Admin Ducotile No Comments

Kelebihan Dan Kekurangan Atap Dak Beton

Pembangunan jenis-jenis rumah tinggal biasanya akan mengacu pada desain dan konsep yang akan digunakan. Desain ini akan menentukan pemilihan material hingga atap rumah yang sesuai. Salah satu jenis atap yang cukup populer dalam pembangunan rumah tinggal adalah atap dak beton. Beton merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah yang serba guna. Meskipun sering kali digunakan sebagai material pembuat struktur bangunan, bukan berarti beton tidak dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk material non struktur seperti atap.

Aplikasi atap dak beton memang semakin marak, namun sebelum menggunakan jenis atap ini sebaiknya Anda mengenali terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan atap dak beton. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari penggunaan atap dak beton, yakni:

  • Kelebihan pertama yang dimiliki oleh atap beton adalah atap ini sangat serba guna. Atap dak beton dapat digunakan sebagai lantai, salah satunya diamanfaatkan sebagai pembuatan taman. Anda dapat melihat cara membuat taman diatas atap yang baik dan benar.
  • Mempermudah penambahan lantai. Karena bentuknya yang datar, atap ini dapat mempermudah proses penambahan lantai. Sehingga bila dikemudian hari Anda ingin menambah dua lantai, maka Anda tidak perlu repot-repot membongkar bagian atap.
  • Memiliki daya tahan kuat. Selain multifungsi, jenis atap ini juga termasuk ke dalam atap yang kuat dan tidak mudah rusak. Terlebih menghadapi berbagai macam cuaca serta terpaan angin yang tinggi.
  • Mudah dibersihkan. Membersihkan atap dak beton ternyata terbilang cukup mudah, lho! Cukup dengan menggunakan alat kebersihan rumah dan Anda dapat dengan leluasa membersihkan bagian atap. Selain itu biaya perawatannya pun jauh lebih murah dibandingkan dengan jenis atap yang lain.
  • Bergaya modern. Atap dak beton merupakan atap modern yang aplikasinya sangat cocok diterapkan pada rumah minimalis sederhana dan berbagai desain rumah minimalis lainnya..
  • Dapat menghalau panas. Dengan menggunakan atap beton, maka suhu udara di dalam ruangan akan tetap terjaga sejuk.
  • Tidak mudah terbakar. Atap dak beton cenderung tidak mudah terbakar. Hal ini dikarenakan oleh penggunaan material beton sebagai bahan dasarnya.
  • Proses finishing mudah. Proses finishing atap dak beton dapat dilapisi dengan warna cat rumah yang indah dan sejuk.

Disamping kelebihan yang dimiliki oleh atap dak beton, terdapat juga berbagai jenis kekurangan yang perlu Anda ketahui. Berikut ini adalah kekurangan atap dak beton, yakni:

  • Proses pembuatan rumit. Sayangnya, proses pekerjaan pembuatan atap dak beton masih tergolong rumit. Sehingga Anda membutuhkan perhitungan yang benar-benar rinci ketika proses pembuatan berlangsung. Selain itu dari segi biaya, pembuatan atap dak beton terbilang mahal dibandingkan dengan jenis-jenis atap rumah lainnya.
  • Menghadirkan banyak limbah. Pada saat proses pembuatan atap, akan menghasilkan banyak limbah pekerjaan berupa cetakan bekisting.
  • Sering kali terjadi kebocoran. Atap dak beton memang dikatakan lebih rentan mengalami kebocoran. Hal ini bisa saja dipicu oleh proses pembuatannya yang kurang sempurna.
  • Mudah diserang lumut. Apabila Anda tidak membersihkan atap ini secara rutin, maka atap akan dengan mudah terserang lumut.
  • Banyak menampung sampah. Karena bentuknya yang datar, atap ini justru menampung banyak sampah seperti sampah daun, plastik dan sebagainya.
  • Kelembaban ruangan tinggi. Pada ruangan yang menggunakan atap dak beton biasanya memiliki tingkat kelembaban yang cukup tinggi. Sehingga penggunaan atap ini tidak cocok pada ruangan yang sempit. Ruangan ini biasanya dipasangkan macam-macam ventilasi rumah.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/kelebihan-dan-kekurangan-atap-dak-beton

Admin Ducotile No Comments

6 Jenis Genteng untuk Atap Baja Ringan dan Keunggulannya

Membuat rumah tentu saja mempertimbangkan banyak hal, selain dari keamanan dari ukuran, bangunan, developer, arsitektur, serta tingkat kenyamanan dan lokasi. Tentu saja, faktor dari bahan-bahan dalam membangun rumah yang digunakan pun sebagai bahan bangunan itu, turut mempengaruhi kenyamanan dan keamanan. Untuk Anda yang memilih rangka atap baja ringan vs kayu, manakah yang lebih baik? Tentu ada pertimbangan atap rumah berbahan baja ringan. Selain memiliki bahan yang kuat, baja sendiri memiliki banyak keunggulan. Karena setidaknya ada banyak kelebihan atap baja ringan. Anda dapat memilih berbagai jenis genteng untuk atap baja ringan Anda yang kini mulai banyak bermunculan variasinya sebagai berikut.

 

  1. Genteng Berbahan Metal

Jenis genteng yang pertama adalah genteng berbahan metal. Sebenarnya, Anda perlu mengenal jenis genteng metal yang bisa dijadikan referensi. Genteng dari bahan ini cocok dipasang pada kuda-kuda dengan rangka berbahan baja ringan, karena beratnya yang ringan. Genteng ini dapat membuat beban yang dipikul oleh rangka atap menjadi lebih ringan. Genteng berbahan metal akan mengurangi risiko jika memakai dak beton, karena ada juga beberapa kelebihan dan kekurangan atap dak beton. Dibandingkan dengan baja galvanis yang merupakan baja ringan dengan lapisan metal zincalume, teknologi pendukung genteng metal cenderung lebih baru.

Genteng ini memiliki beberapa kelebihan seperti tidak mudah berkarat, karena telah dilapisi oleh bahan anti karat; hemat material karena tiap lembarnya memiliki ukuran yang lebar; genteng ini juga telah dibuat dengan teknologi terbaru sehingga tidak mudah terbakar dan tidak menimbulkan panas, serta terdapat lapisan cat anti lumut. Namun, apabila Anda menggunakan genteng ini, Anda harus memasangnya dengan rapi, agar tidak mengurangi keindahan dari bangunan rumah hunian  mungil maupun luas.

  1. Genteng Berbahan Keramik

Jenis yang kedua adalah genteng keramik. Genteng ini memiliki varian warna yang sangat banyak karena pada saat pembuatan di akhir proses diberi pewarna di bagian lapisan atasnya. Bahan pembuatan utama genteng ini adalah keramik yang cocok di rumah Anda dengan suasana tropis, modern, mediterania atau rumah dengan gaya klasik. Karena lebih tahan lama dari segi keawetan, maka genteng yang dibuat dari bahan keramik cenderung hemat. Selain itu, ketika mengganti atau memasang baru Anda tidak perlu khawatir genteng rusak karena kekuatannya terjamin.

Selain itu, warna dari genteng ini cukup tahan lama karena diproses pada saat keramik dibakar. Namun, pada saat Anda memasangnya, hal ini memerlukan ketelatenan perihal rapat tidaknya jarak antara genteng satu dengan genteng yang lain. Karena apabila jaraknya renggang, bisa jadi rumah Anda akan mengalami kebocoran. Supaya lebih kuat dan indah, maka pelajari juga cara mengecat plafon gypsum sebagai pendukung genteng keramik.

  1. Genteng Beton

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang ketiga adalah genteng beton. Genteng beton merupakan genteng berteknologi dengan pembuatan cara yang kuno. Genteng berbahan beton ini cukup berat, sehingga untuk menampung beratnya memerlukan rangka yang kuat. Supaya kuat, jangan lupa untuk memberikan salah satu dari pelapis anti bocor untuk dak beton pada bagian finishing.

