dengan bentuk letter U, kemudian berbentuk L, atau ada juga yang sengaja membangun balkon dengan konsep melengkung. Biasanya konsep melengkung ini merupakan pengecualian, karena biasanya diterapkan pada rumah di daerah perbukitan dengan kontur lahan yang tidak beraturan.

 

Mengapa bentuk area ini sangat penting? Tentunya dikarenakan banyak faktor, seperti misal berkaitan dengan banyaknya material yang akan digunakan. Makin luas area untuk membuat pagar balkon, tentunya jumlah material juga semakin banyak, apalagi kalo menggunakan material kayu pilihan, lumayan mahal harganya. Selain material untuk pagar, area yang akan digunakan untuk balkon tentunya juga membutuhkan atap sebagai peneduh, seperti layaknya teras rumah. Untuk balkon itu sendiri membutuhkan desain, apakah akan dibentuk semacam pergola dengan dominasi kayu berukuran besar, atau atap seperti biasa dengan memanfaatkan genteng.

Nah, setelah luas area dan jenis atap yang ingin digunakan sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan material pagar balkon tersebut.

Material pagar balkon
Jika diperhatikan, dalam dunia arsitektur terdapat beberapa material utama untuk menunjang sebuah desain, antara lain material kayu, besi, beton, dan material lain yang diperlukan. Untuk pagar balkon itu sendiri, yang paling sering digunakan adalah material dari kayu. Ketika ingin membuat pagar balkon minimalis yang terbuat dari kayu, dan kebetulan balkon tersebut letaknya diluar rumah, maka pemilihan jenis kayu haruslah tepat dan sesuai. Pilih jenis kayu yang kuat terhadap perubahan cuaca. Ada kalanya juga bisa dengan cara melapisi dengan cat atau pelitur, tergantung motif dan warna yang diinginkan. Untuk jenis kayunya sendiri, terdapat beberapa yang umum digunakan, misalnya kayu kamper atau jati. Kedua jenis kayu ini memang paling sering digunakan untuk keperluan arsitektur, sebut saja untuk daun pintu atau tiang. Setelah menemukan jenis kayu yang pingin dipakai sebagai pagar untuk balkon rumah, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis dan desain dari pagar itu sendiri.

 

Jenis dan desain pagar untuk balkon
Untuk pagar balkon yang terbuat dari kayu, maka kita tidak bisa terlalu banyak melakukan custom dari bentuk pagar yang ingin dibuat. Berbeda jika kita pingin pagar yang terbuat dari besi tempat atau pipa, bisa kita las. Untuk kayu, kreasi yang paling sering dilakukan adalah membentuk batangan kayu tersebut dengan menggunakan alat mesin bubut. Kita bisa membentuk beberapa profil yang umum. Sebenarnya, masing masing material yang digunakan untuk pagar balkon atau rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika terbuat dari kayu, proses pengerjaannya mudah, tinggal dipaku atau disambung secara manual. Berbeda jika pagar tersebut terbuat dari besi, proses pengelasan mengharuskan untuk dilakukan ketika sedang membangun sebuah partisi atau pagar untuk balkon tersebut.

Apabila desain rumah Anda secara keseluruhan merupakan desain minimalis, ini memberikan keuntungan tersendiri, karena secara otomatis tidak perlu banyak konsep atau custom pada bahan kayu tersebut.

Ukuran pagar untuk balkon
Dari keterangan sebelumnya kan terdapat beberapa layout balkon, misalnya memanjang, letter U, letter L, atau melengkung. Dari luasan tersebut, maka kita bisa mengetahui jumlah material yang dibutuhkan, baik material utama berupa kayu, paku, cat, dan material pendukung lainnya sebelum memulai mengerjakan dan melakukan pemasangan pada pagar tersebut. Kebutuhan dari keseluruhan material sangat penting karena dikaitkan dengan besarnya biaya yang mesti dikeluarkan nantinya.

 

Mempersiapkan material yang ada
Setelah kebutuhan anggaran diketahui, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan material kay dan lainnya. Anggap saja disini kita sudah melakukan hal tersebut. Jumlah batang kayu yang ingin dipasang, ukuran kayu yang sudah ditentukan, proses dan tahapan pemasangan, dan lainnya, maka tinggal di eksekusi. Dalam tahap mempersiapkan material untuk mulai membangun pagar, kalian bisa memisahkan atau bisa langsung dirangkai untuk kemudian langsung dipasang, tergantung proses kerja yang ingin dipilih.

Proses pengerjaan merangkai
Dalam tahap akhir ini, pengerjaan memasang atau merangkai harus dilakukan secara berurutan, dimana hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik. Demikian juga untuk proses finishing, pengecatan yang dilakukan pun juga harus hati hati. Mengapa? Karena proses pengecatan yang baik haruslah didahului dengan pemberian warna dasar dan juga jenis warna dan cat yang digunakan. Dikarenakan membuat pagar balkon minimalis semacam ini cukup rumit, hendaknya pengerjaan mulai dari awal hingga akhir dilakukan dengan cara yang benar agar hasilnya nanti bisa maksimal.

