Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Cakar Ayam untuk Bangunan

Ketika ingin membangun sebuah hunian, infrastruktur atau gedung, maka salah satu bagian yang paling penting untuk menentukan kokoh tidaknya bangunan adalah pondasi yang berguna untuk menguatkan konstruksi bangunan yang akan didirikan di atasnya. Untuk itu, pembuatan pondasi tidak boleh dilakukan sembarangan karena akan berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan bangunan.

Ada beberapa jenis pondasi yang bisa digunakan seperti salah satunya pondasi cakar ayam. Namun seperti jenis pondasi lain ada kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang harus anda pikirkan sebelumnya seperti yang akan kami jelaskan berikut ini.

Apakah Pondasi Cakar Ayam?

Sebelum membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam, ada baiknya anda mengenal lebih baik tentang pondasi cakar ayam khususnya pada tahapan membangun rumah dari awal. Pondasi cakar ayam merupakan nama dari salah satu teknik yang dipakai dalam konstruksi pondasi bangunan. Dinamakan cakar ayam karena pada bagian bawah pondasi terdapat pipa pipa beton yang dibentuk menyerupai cakar ayam untuk mencengkeram kuat lahan di bawahnya supaya bangunan yang didirikan di atasnya mempunyai konstruksi lebih kokoh dan stabil.

Pada awalnya, pondasi cakar ayam ini dipakai pada tanah dengan tekstur lembut atau lunak. Akan tetapi untuk sekarang, pondasi cakar ayam bisa diaplikasikan di segala jenis tanah dan bisa dipakai untuk pondasi bangunan gedung bertingkat, jembatan besar, jalan layang, jalan raya, jalan keretap api dan bahkan landasan pesawat terbang.

Metodepondasi cakar ayam sendiri ditemukan pada tahun 1961 oleh insinyur sipil Indonesia bernama Prof. Ir. Sedyatmo Dr HC yang berprofesi sebagai Direktur Konstruksi di Perusahaan Listrik Negara [PLN]. Ketika itu, PLN harus membangun tujuh menara listrik tegangan tinggi di daerah berawa di area Ancol. Tujuh menara tersebut dibangun dengan maksud mendistribusikan listrik dari Tanjung Priok menuju Gelanggang Olahraga Senayan.

Pembangunan tersebut sempat terkendala sebab struktur tanahnya yang berawa, lembek dan juga berair. Akan tetapi Sedyatmo tetap berusaha untuk mencari solusinya sampai akhirnya tercetus ide untuk membangun rancangan pondasi seperti akar yang terdiri dari pipa pipa beton yang akan ditanam di dalam tanah.

Pada bagian atasnya kemudian dipasang kemudian dipasang plat beton sehingga pipa pipa tersebut saling terhubung dan mencengkeram tanah dengan sangat kuat sesudah cara menghitung volume pondasi dilakukan. Akhirnya, ide Sedyatmo tentang menara menara tersebut berhasil didirikan tepat waktu dan pondasi cakar ayam tersebut masih terus digunakan hingga saat ini.

Pondasi cakar ayam ini memiliki bentuk plat persegi dengan ukuran yang beragam sehingga bisa disesuaikan dengan beban bangunan serta kondisi struktur tanah. Pondasi ini terdiri dari pipa pipa beton yang menyerupai cakar ayam dengan jarak sumbu 2 hingga 3 m. Pipa pipa tersebut biasanya memiliki diameter 1.2 m, tebal 8 cm dan ukuran panjang yang bisa disesuaikan. Sedangkan untuk plat beton biasanya mempunyai ketebalan 10 hingga 15 cm.

Pondasi cakar ayam ini terbilang populer dan banyak dipakai sebab bisa menopang berat sampai 500 hingga 600 ton per kolom. Dengan begini, tentu saja bangunan yang didirikan bisa kokoh dan tetap stabil dalam waktu yang lama.