Anda dapat menggunakan genteng ini pada atap berbahan baja ringan, karena jenis ini dapat dengan kuat menahan bebannya. Sehingga rumah hunian Anda dapat tetap terlihat cantik sesuai keinginan. Terpaan angin tidak akan mudah menggoyahkan genteng yang didesain khusus dengan kekuatan serta daya tahan tinggi tersebut.  Namun, genteng ini memiliki tekstur yang kasar dan mudah ditumbuhi lumut pada permukaannya. Apabila retak, maka lakukan cara mengatasi dak beton yang retak supaya tidak menjadi masalah berkepanjangan.

  1. Genteng Aspal

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang keempat adalah genteng aspal. Genteng satu ini memang jarang didengar, namun genteng ini memiliki dua tipe yaitu datar yang terbaut pada triplek dan berbentuk gelombang yang dibuat pada rangka atap. Anda dapat menggunakannya untuk rumah Anda dengan atap berbahan baja ringan, karena memiliki banyak variasi warna.

Genteng aspal ini terbuat dari bahan bubuk kertas, serat organik, resin dan juga aspal. Bahan ini membuat pemasangan menjadi lebih mudah. Kelebihannya adalah genteng ini tidak licin karena terdapat lapisan resin yang juga berfungsi mencegah kebocoran, serta mudah dan praktis dalam pengerjaan. Genteng ini juga dilapisi anti jamur dan tahan api serta tahan dingin. Namun, tentu saja, kualitas pada genteng satu ini juga muncul pada harganya yang relatif mahal.

 

  1. Genteng Polycarbonate

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang kelima adalah genteng polycarbonat. Genteng yang satu ini merupakan salah satu jenis penutup atap rumah yang berbentuk datar dengan berbagai pilihan warna yang bervariasi. Terdapat dua macam genteng yaitu polycarbonat berrongga dan polycarbonat bergelombang tanpa rongga. Atap dengan genteng ini biasanya digunakan untuk atap garasi kanopi atau atap tambahan.

Cara untuk mengetahui kekuatan atau kualitas dari genteng polycarbonat ketika membeli adalah dengan menekan bagian penampang yang berongga secara kuat. Genteng berkualitas buruk akan mengalami perubahan ketika ditekan keras. Sebaliknya, jika genteng berkualitas baik maka tidak akan berubah bentuk maupun teksturnya. Genteng dengan jenis satu ini dapat meredam radiasi matahari dan mudah didapat di toko bangunan manapun. Selain itu, dalam proses pemasangannya juga cepat dan mudah. Genteng jenis satu ini juga kedap air, tetapi pada jenis yang berongga rentan terhadap jamur dan sulit dibersihkan.

  1. Genteng Berbahan Sirap

Jenis yang keenam adalah genteng sirap. Genteng ini adalah salah satu dari jenis atap rumah yang tidak panas. Nama lain sirap adalah kayu bulian, sementara sebagian orang menyebutnya dengan kayu besi. Istilah sirap, ulin, atau bulian sendiri berasal dari Kalimantan terutama di daerah hutan hujan. Karena tumbuh di daerah dengan kelembapan tinggi, perubahan suhu ekstrim dan pengaruh dari air laut maka kekuatan kayu benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Hal inilah yang membuat banyak orang memanfaatkannya untuk membuat rumah, bantalan kereta api, bahkan jembatan.

Bentuk atap berbahan sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Setelah pengekploitasian kayu ulin ini secara besar-besaran, pemerintah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin untuk menjaga kelestarian lingkungan. Atap dengan jenis ini bersifat isolasi terhadap panas dan merupakan bahan yang ringan. Namun, pada saat proses pemasangan cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan semakin bertambah.

Nah, itu dia jenis-jenis genteng untuk atap baja ringan yang dapat Anda pilih ketika akan membangun rumah pribadi atau jika ingin membuat rumah kost. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kualitas dan jenis rumah serta mempertimbangkan kelebihan yang telah dijelaskan di atas serta kelemahan atap baja ringan sebagai referensi.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/jenis-genteng-untuk-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Tidak hanya jenis-jenis atap rumah yang semakin lama selalu berkembang, namun perkembangan industri atap juga mengembangkan inovasi terhadap rangka atap. Salah satunya adalah rangka atap baja ringan yang merupakan sebuah terobosan baru dari struktur atap yang terbuat dari baja dengan kekuatan yang baik namun memiliki bobot yang ringan. Baja yang dimaksud disini adalah baja dengan tipe cold rolled coil (CRC) dimana mutu yang dimiliki sangat tinggi dengan kekuatan tarik 550 Mpa serta memiliki bentuk profil yang menyerupai huruf C atau pun O. Elemen-elemen utama penyusun rangka baja adalah kuda-kuda, bracing, reng, baut, dinabolt serta talang jurai.

Baja ringan merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah, dimana rangka atap baja semakin diminati karena memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan atap baja konvensional. Keuntungan tersebut diantaranya adalah :

  • Karena bobotnya yang ringan, maka penggunaan rangka atap baja dapat membantu mengurani beban kepada struktur bangunan.
  • Berbeda dengan baja lain, baja ini di desain untuk lebih tahan karat sehingga pada tahap akhir tidak membutuhkan finishing cat.
  • Pemakaian untuk skala yang panjang tidak akan menurunkan mutu baja ringan.
  • Material ini termasuk ke dalam salah satu material ramah lingkungan serta tidak terpengaruh terhadap serangan dari rayap.
  • Karena bobotnya yang ringan, proses pemasangan atap ini sangat mudah dan juga cepat.

Atap baja ringan sangat fleksibel dan cocok diaplikasikan diberbagai jenis-jenis rumah tinggal seperti rumah minimalis sederhana. Jika Anda hendak menggunakan atap baja ringan, maka sebelumnya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu berapa luasan ukuran yang Anda butuhkan. Mengapa hal ini penting? Karena perhitungan yang keliru akan membuat proses pemasangan menjadi lebih lama dari target yang ditentukan. Selain itu, secara finansial Anda akan mengalami kerugian karena material yang dibeli tidak sesuai dengan anggaran. Ini bukan termasuk salah satu tips hemat membangun rumah. Oleh karena itu, cara menghitung kebutuhan atap baja ringan harus dilakukan dengan cermat dan seksama.

Untuk menghitung kebutuhan memasang rangka atap baja ringan terdapat dua metode. Anda dapat menggunakan perhitungan secara manual atau pun menghitung dengan menggunakan aplikasi yang sudah disediakan. Cara perhitungan secara manual cukup sederhana tetapi membutuhkan ketelitian yang tinggi supaya tidak terjadi kesalahan perhitungan. Berikut ini adalah beberapa rumus dan contoh soal yang digunakan sebagai cara menghitung kebutuhan atap baja ringan. Simak!

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Menghitung atap baja ringan tidaklah sulit. Umumnya, rangka atap baja ringan dihitung dengan menggunakan satuan meter persegi. Rumus yang digunakan untuk menghitung volume rangka atap baja ringan adalah sebagai berikut :

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Dengan contoh soal sebagai berikut :

Ani baru saja membeli sebuah rumah dengan ukuran 8 x 8 meter, dimana masing-masing atapnya memiliki overstek dengan panjang 1 meter dimana kemiringan atap yang dimiliki adalah berkisar 35 derajat. Berdasarkan data-data tersebut, maka volume rangka atap baja ringan dari rumah tersebut adalah?