 

Sumber : https://indogriya.com/membuat-pagar-balkon-minimalis/

Admin Ducotile No Comments

Lebih Baik Batu Bata, Batako, Atau Bata Ringan? Ini Penjelasannya

Dewasa ini bahan bangunan untuk dinding semakin beragam, mulai dari batu bata, batako, maupun bata ringan. Nah, memilih material yang akan digunakan untuk diaplikasikan di rumah baru Anda nantinya, merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah.

Sebelum Anda membangun sebuah rumah, ada baiknya jika Anda mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangan dari batu bata, batako atau bata ringan. Setiap bahan punya karakteristiknya masing-masing. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi proses pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan tentunya biaya yang harus Anda leluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan Anda.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah perbandingan dari ketiga material tersebut yang bisa Anda jadikan sebagai referensi:

  • BATU BATA / BATA MERAH

Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding bangunan sudah umum kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih menjadi pilihan utama masyarakat kendati sudah banyak penemuan dalam bidang teknologi bahan seperti bata ringan, batako press, dsb. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.

Bata merah yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah.

Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api. Tidak semua tanah liat bisa digunakan, hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu. Bata merah umumnya memiliki ukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya. Untuk dinding seluas 1 m2, bila mengguanakan bata berukuran 23 cm x 17 cm x 5 cm, kira-kira membutuhkan 70 buah bata merah.

Bahan baku yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Saat pemasangan tidak memerlukan perekat khusus, untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Sedangkan untuk dinding yang tidak harus kedap air dapat menggunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.

Spesifikasi Bata Merah:
• Berat jenis kering (?) : 1500 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 2000 kg/m3
• Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
• Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 2 jam
• Jumlah (kebutuhan) bata merah per 1 m2 : 30 – 35 buah tanpa construction waste

Kelebihan Bata Merah:
– Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
– Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
– Mudah untuk membentuk bidang kecil
– Murah harganya
– Mudah mendapatkannya
– Perekatnya tidak perlu yang khusus.
– Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Kekurangan Bata Merah:
– Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
– Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
– Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnya.
– Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
– Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
– Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
– Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
– Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan/

 

  • BATAKO

Material dinding dari batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah, sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi. Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak seperti bata merah yang terbuat dari material tanah. Batako atau Bata press dalam 1 m2 biasanya cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan ukurannya lebih presisi jika dibandingkan bata merah.

Ukuran batako press pada umumnya adalah panjang 36-40 cm, tebal 8-10 cm, dan tinggi 18-20 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 15 buah batako press. Biasanya batako press dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah bangunan, mempercepat pelaksanaan, dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding.

Bahan baku yang digunakan untuk pemasangan batako pres adalah mortar yang komposisinya adalah semen (PC) dan pasir ayak.

Spesifikasi Batako Press:
• Berat jenis kering (?) : 950 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 1000 kg/m3
• Kuat tekan : 5,5 N/mm²
• Konduktifitas termis : 0,339 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
• Jumlah (kebutuhan) batako press per 1 m2 : 20 – 25 buah tanpa construction waste

Kelebihan Dinding Batako Press:
– Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara kuantitatif terdapat suatu pengurangan.
– Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
– Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga lebih hemat.
– Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
– Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
– Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan potongan.
– Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
– Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
– Pemasangan lebih cepat.
– Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.

Kekurangan Dinding Batako Press:
– Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
– Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.
– Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.

 

  • BATA RINGAN (HEBEL/CELCON)

Bata ringan atau sering disebut hebel atau celcon dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Ukuran pada umumnya adalah: panjang 60 cm, tinggi 20 cm dengan ketebalan antara 8 cm -10 cm. Campuran atau komposisi bahannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Untuk pemasangan pada dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 8 buah bata ringan.

Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, bisa langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu dengan menggunakan semen khusus. Semen khusus hanya perlu diberi campuran air. Namun pemasangan bata ringan juga dapat menggunakan pasir dan semen seperti pemasangan pada batako, bata press dan bata merah.

Spesifikasi Bata Ringan:
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
•  Jumlah (kebutuhan) bata ringan per 1 m2 : 8 – 9 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan:
– Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
– Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
– Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
– Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
– Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
– Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
– Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
– Mempunyai kekedapan suara yang baik.
– Kuat tekan yang tinggi.
– Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.

Kekurangan Bata Ringan:
– Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
– Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
– Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
– Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa.
– Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
– Agak susah mendapatkannya, hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini.
– Penjualannya pun dalam volume (m3) yang besar.

Dari penjelasan diatas maka anda sudah dapat membandingkan kekurangan dan kelebihan diantara bata merah, batako, maupun bata ringan. Tentunya anda jadi bias menyesuaikan bahan material dinding apa yang akan anda gunakan untuk membangun dinding rumah impian anda disesuaikan dengan budget, keinginan, serta efektifitas dari bahan material yang akan anda gunakan.

Sumber : https://iloveproperty.id/lebih-baik-batu-bata-batako-bata-ringan/