Kelebihan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam banyak dipakai untuk membangun sebuah konstruksi bangunan atau infrastruktur sebab pondasi cakar ayam memberikan banyak manfaat seperti berikut ini:

  1. Bisa Dibangun di Atas Tanah Lembek

Seperti tujuan awal ditemukan pondasi cakar ayam, jenis pondasi ini bisa dibangun di atas tanah dengan tekstur yang lembek bahkan berair. Berbeda dengan pondasi konvensional yang sulit dilakukan di atas tanah yang lembek dan berair karena berisiko ambles, bergeser atau bergeser. Pondasi cakar ayam juga mempunyai daya dukung yang jauh lebih tinggi dan tidak butuh sela sela untuk menampung pengembangan akibat perubahan cuaca.

 

  1. Tidak Butuh Sistem Drainase

Kelebihan lainnya dari pondasi cakar ayam adalah tidak butuh sistem drainase dan juga sambungan kembang kusut. Hal ini disebabkan karena seluruh pondasi cakar ayam berisi beton padat yang sangat kuat sehingga tidak ada ruang atau celah sebagai drainase. Dengan begini, maka pengerjaan pondasi akan mengurangi material, biaya dan juga waktu pengerjaan.

Kekurangan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam memang dikenal sebagai pondasi kokoh dan kuat. Namun, ada juga beberapa kekurangan yang dimiliki oleh jenis pondasi ini, seperti:

  1. Biaya Lebih Mahal

Karena biasanya jenis pondasi rumah ini diaplikasikan untuk membangun bangunan bertingkat, besar atau proyek infrastuktur berskala besar, maka biaya pembuatan pondasi ini juga bisa dikatakan lebih mahal jika dibandingkan dengan pondasi konvensional. Hal ini disebabkan karena pembuatan pondasi cakar ayam butuh peralatan dan juga bahan bahan yang cukup banyak dan juga proses yang rumit. Sebagai contoh, proses betonisasi yang butuh bahan bahan jauh lebih banyak.

 

  1. Kurang Cocok untuk Bangunan Kecil

Dibandingkan dengan jenis pondasi lain, pondasi cakar ayam ini bisa dikatakan kurang cocok untuk bangunan bangunan kecil dan berlantai satu. Bukan hanya karakteristik bangunannya saja, namun juga dari segi biaya dan juga pemasangan pondasinya. Untuk anda yang memiliki budget terbatas sebaiknya berpikir dua kali ketika ingin menggunakan pondasi cakar ayam ini.

Langkah Pembuatan Pondasi Cakar Ayam

Ada beberapa langkah yang diperlukan untuk cara membangun pondasi rumah cakar ayam, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Penggalian tanah: Sebelum menggali tanah, hal yang harus dilakukan adalah menentukan ukuran panjang, lebar dan kedalaman pondasi serta sebaiknya galian pondasi dibuat lebih lebar dari ukurannya supaya tukang bisa bekerja leluasa.
  • Penulangan pondasi: Proses perakitan tulangan atau pipa pipa beton pondasi dipakai di luar tempat pengecoran akan tetapi masih dalam satu lokasi proyek.
  • Bekisting: Proses berikutnya adalah pengerjaan bekisting yakni sebuah konstruksi bantu yang bersifat sementara dan dipakai untuk mencetak beton yang akan dicor baik di dalamnya atau di atasnya.

Demikian ulasan singkat dari kami kali ini tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang sangat penting untuk dipahami sebelum memutuskan memakai jenis pondasi ini pada bangunan yang ingin anda dirikan. Semoga bisa bermanfaat dan menambah informasi anda seputar pondasi bangunan.

 

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-cakar-ayam

 

Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Batu Kali

Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan dan juga kondisi tanah di sekitar bangunan. Sedangkan untuk kedalaman pondasi akan ditentukan dari letak tanah padat yang mendukung pondasi. Jika terletak di tanah miring lebih dari 10%, maka pondasi bangunan harus dibuat rata atau dibentuk tangga dengan bagian bawah dan atas yang rata. Jenis pondasi sendiri terdiri dari dua yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam.

ads

Pondasi dangkal merupakan pondasi yang dipakai pada kedalaman 0.8 hingga 1 meter sebab daya dukung tanah sudah mencukupi. Pndasi dangkal, langsung atau stahl ini biasa memakai material batu kali, batu gunung atau beton tumbuk yang masing masing memiliki plus minus berbeda. Untuk ulasan kali ini, kami akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang sangat penting untuk anda ketahui.