 

Diketahui :

  • Panjang bangunan = 8 + 1 + 1        = 10 m
  • Lebar bangunan = 8 + 1 + 1            = 10 m
  • Derajat kemiringan = cos 35          = 0,819

Maka volume dari rangka atap baja ringan adalah =

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Volume = 10 x 10 / 0,819 = 122 m2

Mudah bukan? Setelah Anda mendapatkan volume dari rangka atap baja ringan, maka Anda dapat menghitung kebutuhan material yang akan Anda gunakan. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan genteng metal (uk. 2×4) 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 1.62

Sehingga menjadi    = 122 x 1,62  = 197,64 atau 198 lembar genteng metal daun dengan ukuran 2×4

  1. Kebutuhan baja ringan 
  • Canal atau Kaso 

Rumus yang digunakan adalah : (Luas atap miring x 4) / 6 

Sehingga menjadi  =  (122 x 4) / 6   =  81 batang kaso

  • Reng

Rumus yang digunakan adalah : banyak kaso x 1,2 

Sehingga menjadi  =  81 x 1,2   =  97 batang reng

  1. Kebutuhan sekrup
  • Sekrup genteng

Rumus yang digunakan adalah : Jumlah genteng x 12 

Sehingga menjadi  =  198 x 12  =  2.376 buah

  • Sekrup baja 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 20

Sehingga menjadi   =  122 x 20  = 2.440 buah

 

Gambaran diatas ini merupakan perhitungan secara umum dan sederhana. Hasil akhir dapat berubah-berubah sesuai dengan analisa dari masing-masing aplikator. Tidak begitu sulit bukan cara menghitung kebutuhan atap baja ringan? Jika ingin hasil yang lebih akurat, Anda dapat meminta bantuan dari tenaga ahli untuk menghitungnya.

Ketika hendak membangun atap baja ringan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Diantaranya adalah :

  • Bagian dudukan rangka harus diperhatikan secara teliti, karena apabila letaknya miring maka akan berpengaruh terhadap kekuatan tekanan pada baja. Keseimbangan akan berkurang sehingga berpengaruh terhadap konstruksi.
  • Jangan lupa untuk memastikan setiap sambungan terpasang dengan benar. Anda dapat membuat gambar kerja sebagai pemandu proses pelaksanaan.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/cara-menghitung-kebutuhan-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

10 Cara Membuat Pondasi Rumah Tingkat yang Kokoh

Pondasi rumah merupakan bagian yang memang tidak terlihat dari rumah namun sangat penting untuk sebuah hunian. Tanpa adanya pondasi yang kokoh, maka rumah tidak akan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Untuk itu, pembuatan pondasi rumah tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan bagian rumah lainnya.

Ketika anda membangun rumah dengan satu tingkat, maka sudah butuh pondasi yang kokoh serta kuat apalagi pondasi rumah bertingkat yang harus lebih diperkuat dibandingkan dengan satu lantai. Berikut ini adalah beberapa cara membuat pondasi rumah tingkat paling mendasar yang kami ambil dari berbagai sumber.

  1. Perhatikan Struktur Tanah

Cara membuat pondasi rumah tingkat yang pertama harus memperhatikan struktur tanah apakah berpasir atau tidak dan permukaan landai atau tidak. Tanah yang berpasir dan juga lunak butuh pondasi yang lebih kuat seperti cakar ayam atau pondasi yang dibuat dengan tapal lebar agar bisa lebih mencengkeran tanah. Untuk lantai dengan kontur yang tidak rata seperti batu atau paras membutuhkan pondasi kuat untuk mengikuti naik dan turunnya pola tanah tersebut sehingga pemilihan jenis pondasi rumah benar benar harus diperhatikan dengan baik.

  1. Penggunaan Bahan

Semen, pasir dan juga batu menjadi tiga bahan material yang sangat penting untuk membuat cara membangun pondasi rumah ditambah juga dengan kerangka besi. Pastikan untuk memilih semen yang berkualitas seperti semen Gresik, Holcim dan lain sebagainya.

Sedangkan batu yang dipilih untuk pondasi rumah tingkat juga harus benar benar kuat seperti batu kali, batu gunung dan sebagainya. Pasir sungai yang berwarna hitam tanpa lumpur juga menjadi bahan yang sangat kuat untuk pondasi rumah dua lantai. Sedangkan untuk besi kerangka yang bebas karat jika diperlukan harus dilapisi cat anti karat lebih duli supaya pondasi rumah bisa lebih awet hingga ratusan tahun.

  1. Melihat Denah dan ukuran Rumah yang Akan Dibangun

Hal ini juga menjadi dasar atau patokan ketika pertama kali ingin membuat pondasi sebelum melakukan tahap selanjutnya. Meski memang tidak ada denah seperti yang dibuat oleh arsitek, namun setidaknya sketsa yang membentuk sebuah rumah bisa anda lakukan.

  1. Membuat Bowplank

Membuat blowplank berguna sebagai patokan atau pedoman dalam membuat pondasi, menentukan titik tengah kolom dan juga dinding serta dari blowplank tersebut, anda bisa menyiku dinding dengan membuat sudut 90 derajat berbeda dengan cara membuat pondasi pagar rumah. Dalam membuat blowplank harus disesuaikan dengan ukuran dari denah rumah dan ditentukan dengan benar titik kolom setiap ruangan memakai paku serta benang.

  1. Menggali Pondasi

Pekerjaan selanjutnya yang harus dilakukan adalah menggali pondasi. Kedalaman pondasi bisa dibuat sedalam 40 hingga 50 cm dan lebar sekitar 30 hingga 40 cm atau sesuai dengan kebutuhan sebagai dasar cara menghitung volume pondasi. Kedalaman tersebut juga dipengaruhi dengan tekstur tanah. Apabila tekstur tanah keras, maka ukuran tersebut sudah bisa dikatakan cukup. Akan tetapi jika tanah bertekstur remah atau lembut, maka penggalian pondasi harus dilakukan lebih dalam dan penambahan terucut pada sepanjang garis pondasi di bagian bawah.

  1. Memasang Pondasi

Sesudah menggali pondasi selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah memasang pondasi dengan batu kali atau batu bata merah berbeda dengan pondasi rumah panggung. Pemakaian bahan bahan tersebut juga disesuaikan dengan ketersediaan material di masing masing daerah. Jika tidak ada batu kali, maka bisa diganti dengan batu bata merah. Namun untuk sekarang ini, pembuatan pondasi rumah atau perumahan lebih banyak menggunakan batu bata dibandingkan dengan batu kali.

Pemasangan batu bata untuk pondasi harus disesuaikan dengan titik atau benang yang sudah ditentukan pada bowplank. Umumnya ini memakai ukuran kedalaman seperti di atas dan dipasang batu setinggi 4 lapis bata merah. Teknik memasang batu bata untuk pondasi berbentuk hampur segitiga, lapisan bawah yang melebar dan untuk ke atas pasangan satu batu bata seukuran 20 cm.

  1. Pemasangan Besi

Sesudah selesai memasang seluruh batu bata, maka akan dilanjutkan dengan memasang besi yang sudah dianyam dengan kawat ikat. Masing masing ujung besi harus dibengkokkan atau dihak dan dikaitkan dengan besi pondasi pelat setempat atau tiang kolom. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penyebab dinding rumah retak struktur

 

  1. Pemasangan Begisting

Cara selanjutnya adalah pemasangan begisting untuk sloof memakai papan dengan ukuran 400 cm x 20 cm x 2 cm. Pemasangan tersebut haruslah rapi dan kuat sehingga tidak rusak atau jebol karena tekanan adukan cor ketika pengecoran sloof.

  1. Pemasangan Sloof

Jika semua pasangan batu bata sudah selesai, maka akan dilanjutkan dengan memasang sloof yang berfungsi sebagai penahan beban, untuk menyatukan pondasi dan perekat besi kolom. Pada saat melakukan pengecoran sloof, hal yang harus diperhatikan adalah kematangan coran dan letak titi dari kolom.

Besi kolom bisa dipasang bersamaan ketika pengecor sloof atau bisa diganti dengan memasang stik atau besi pendek pada setiap titik kolom. Ketika melakukan pengecoran sloof, permukaan bagian atas harus rapi, rata dan juga sejajar dengan papan begisting. Besi juga harus benar benar tertutup dengan adukan cor sehingga air tidak masuk dan merusak besi ketika terkena air hujan dan besi juga tidak berkarat.

  1. Perhatikan Beban yang Harus Ditopang Pondasi

Beban yang harus ditopang oleh pondasi juga harus diperhatikan sama pentingnya seperti cara menghitung volume galian tanah. Ini meliputi benda mati yakni beban sendiri dan konstruksi bangunan yang bersifat tetap, beban hidup yakni penghuni, perabot dan lain lainnya yang bersifat tidap tetap, beban gempa, beban angin dan lain sebagainya. Material yang lebih ringan membuat bobot bangunan juga lebih ringan.

Sebagai contoh, rumah tingkat papan tentu jauh lebih ringan dibandingkan rumah yang memiliki dinding batu bata dengan dak beton. Bangunan dengan kombonasi rangka atap kayu dan genteng tanah liat juga tentu lebih berat dibandingkan dengan bangunan yang memakai rangka baja ringan dan genteng metal.

Demikian ulasan singkat dari kami tentang cara membuat pondasi rumah tingkat yang paling sederhana. Beberapa cara ini sangat berguna dalam pembuatan rumah tingkat tahap awal agar bangun bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama. Semoga bisa bermanfaat.

Sumber : https://rumahlia.com/desain/cara-membuat-pondasi-rumah-tingkat

Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Cakar Ayam untuk Bangunan

Ketika ingin membangun sebuah hunian, infrastruktur atau gedung, maka salah satu bagian yang paling penting untuk menentukan kokoh tidaknya bangunan adalah pondasi yang berguna untuk menguatkan konstruksi bangunan yang akan didirikan di atasnya. Untuk itu, pembuatan pondasi tidak boleh dilakukan sembarangan karena akan berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan bangunan.

Ada beberapa jenis pondasi yang bisa digunakan seperti salah satunya pondasi cakar ayam. Namun seperti jenis pondasi lain ada kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang harus anda pikirkan sebelumnya seperti yang akan kami jelaskan berikut ini.

Apakah Pondasi Cakar Ayam?

Sebelum membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam, ada baiknya anda mengenal lebih baik tentang pondasi cakar ayam khususnya pada tahapan membangun rumah dari awal. Pondasi cakar ayam merupakan nama dari salah satu teknik yang dipakai dalam konstruksi pondasi bangunan. Dinamakan cakar ayam karena pada bagian bawah pondasi terdapat pipa pipa beton yang dibentuk menyerupai cakar ayam untuk mencengkeram kuat lahan di bawahnya supaya bangunan yang didirikan di atasnya mempunyai konstruksi lebih kokoh dan stabil.

Pada awalnya, pondasi cakar ayam ini dipakai pada tanah dengan tekstur lembut atau lunak. Akan tetapi untuk sekarang, pondasi cakar ayam bisa diaplikasikan di segala jenis tanah dan bisa dipakai untuk pondasi bangunan gedung bertingkat, jembatan besar, jalan layang, jalan raya, jalan keretap api dan bahkan landasan pesawat terbang.

Metodepondasi cakar ayam sendiri ditemukan pada tahun 1961 oleh insinyur sipil Indonesia bernama Prof. Ir. Sedyatmo Dr HC yang berprofesi sebagai Direktur Konstruksi di Perusahaan Listrik Negara [PLN]. Ketika itu, PLN harus membangun tujuh menara listrik tegangan tinggi di daerah berawa di area Ancol. Tujuh menara tersebut dibangun dengan maksud mendistribusikan listrik dari Tanjung Priok menuju Gelanggang Olahraga Senayan.

Pembangunan tersebut sempat terkendala sebab struktur tanahnya yang berawa, lembek dan juga berair. Akan tetapi Sedyatmo tetap berusaha untuk mencari solusinya sampai akhirnya tercetus ide untuk membangun rancangan pondasi seperti akar yang terdiri dari pipa pipa beton yang akan ditanam di dalam tanah.

Pada bagian atasnya kemudian dipasang kemudian dipasang plat beton sehingga pipa pipa tersebut saling terhubung dan mencengkeram tanah dengan sangat kuat sesudah cara menghitung volume pondasi dilakukan. Akhirnya, ide Sedyatmo tentang menara menara tersebut berhasil didirikan tepat waktu dan pondasi cakar ayam tersebut masih terus digunakan hingga saat ini.

Pondasi cakar ayam ini memiliki bentuk plat persegi dengan ukuran yang beragam sehingga bisa disesuaikan dengan beban bangunan serta kondisi struktur tanah. Pondasi ini terdiri dari pipa pipa beton yang menyerupai cakar ayam dengan jarak sumbu 2 hingga 3 m. Pipa pipa tersebut biasanya memiliki diameter 1.2 m, tebal 8 cm dan ukuran panjang yang bisa disesuaikan. Sedangkan untuk plat beton biasanya mempunyai ketebalan 10 hingga 15 cm.

Pondasi cakar ayam ini terbilang populer dan banyak dipakai sebab bisa menopang berat sampai 500 hingga 600 ton per kolom. Dengan begini, tentu saja bangunan yang didirikan bisa kokoh dan tetap stabil dalam waktu yang lama.

Kelebihan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam banyak dipakai untuk membangun sebuah konstruksi bangunan atau infrastruktur sebab pondasi cakar ayam memberikan banyak manfaat seperti berikut ini:

  1. Bisa Dibangun di Atas Tanah Lembek

Seperti tujuan awal ditemukan pondasi cakar ayam, jenis pondasi ini bisa dibangun di atas tanah dengan tekstur yang lembek bahkan berair. Berbeda dengan pondasi konvensional yang sulit dilakukan di atas tanah yang lembek dan berair karena berisiko ambles, bergeser atau bergeser. Pondasi cakar ayam juga mempunyai daya dukung yang jauh lebih tinggi dan tidak butuh sela sela untuk menampung pengembangan akibat perubahan cuaca.

 

  1. Tidak Butuh Sistem Drainase

Kelebihan lainnya dari pondasi cakar ayam adalah tidak butuh sistem drainase dan juga sambungan kembang kusut. Hal ini disebabkan karena seluruh pondasi cakar ayam berisi beton padat yang sangat kuat sehingga tidak ada ruang atau celah sebagai drainase. Dengan begini, maka pengerjaan pondasi akan mengurangi material, biaya dan juga waktu pengerjaan.

Kekurangan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam memang dikenal sebagai pondasi kokoh dan kuat. Namun, ada juga beberapa kekurangan yang dimiliki oleh jenis pondasi ini, seperti:

  1. Biaya Lebih Mahal

Karena biasanya jenis pondasi rumah ini diaplikasikan untuk membangun bangunan bertingkat, besar atau proyek infrastuktur berskala besar, maka biaya pembuatan pondasi ini juga bisa dikatakan lebih mahal jika dibandingkan dengan pondasi konvensional. Hal ini disebabkan karena pembuatan pondasi cakar ayam butuh peralatan dan juga bahan bahan yang cukup banyak dan juga proses yang rumit. Sebagai contoh, proses betonisasi yang butuh bahan bahan jauh lebih banyak.

 

  1. Kurang Cocok untuk Bangunan Kecil

Dibandingkan dengan jenis pondasi lain, pondasi cakar ayam ini bisa dikatakan kurang cocok untuk bangunan bangunan kecil dan berlantai satu. Bukan hanya karakteristik bangunannya saja, namun juga dari segi biaya dan juga pemasangan pondasinya. Untuk anda yang memiliki budget terbatas sebaiknya berpikir dua kali ketika ingin menggunakan pondasi cakar ayam ini.