Apakah Pondasi Batu Kali?

Pondasi batu kali merupakan jenis pondasi yang terbuat dari struktur batu kali yang disusun sehingga menjadi bangunan yang lebih kokoh untuk menopang beban di atasnya seperti hunian atau rumah. Cara membangun pondasi rumah batu kali mempunyai kedalaman antara 60 sampai 80 cm dengan lebar yang disesyaikan dengan kedalaman pondasi.

Jenis pondasi ini bisa dan kuat untuk menopang rumah yang mempunyai beban tidak terlalu berat seperti rumah berlantai satu. Sesudah mengetahui penjelasan tentang pondasi batu kali, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang harus diketahui.

Kelebihan Pondasi Batu Kali

Ada beberapa kelebihan yang bisa diperoleh ketika rumah atau bangunan menggunakan jenis pondasi rumah batu kali, beberapa di antaranya adalah:

  1. Risiko Kebocoran Lebih Kecil

Keuntungan pertama dari pondasi batu kali adalah rumah rumah yang di bangun di atasnya memiliki risiko banjir atau kebocoran yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya. Ini tentunya bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dibandinkan dengan rumah yang dibangun pada jenis pondasi lain karena lebih rentan terhadap kebocoran gas, banjir dan juga jamur

  1. Menguatkan dan Mempertahankan Masa Bangunan

Batu kali merupakan salah satu jenis pondasi yang awet dan kuat sehingga bangunan yang didirikan di atasnya juga bisa lebih tahan lama jika dibandingkan dengan menggunakan jenis pondasi lainnya meski tidak cocok digunakan untuk jenis pondasi rumah panggung.

  1. Kebutuhan Anggaran Biaya Pembuatan yang Rendah

Sama seperti cara membangun pondasi rumah batu bata, batu kali yang biasanya dipakai untuk mendukung bangunan memiliki konstruksi yang sederhana dan juga berada pada lahan yang stabil. Ukuran kedalaman galian tanah yang sering digunakan berkisar antara 50 sampai 80 cm dengan tambahan pasir dan semen. Mengingat bahan bahan baku yang digunakan untuk membuat pondasi batu kali ini tidak terlalu kompleks, maka biaya yang dibutuhkan untuk membangun pondasi batu kali ini juga tidak terlalu banyak atau lebih rendah dibandingkan dengan beberapa jenis pondasi lainnya.

  1. Waktu Pengerjaan Relatif Cepat

Kelebihan dari jenis jenis batu alam yang digunakan untuk bahan bangunan yakni pondasi batu kali berikutnya adalah waktu pengerjaan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan pondasi lainnya. Pada prinsipnya, konstruksi pondasi batu kali hampir sama dengan batu bata. Namun yang menjadi pembeda hanya dari materialnya saja. Pemasangan pondasi batu kali juga lebih cepat kering dibandingkan pondasi lainnya sehingga lebih cocok digunakan pada rencana pembangunan yang butuh efisiensi waktu yang tinggi.

  1. Mempunyai Konstruksi Lebih Sederhana

Kelebihan lain dari pondasi batu kali adalah konstruksinya yang sederhana dan pengerjaan pondasi juga bisa dilakukan langsung di tempat pembuatan. Dimulai dari penggalian tanah, pembuatan adukan perekat hingga penyusunan batu kali, semuanya dilakukan dengan cara yang sederhana berbeda dengan pondasi lain yang jauh lebih rumit. Karena kemudahan dalam pembuatan pondasi batu kali, maka juga tidak dibutuhkan penggunaan bantuan alat alat berat dalam pembuatannya.

  1. Menahan Goncangan Lebih Baik

Untuk mendukung proyek pembangunan rumah, batu kali biasanya akan dipakai pada ketinggian kurang dari 10 meter seperti untuk cara membangun rumah tahan gempa. Kemampuan batu kali yang bisa menahan beban berat tentu sangat diunggulkan dibandingkan pondasi yang lain hingga sekarang ini.