Langkah Pembuatan Pondasi Cakar Ayam

Ada beberapa langkah yang diperlukan untuk cara membangun pondasi rumah cakar ayam, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Penggalian tanah: Sebelum menggali tanah, hal yang harus dilakukan adalah menentukan ukuran panjang, lebar dan kedalaman pondasi serta sebaiknya galian pondasi dibuat lebih lebar dari ukurannya supaya tukang bisa bekerja leluasa.
  • Penulangan pondasi: Proses perakitan tulangan atau pipa pipa beton pondasi dipakai di luar tempat pengecoran akan tetapi masih dalam satu lokasi proyek.
  • Bekisting: Proses berikutnya adalah pengerjaan bekisting yakni sebuah konstruksi bantu yang bersifat sementara dan dipakai untuk mencetak beton yang akan dicor baik di dalamnya atau di atasnya.

Demikian ulasan singkat dari kami kali ini tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang sangat penting untuk dipahami sebelum memutuskan memakai jenis pondasi ini pada bangunan yang ingin anda dirikan. Semoga bisa bermanfaat dan menambah informasi anda seputar pondasi bangunan.

 

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-cakar-ayam

 

Admin Ducotile No Comments

Dengan Cara Ini, Mengecat Rumah Jadi Mudah

Mengecat rumah jadi hal yang melelahkan, sekaligus merepotkan. Sebab selain bisa mengganggu penghuni rumah lain karena baunya, rumah juga jadi bisa berantakan. Belum lagi kalau hasilnya kurang sempurna dan cat menetes di mana-mana, tentu akan membuat rumah jadi kehilangan nilai estetikanya. Maka itu, agar pekerjaan ini mudah dilakukan, baiknya Anda coba cara-cara barikut ini!

Hilangkan bau cat dengan ekstrak vanila

Sebagian orang malas melakukan pekerjaan mengecat karena bau. Bau ini timbul dari cat dan campuran bahan kimia lain yang ada di dalamnya. Untuk menyiasati bau tersebut, Anda bisa memasukkan dua sendok teh ekstrak vanila ke dalam satu galon cat dasar. Ekstrak vanila akan membuat bau cat lebih ramah, dan ini bisa membuat Anda lebih nyaman dalam melakukan proses pengecatan.

Cegah tetesan cat dengan karet gelang

Tempatkan dua karet gelang di sekitar mulut kaleng cat. Saat menarik kuas dari kaleng, seka cat berlebih yang menempel pada buku-bulu kuas ke karet yang ada di mulut kaleng tersebut. Dengan begitu, cat yang berlebih akan menempel di karet dan kembali ke dalam kaleng. Sementara kuas yang diangkat pun tidak akan menyebabkan tetesan yang bisa mengotori lantai.

Agar pekerjaan mengecat rumah jadi mudah, ada beberapa trik yang mesti Anda terapkan. Bahkan dengan trik ini pula, pekerjaan mengecat jadi tidak bau dan hasilnya lebih maksimal. Nah, melanjutkan artikel sebelumnya, berikut adalah beberapa trik mengecat rumah yang dimaksud.

Lapisi baki penampungan cat

Supaya tidak menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan baki penampungan cat, lapisi baki cat tersebut dengan alumunium foil sebelumnya. Bungkus rata baki itu sampai ke tepi-tepinya. Alumunium foil ini tidak akan mengganggu pergerakan dan penyerapan cat pada roller. Dan setelah selesai mengecat, Anda cukup buang alumunium foil bekasnya. Di sisi lain, baki penampung cat tetap bersih dan tentunya tidak harus dibersihkan.

Tutup cat dengan plastik

Saat pekerjaan cat selesai dan masih banyak cat sisa di dalam kaleng, tentunya ada tidak akan membuang cat tersebut, bukan? Nah, memang sebaiknya cat tersebut disimpan untuk dipakai kembali saat diperlukan nanti. Namun ingat, sebelum menutupnya kembali dengan penutup kaleng, tutup dulu mulut kaleng cat dengan plastik yang kemudian dikencangkan dengan karet. Setelahnya, baru tutup dengan penutup kaleng. Ini berguna agar cat tidak kering dan mudah dibuka saat akan digunakan kembali.

Beri tanda

Warna cat sangat sensitif. Warna yang serupa belum tentu sama. Hal inilah yang membuat pengkodean warna begitu ketat. Beda setengah level saja, perbedaan warna bisa terasa jelas saat diaplikasikan. Sebab itulah, saat ada cat sisa, simpan cat tersebut untuk melapisi tembok baru di ruang yang sama. Nah, untuk memudahkan Anda dalam menggunakan cat dikemudian hari, baiknya labeli atau beri nama ruangan pada kaleng cat yang digunakan.

Sumber : http://www.home.co.id/read/6794/dengan-cara-ini-mengecat-rumah-jadi-mudah-bagian-2-habis

Admin Ducotile No Comments

Membuat Pagar Balkon Minimalis

Anda mempunyai rumah dua lantai dan masih tersisa space untuk balkon? Jika memang minat untuk membangun balkon di lantai dua, proses dan tahapan dalam membuat balkon, khususnya jika ingin dikerjakan sendiri. Ada beberapa tahapan dalam mempersiapkan segala sesuatu sebelum mengerjakannya. Dalam membuat pagar balkon minimalis misalnya, berbeda dengan jenis balkon biasa dengan pagar seadanya. Biar ga salah dalam melakukan itu semua, berikut step by step dalam membangun sebuah balkon, seperti yang pernah saya kerjakan beberapa waktu di rumah sendiri.

Bentuk area yang ingin dibuat balkon
Beberapa balkon itu sendiri juga memiliki banyak sekali desain, misalnya saja balkon dengan bentuk lurus memanjang, balkon dengan bentuk letter U, kemudian berbentuk L, atau ada juga yang sengaja membangun balkon dengan konsep melengkung. Biasanya konsep melengkung ini merupakan pengecualian, karena biasanya diterapkan pada rumah di daerah perbukitan dengan kontur lahan yang tidak beraturan.

 

Mengapa bentuk area ini sangat penting? Tentunya dikarenakan banyak faktor, seperti misal berkaitan dengan banyaknya material yang akan digunakan. Makin luas area untuk membuat pagar balkon, tentunya jumlah material juga semakin banyak, apalagi kalo menggunakan material kayu pilihan, lumayan mahal harganya. Selain material untuk pagar, area yang akan digunakan untuk balkon tentunya juga membutuhkan atap sebagai peneduh, seperti layaknya teras rumah. Untuk balkon itu sendiri membutuhkan desain, apakah akan dibentuk semacam pergola dengan dominasi kayu berukuran besar, atau atap seperti biasa dengan memanfaatkan genteng.

Nah, setelah luas area dan jenis atap yang ingin digunakan sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan material pagar balkon tersebut.

Material pagar balkon
Jika diperhatikan, dalam dunia arsitektur terdapat beberapa material utama untuk menunjang sebuah desain, antara lain material kayu, besi, beton, dan material lain yang diperlukan. Untuk pagar balkon itu sendiri, yang paling sering digunakan adalah material dari kayu. Ketika ingin membuat pagar balkon minimalis yang terbuat dari kayu, dan kebetulan balkon tersebut letaknya diluar rumah, maka pemilihan jenis kayu haruslah tepat dan sesuai. Pilih jenis kayu yang kuat terhadap perubahan cuaca. Ada kalanya juga bisa dengan cara melapisi dengan cat atau pelitur, tergantung motif dan warna yang diinginkan. Untuk jenis kayunya sendiri, terdapat beberapa yang umum digunakan, misalnya kayu kamper atau jati. Kedua jenis kayu ini memang paling sering digunakan untuk keperluan arsitektur, sebut saja untuk daun pintu atau tiang. Setelah menemukan jenis kayu yang pingin dipakai sebagai pagar untuk balkon rumah, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis dan desain dari pagar itu sendiri.