Terlebih lagi, pemasangan pondasi batu kali yang dikombinasikan dengan teknik pemasangan strauss pile atau bor pile, beton cakar ayam bisa menahan goncangan pada saat terjadi getaran dari dalam tanah atau getaran yang ditimbulkan dari lingkungan sekitar. Selain itu,kekuatan dari pondasi juga bertujuan untuk mengamankan kekokohan berdirinya sebuah bangunan.

  1. Bisa Disesuaikan Dengan Lebar yang Diinginkan

Batu kali jenis batu belah sangat baik digunakan untuk pondasi menerus dan juga pondasi umpak atau tua sebab batu ini biasanya berasal dari letusan batu yang ikut keluar dari perut bumi pada saat terjadi letusan gunung dalam cara membangun rumah secara bertahap.

Batu kali jenis ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan pondasi mengikuti lebar yang diinginkan secara rapi sehingga porsi beban yang diterapkan pada pondasi semakin maksimal.

Jenis batu kali ini sangat baik digunakan untuk pondasi rumah keras, bersih dan tidak lapuk yang nantinya akan dipceah pecah menggunakan palu dengan sisi sisi tajam.

 

Kekurangan Pondasi Batu Kali

Meski memiliki beberapa kelebihan, namun pondasi batu kali juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  1. Menimbulkan Retakan

Pergeseran tanah, akar pohon invasif dan juga gempa bumi yang terjadi bisa menimbulkan masalah serius pada rumah yang dibangun di atas pondasi batu kali sehingga menjadi penyebab dinding rumah retak struktur. Setiap retakan yang terjadi pada pondasi akan menyebabkan masalah besar jangka panjang tang sering sulit atau mahal untuk diperbaiki.

  1. Kurang Bisa Saling Mencengkeram

Kekurangan dari batu kali khususnya batu gunung adalah membuat batu kurang saling mencengkeram antara satu dengan lainnya ketika dipasang. Hal ini disebabkan karena batu kali merupakan kesatuan dari batu bulat yang dipakai untuk membuat pondasi lokasinya terpendam di dalam tanah dan bentuknya yang bulat serta bisa berlumut sehingga kurang melekat ketika digunakan.

Kekurangan Lainnya

Selain beberapa kekurangan batu kali di atas, ada beberapa kekurangan lain yang bisa terjadi ketika menggunakan batu kali sebagai pondasi, seperti:

  • Daya dukung tidak terlalu kuat meski layak digunakan untuk menahan beban bangunan sederhana.
  • Tidak cocok digunakan untuk mendukung bangunan bertingkat.
  • Hanya bisa diaplikasikan pada kondisi tanah di area pembangunan stabil.
  • Tingkat ketahanan tidak terlalu baik khususnya jika sering terendam air.

Demikian ulasan dari kami tentang beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali untuk rumah atau bangunan, semoga bisa menambah informasi khususnya bagi anda yang sedang merencanakan membangun rumah.

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-batu-kali

Admin Ducotile No Comments

11 Trik Menyulap Rumah Biasa Menjadi Mewah

Memiliki rumah minimalis sederhana atau berbagai jenis-jenis rumah tinggal lainnya terlalu lama, terkadang membuat Anda membutuhkan nuansa baru. Salah satunya adalah, kebanyakan orang ingin menata rumahnya menjadi tampak seolah mewah. Namun Anda akan merasa gamang karena tidak ingin mengeluarkan banyak uang sebagai kcara membangun rumah dengan dana minim. Membuat rumah tampak mewah membutuhkan dana yang besar. Seperti itukah? Sebenarnya, teori ini tidak selalu benar. Ada beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan tanpa perlu melibatkan banyak uang di kantong Anda. Penasaran? Berikut ini adalah cara menyulap rumah biasa menjadi mewah. Simak!