 

Jenis dan desain pagar untuk balkon
Untuk pagar balkon yang terbuat dari kayu, maka kita tidak bisa terlalu banyak melakukan custom dari bentuk pagar yang ingin dibuat. Berbeda jika kita pingin pagar yang terbuat dari besi tempat atau pipa, bisa kita las. Untuk kayu, kreasi yang paling sering dilakukan adalah membentuk batangan kayu tersebut dengan menggunakan alat mesin bubut. Kita bisa membentuk beberapa profil yang umum. Sebenarnya, masing masing material yang digunakan untuk pagar balkon atau rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika terbuat dari kayu, proses pengerjaannya mudah, tinggal dipaku atau disambung secara manual. Berbeda jika pagar tersebut terbuat dari besi, proses pengelasan mengharuskan untuk dilakukan ketika sedang membangun sebuah partisi atau pagar untuk balkon tersebut.

Apabila desain rumah Anda secara keseluruhan merupakan desain minimalis, ini memberikan keuntungan tersendiri, karena secara otomatis tidak perlu banyak konsep atau custom pada bahan kayu tersebut.

Ukuran pagar untuk balkon
Dari keterangan sebelumnya kan terdapat beberapa layout balkon, misalnya memanjang, letter U, letter L, atau melengkung. Dari luasan tersebut, maka kita bisa mengetahui jumlah material yang dibutuhkan, baik material utama berupa kayu, paku, cat, dan material pendukung lainnya sebelum memulai mengerjakan dan melakukan pemasangan pada pagar tersebut. Kebutuhan dari keseluruhan material sangat penting karena dikaitkan dengan besarnya biaya yang mesti dikeluarkan nantinya.

 

Mempersiapkan material yang ada
Setelah kebutuhan anggaran diketahui, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan material kay dan lainnya. Anggap saja disini kita sudah melakukan hal tersebut. Jumlah batang kayu yang ingin dipasang, ukuran kayu yang sudah ditentukan, proses dan tahapan pemasangan, dan lainnya, maka tinggal di eksekusi. Dalam tahap mempersiapkan material untuk mulai membangun pagar, kalian bisa memisahkan atau bisa langsung dirangkai untuk kemudian langsung dipasang, tergantung proses kerja yang ingin dipilih.

Proses pengerjaan merangkai
Dalam tahap akhir ini, pengerjaan memasang atau merangkai harus dilakukan secara berurutan, dimana hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik. Demikian juga untuk proses finishing, pengecatan yang dilakukan pun juga harus hati hati. Mengapa? Karena proses pengecatan yang baik haruslah didahului dengan pemberian warna dasar dan juga jenis warna dan cat yang digunakan. Dikarenakan membuat pagar balkon minimalis semacam ini cukup rumit, hendaknya pengerjaan mulai dari awal hingga akhir dilakukan dengan cara yang benar agar hasilnya nanti bisa maksimal.

 

Sumber : https://indogriya.com/membuat-pagar-balkon-minimalis/

Admin Ducotile No Comments

Mengenali Tips Cat Dinding dan Aplikasinya

Mengganti warna cat dinding rumah identik dengan tampilan rumah yang baru. Dengan mengganti warna cat dinding, suasana rumah dapat terasa lebih hidup karena rumah tampil lebih segar. Tembok yang sudah kusam akan digantikan dengan cat yang baru sehingga rumah tampak lebih nyaman untuk ditinggali dan menawan untuk dipandang.  Anda pun akan semakin betah untuk berlama-lama di dalam rumah ketika Anda baru saja mengganti warna cat dinding rumah Anda.

Memilih warna cat hanyalah bagian awal dari menemukan warna ideal untuk rumah Anda. Langkah berikutnya adalah Anda harus tahu tipe cat apa yang akan Anda gunakan.  Cat rumah memiliki tipe yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan efek tampilannya.

Secara umum, tipe cat dibagai ke dalam empat kategori: tipe matte, tipe eggshell, tipe semi-gloss, dan tipe gloss. Masing-masing tipe cat memilki efek visual yang berbeda-beda, sesuai dengan kadar refleksi cahaya dari cat ketika diaplikasikan pada permukaan dinding. Selain soal tampilan visual, masing-masing tipe cat memiliki tingkat  perawatan yang berbeda-beda pula. Sehingga dalam memilih tipe cat, kita harus memikirkan kondisi ruangan, kebutuhan daya tahan dan pemeliharaan, serta selera terhadap tampilan visual dari cat.

Tipe Matte atau Flat

Tipe cat ini lebih banyak dikenal sebagai cat matte. Cat ini memiliki tingkat kilau yang paling rendah. Cat ini cocok untuk menyembunyikan plasteran dinding yang tidak rapih seperti tonjolan-tonjolan atau retakan-retakan kecil karena ia tidak memantulkan banyak cahaya. Cat ini juga cocok untuk diaplikasikan pada dinding yang bertekstur karena warnanya akan semakin halus pada permukaan yang kasar.

Hal yang perlu diperhatikan adalah tipe cat in susah untuk dibersihkan, sehingga pemakaiannya tidak direkomendasikan pada area-area servis seperti dapur atau kamar mandi. Tipe cat matte cocok untuk dipakai pada area-area seperti plafon (yang biasanya tidak rapih), memberi aksen pada dinding, atau diaplikasikan pada ruangan-ruangan yang memiliki aktivitas sedikit yang tidak perlu sering dibersihkan.

Tipe Eggshell atau Satin

Tipe cat yang sering dikenal dengan cat satin ini memiliki warna yang berpendar lembut. Cat ini bisa membuat ruangan terlihat cerah namun tidak menyala sehingga interior ruangan terasa lembut dan hangat. Dibandingkan tipe matte, cat ini lebih mudah dibersihkan dengan lap basah dan lebih tahan noda di dinding. Tipe cat ini merupakan pilihan aman bagi Anda yang tidak ingin salah memilih tipe cat.

Tipe cat ini cocok untuk dipakai pada kamar mandi, dapur, serta kamar anak yang memiliki banyak aktivitas. Tipe cat ini cocok untuk diaplikasikan untuk ruang-ruang utama di dalam rumah seperti ruang keluarga, ruang makan, dan kamar tidur.

Tipe Semi-Gloss

Tipe cat ini lebih tangguh daripada tipe eggshell sehingga warna akan tahan lebih lama. Tipe cat semi-gloss memantulkan banyak cahaya, sehingga tekstur maupun tonjolan-tonjolan pada dinding akan lebih jelas terlihat. Apabila plasteran dinding tidak rapih, pemakaian cat semi-gloss dapat memperjelas tampilan tersebut. Kelebihan cat ini adalah ia paling tahan air sehingga cocok untuk kamar anak maupun kamar mandi. Cat ini sangat mudah dibersihkan hanya dengan menggunakan kain basah.

Pemakaian cat ini beragam, mulai dari ruangan hinggal perabot. Cat ini bisa diaplikasikan pada kamar mandi, dapur, kloset, gudang, dan ruang cuci yang memiliki tingkat aktivitas yang tinggi dan perlu sering dibersihkan.

Tipe cat ini juga bagus diaplikasikan pada pintu, perabot, dan pinggiran pintu atau jendela.

Tipe Gloss

Tipe cat gloss merupakan tipe cat yang memantulkan paling banyak cahaya. Penggunaan cat ini sangat cocok untuk pinggiran pintu dan jendela. Warna yang dihasilkan oleh tipe cat ini memiliki tampilan yang kuat dan berkilau. Cat ini bisa saja diaplikasikan pada dinding apabila Anda ingin memiliki tampilan rumah yang glamor!

Sumber : https://bildeco.com/blog/4-tipe-cat-dinding-dan-aplikasinya/

Admin Ducotile No Comments

10 Tips Memilih Warna Yang Bagus Untuk Rumah

Agak kewalahan saat memilih warna cat rumah yang bagus untuk rumahmu? Tenang saja! Bukan kamu saja kok, yang mengalaminya. Hampir semua orang menemui kesulitan yang sama terkait warna cat rumah yang bagus.

Dalam memilih warna cat rumah yang bagus, tentu ada berbagai faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari kombinasi warna dasar, jenis ruangan, dan warna furnitur yang mendukung luas ruangan yang akan dipilih warna cat rumahnya. Maka dari itu, perlu pertimbangan saat memilih warna cat rumah yang bagus. Apalagi jika ini adalah kali pertama kamu membangun rumah.

Pas tidaknya penggunaan warna cat rumah yang bagus untuk rumahmu juga tergantung dengan seleramu, lho! Nggak harus harus diatur dengan penggunaan cat secara standar yang biasa dipakai di rumah-rumah secara umum. Jika kamu memiliki inspirasi lain terkait pemilihan warna cat rumah yang bagus, jangan segan untuk menerapkannya pada rumah pribadimu!

Untuk itu, dibawah ini Kania akan membagikan 10 tips memilih warna cat rumah yang bagus, langsung dari Barbara Jacobs, pemilik dari Sebuah perusahaan desain interior di California yang bergerak di bidang desain dan pemilihan warna!

 

1. Mulai dari daerah yang kecil untuk warna cat rumah yang bagus

Bila kamu masih belum yakin dengan warna cat rumah yang bagus menurut pilihanmu, uji coba dulu di salah satu ruangan dengan luas tembok yang tidak terlalu luas; bisa kamar mandi, tembok lorong yang ada diantara ruangan, atau tembok yang akan ditutupi oleh wallpaper dinding. Pilih area yang mudah dilihat, sehingga kamu bisa melihat hasil secara mudah dan secepat mungkin. Cara paling mudahnya, pilih warna dasar yang senada dengan warna-warna properti dan furnitur yang ada Fungsinya, untuk meningkatkan aksen keindahan ruangan tersebut.

2. Pilih warna cat rumah yang bagus berdasarkan mood

Saat memikirkan warna cat rumah yang bagus untuk tempat tinggal idamanmu, pertimbangkan suasana ruangan tersebut. tentu saja suasana kamar tidur akan berbeda dengan suasana ruang tamu. Suasana ruang tidur akan coba didesain lebih adem dan meningkatkan rasa ingin istirahatmu. Warna-warna lembut biasanya akan dipilih untuk itu.

Atau kamu ingin mendesain ruang makanmu agar lebih formal dan lebih hangat? Kamu bisa memilih warna-warna yang menunjang itu, seperti warna-warna netral atau warna biru dan hijau tua.

3. Perhatikan pencahayaan untuk warna cat rumah yang bagus

Sebelum membeli sekaleng cat, tentu penjual cat tersebut akan menunjukkan light boxes untuk mengetes warna cat yang kamu pilih. Fungsinya untuk menunjukkan warna asli dari cat tersebut dalam kondisi normal. Selain itu, ada dua tips pada tata cahaya dirumahmu. Cahaya lampu pijar akan menonjolkan warna-warna hangat dan warna kuning, sedangkan cahaya lampu pendar akan menghasilkan tone warna biru. Alhasil, memilih lampu yang sesuai jadi sangat penting untuk nuansa yang diberikan.

4. Pelajari arti-arti warna untuk warna cat rumah yang bagus

Hal ini sangat membantu pemilihan warna cat rumah yang bagus untukmu. Berikut beberapa terminologi yang digunakan dalam menjelaskan sebuah warna:

  • Hueadalah sebutan untuk sebuah warna. Merah adalah hue, biru adalah  Nilai hue tergantung dari seberapa terang atau seberapa gelap warna tersebut
  • Saturationmerujuk kepada seberapa dominan hue sebuah warna. Intensitas warna menjadi hal yang perlu kamu perhatikan, apa kamu menyukai kombinasi warna untuk menciptakan gradasi, atau hanya ingin menonjolkan nuansa satu warna?

5. Uji warna pilihanmu untuk menunjukkan warna cat rumah yang bagus

Tingkatkan percaya dirimu dengan menguji warna pada papan poster di salah satu tembok rumahmu yang memiliki area yang besar. Pertimbangkan warna-warna yang kuat, warna-warna yang tajam atau lembut, warna netral yang tidak biasa seperti cokelat atau hijau zaitun sebagai aksen utama. Memilih warna cat rumah yang bagus tidak sulit kalau kamu tahu tema yang ingin kamu pakai.

6. Tambahkan efek kedalaman dengan dekorasi yang menarik

Tekstur tembok dan ruangan menjadi kunci pada teknik ini. dengan efek kedalaman, ruangan akan terlihat lebih besar. Kamu bisa memilih pilihan  warna-warna cerah dan corak-corak tertentu seperti warna perunggu, silver, atau emas. Padupadankan juga dekor di dalam rumah dan furniture yang pas agar menghasilkan warna cat rumah yang bagus.

7. Pertimbangkan perbedaan warna cat rumah yang bagus antar ruangan

Rumahmu tidak hanya sekedar satu ruangan saja. Kamu harus memilih warna cat rumah yang bagus untuk setiap ruangan. Selain bagus, tentu keserasian menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Setiap ruangan harus mempunyai komposisi yang seimbang untuk mendukung setiap ruangnya. Keserasian ini bisa didapat dari warna furnitur, dekorasi seperti karpet dan hiasan dinding, serta pencahayaan yang tepat. Memilih warna cat yang tepat bisa membuat mood kamu lebih senang lho!

8. Ikuti lingkaran warna untuk mendapatkan warna cat rumah yang bagus

Kamu pernah melihat lingkaran warna? Inilah yang digunakan oleh para desainer ruangan handal dalam memilih kombinasi lebih dari dua warna. Misalnya warna kontras merah dan hijau yang merupalan perpaduan gelap-terang. Dibantu oleh lingkaran warna, kedua warna tersebut mampu bersatu dan menghasilkan warna cat rumah yang bagus.

9. Memadupadankan skema monokromatik sebagai pilihan warna cat rumah yang bagus untukmu

Bosan jika kamu menggunakan satu warna cat saja? Poin ini juga bisa membuat warna cat rumah yang bagus! Buatlah variasi tambahan dalam satu palet warna dengan teknik finishing menggunakan cat yang kontras. Kamu akan menghasilkan warna monokromatik yang senada.

10. Untuk warna cat rumah yang bagus, pilih warna finishing cat yang berbeda!

Penggunaan warna cat untuk finishing yang berbeda akan membawa hasil yang signifikan untuk menghasilkan warna cat rumah yang bagus. Misalkan, tembok dan garis-garis pembatasnya memiliki hue yang sama, tapi gunakan warna warna matte sebagai finishing di bagian tembok dan warna-warna satin pada bagian garis-garis pembatas.

Mix & match adalah salah satu kunci dalam menemukan warna cat rumah yang bagus, meskipun beberapa ahli cat rumah berkata lain. Banyak kombinasi yang bisa kamu lakukan untuk mewarnai rumahmu! Gunakan intuisimu dalam memilih warna yang cocok dengan kepribadianmu. Hal yang sama juga berlaku bagi dekorasi lho!

Sumber : https://www.dekoruma.com/artikel/31221/memilih-warna-cat-rumah-yang-bagus-oleh-ahlinya

Admin Ducotile No Comments

Tips dan Trick Cara Menilai Kualitas Kayu Jati

Membedakan kualitas mebel jati memang bukanlah hal yang mudah bagi anda yang tidak memiliki pengetahuan dalam dunia pengolahan kayu. Bagaimana tidak, contoh kasuh ini. kayu jati yang punya kualitas jelek bisa di “sulap” menjadi kelihatan bagus ditangan para tukang finishing handal, barang yang dibuat asal bisa di”racik” jadi kelihatan berkelas oleh tukang servis andalan, makanya agak susah kalau kita tidak punya pengetahuan dasar mengenai cara membedakan kualitas mebel jati yang bagus itu yang bagaimana.

Disini kita akan berbagi pengetahuan tentang hal ini, namun perlu dibuat catatan bahwa cara membedakan kualitas mebel jati yang kami jabarkan disini adalah berdasar dari sudut pandang dan pengalaman kami sebagai pengrajin mebel jepara. pasti beda satu pengrajin beda pula standard nya, namun sebagai garis besanya, bisalah kalau ini dijadikan referensi.

 

Faktor Kayu

Kayu jati memang banyak digemari oleh konsumen mebel baik di dalam maupun di luar negeri. Serat kayu jati yang indah serta daya tahan yang sangat kuat baik terhadap cuaca extrim maupun terhadap serangan kutu dan hama adalah hal utama yang menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli produk ini.

Ada beberapa point yang bisa jadi faktor penentu apakah mebel jati yang hendak anda beli ini berkualitas atau tidak.

 

Cara Membedakan Kualitas Mebel Jati

Berikut dibawah ini adalah beberapa point penting yang menurut kami bisa anda gunakan untuk mengetahui bagaimana cara membedakan kualitas mebel jati jepara.

Lihat Serat Kayunya

Cara membedakan kualitas kayu jati yang pertama adalah dengan melihat serat kayunya. Kayu jati yang bagus adalah yang sudah berumur tua, semakin tua umurnya maka semakin stabil penampang papan yang dihasilkan. Kemungkinan untuk susut, retak pecah atau melengkung bisa di minimalisir dengan penggunaan kayu yang sudah berumur tua. darimana kita tahu kalau kayu jati itu sudah tua ? lihat kerapatan seratnya.

Kayu jati seperti halnya kayu yang lain, terdiri dari lapisan2 kambium yang berkembang tiap tahunnya. kambium ini membentuk cincin2 jika dilihat dari potongan atas, namun kalau dilihat dari potongan samping maka akan kelihatan rapat atau tidaknya seratnya. semakin rapat seratnya, semakin tua berarti umur kayu nya, yang artinya semakin bagus kualitasnya

 

Lihat Lebar Sambungan Papannya

Cara membedakan kualitas mebel jati yang selanjutnya adalah dengan melihat sambungannya. Sambungan papan yang lebar berarti memakai kayu yang berdiameter besar, kayu diameter besar berarti berumur sudah tua, dan kayu tua memiliki kelebihan seperti yang sudah kami jelaskan diatas. tapi berapa lebar papan yang bagus ? tergantung dari grade atau kualitas mebel yang anda pilih. Kami tulis disalah satu halaman web ini yang menjelaskan tentang Perbedaan grade / kualitas mebel jepara.disana ada 3 jenis kualitas yakni grade C untuk kualitas standard, B untuk kualitas bagus dan Grade A untuk kualitas terbaik.

Nah berapa lebar sambungan papan untuk grade C ? jadi kita ambil contoh daun meja yang lebar ya, bukan kayak kursi yang penampangnya kecil. lebar sambungan papan untuk grade C minimal 15 cm, untuk grade B minimal 20 cm dan untuk grade A minimali 25 Cm.

 

Lihat Konstruksinya

Konstruksi dalam hal ini adalah kekuatan dan kerajinan. jangan ragu untuk menggoyang goyang, melipat lipat, lihat bagian bawah dan dalam mebel yang hendak anda beli. cari bagian2 yang retak atau kemungkinan pecah. terutama dibagian sambungan2 kayu seperti daun meja, kaki2 kursi dan bagian lain yang menurut anda rentan rusak. jika tidak ada masalah, bisa kita ambil kesimpulan kalau mebel ini bagus dari sisi konstruksinya.

 

Lihat Finishingnya

Cara membedakan kualitas mebel jati berikutnya adalah dengan melihat hasil akhir finishingnya, Halus tidak ? ada tanda2 mengelupas kah ? rapih tidak ? ini penting karena bagaimanapun bagusnya papan kayu yang dipakai, akan sia2 jika finishingnya tidak sesuai dengan keinginan anda. namun mengenai masalah mengelupas, kita tidak bisa serta merta meniai bahwa itu jelek kualitasnya. ada satu style finishing yang justru mengharuskan adanya pengelupasan alami karena meng imitasi mebel klasik yang sudah berumur ratusan tahun. Namun pada dasarnya finishing yang bagus tidak lagi mengelupas atau ber indikasi untuk begitu. bahkan style antik tersebut juga tidak lagi mengelupas karena hanya imitasi model antik.

Tanya pada penjual bahan finishing apa yang mereka pakai untuk mebel yang hendak anda beli. Tidak semua bahan finishing sama kualitasnya. memang tidak mudah membedakan satu bahan finishing dengan yang lain, disini kami coba jelaskan beberapa ciri2 dan perbedaan jenis bahan finishing untuk mebel jati.

 

Lihat Banyaknya Cacat Alami Kayu

Cacat alami kayu yang kami maksud disini adalah yang disebut “Mata kayu”. Pemakaian komponen dengan cacat mata kayu seperti gambar disamping juga harus di batasi karena bisa menimbulkan resiko retak dan pecah pada permukaan papan. Mabel dengan Grade A pemakaian kayu dengan cacat mata kayu di batasi dengan hanya 5 titik pada permukaan lebar seperti daun meja besar, 2 titik pada komponen ukuran medium seperti pada sandaran kursi dan bangku dan 0 toleransi untuk komponen yang lebih kecil. Sedangkan pada produk Mebel Kayu Jati dengan Grade C toleransi cacat kayu lebih besar meskipun cacat seperti ini tidak selalu di temukan dalam setiap Log kayu jati.

 

Pemakaian Hardware

Memang ini bukan point utama yang menentukan kualitas mebel jati, namun ini bisa jadi indikasi apakah mebel yang hendak anda beli itu berkualitas atau tidak. anda tidak mau kan misalnya beli lemari pakaian yang kayu dan finishingnya bagus namun engselnya rusak…

Ada banyak sekali jenis hardware yang digunakan dalam pembuatan mebel jepara, namun kami membedakan menjadi beberapa jenis yang umum digunakan dalam mebel jepara.

 

Kesimpulan Kami Tentang Bagaimana Cara Membedakan Kualitas Mebel Jati

Lihat serat kayunya, pastikan dibuat dari papan kayu jati yang sudah tua umurnya, lihat lebar sambungan nya, pastikan konstruksi kuat dan tidak ada cacat kayu yang terlalu banyak, pastikan semua hardware berfungi dengan sebagaimana mustinya. Cek finishingnya, jangan ada yang kasar tidak alami, retak dan mengelupas karena rusak tidak bisa ditoleransi.

Jika anda membeli secara online seperti ke perusahaan mebel jati semacam kami, pastikan penjual tahu apa yang mereka bicarakan. jangan ragu untuk bertanya dan lihat jawabannya. anda bisa menilai tingkat profesionalitas sebuah perusahaan dari jawaban yang mereka berikan. anda bisa menggunakan materi yang kami tuliskan disini sebagai wacana untuk ber argumen dengan mereka. Jangan beranggapan bahwa yang kami tulis disini adalah absolut, selalu bandingkan informasi yang anda dapat dari berbagai sumber agar anda bisa menilai dengan obyektif. Terima kasih

 

Sumber : https://kedaimebeljati.com/project/cara-membedakan-kualitas-mebel/