Menyulap Rumah Biasa Menjadi Mewah

Merubah rumah biasa menjadi mewah dapat dilakukan dengan berbaga elemen. Mulai dari ruang tamu Anda, kamar tidur, kamar mandi, lantai, dekorasi dan sebagainya. Untuk melakukan hal tersebut, Anda tidak perlu melakukan pembongkaran pada rumah Anda. Cukup melakukan beberapa tips sederhana seperti menata perabot dan sebagainya. Berikut ini adalah daftar cara menata rumah yang dapat Anda lakukan, yakni :

  1. Meletakkan barang pada tempatnya

Yang dimaksud dengan meletakkan barang yang tepat adalah menempatkan dekorasi ruangan sesuai dengan tema mewah yang akan Anda angkat. Dekorasi ini dapat berupa patung kuningan, guci klasik, vas bunga dan masih banyak lagi. Dengan penambahan ini, maka rumah Anda akan tampil lebih elegan. Jangan lupa buang barang-barang yang sudah tidak diperlukan lagi supaya rumah nampak lebih luas.

  1. Permainan tirai jendela

Tirai rumah ternyata dapat menjadi elemen penting untuk tampilan rumah mewah. Anda dapat memasang tirai ini pada ruang tamu dan pilihlah warna-warna indah yang dapat memberikan dampak elegan. Dengan begitu, tirai akan menaikkan tampilan ruang tamu rumah Anda pada level yang berbeda.

  1. Warna cat rumah 

Salah satu daya tarik dari rumah mewah adalah warna cat rumah elegan miliknya. Oleh karena itu, memunculkan kesan mewah dapat dilakukan dengan memilih warna dinding yang tepat. Contohnya adalah warna putih, dimana warna putih dapat memberikan kesan ruang yang bersih dan luas. Warna furnitur pun diselaraskan dengan warna dinding supaya tampil lebih selaras. Biasanya, rumah mewah mengacu pada warna-warna merah, hitam, dan elegan karena memberikan kesan seperti glamor dan elegan.

  1. Inovasi rak buku 

Rak buku merupakan cara lain untuk menyulap rumah Anda menjadi mewah. Karena rak buku akan memberikan tampilan yang berkelas dan sangat indah untuk pengunjung rumah Anda. Pilihlah rak buku yang sesuai dengan penempatan serta ukuran ruang yang tersedia.

  1. Relief tembok

Pada rumah mewah, terkadang Anda suka menemukan tembok rumah yang diberikan relief bukan? Tahukah Anda, bahwa menambahkan relief tersebut dapat memberikan kesan mewah. Relief dapat dibuat dengan material batu alam, dimana terdapat banyak pilihan yang dapat Anda tuju. Perpaduan batu alam akan menciptakan suatu kombinasi yang mewah dan unik serta beda dibandingkan dengan rumah-rumah lainnya.

  1. Kaca jendela

Mungkin Anda menganggap sebelah mata dengan kaca jendela rumah. Padahal, kaca jendela dapat menaikan tampilan rumah Anda menjadi mewah. Kaca jendela rumah Anda dapat diberikan inovasi seperti menghiasnya menggunakan grafir atau pun kaca patri.

  1. Ciptakan suasana outdoor dalam ruangan 

Sangat indah rasanya jika Anda dapat merasakan kesan natural dan alami padahal Anda berada di dalam ruangan. Hal inilah yang biasa ditemukan pada rumah mewah. Untuk membawa kesan outdoor ke dalam rumah, caranya cukup sederhana. Anda dapat mendekorasi rumah dengan tanaman-tanaman hias yang indah dimana baik sebagai cara membersihkan rumah dari energi negatif.

  1. Sentuhan buah-buahan

Tidak hanya memberikan penambahan bunga atau pun tanaman hias, penambahan buah-buahan di dalam rumah juga dapat memberikan kesan mewah. Hiasi dapur dengan mangkuk berisikan buah-buah segar dan lezat seperti anggur, apel dan sebagainya. Tak hanya di dapur, mangkuk tersebut juga dapat disajikan di ruang tamu atau ruang keluarga jikalau ada tamu yang datang berkunjung.

  1. Pencahayaan yang baik 

Pencahayan memang faktor penting dalam sebuah rumah karena dapat memberikan nilai tersendiri. Selain itu, salah satu ciri dari rumah mewah adalah memiliki pencahayaan rumah yang baik. Baik yang dimaksud bisa berasal dari pencahayaan alami yakni dari sinar matahari yang masuk ke dalam rumah atau pun cahaya buatan yang berasal dari cahaya lampu.

  1. Cetakkan pada langit

Agar menambah kesan mewah pada rumah cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mendekorasi langit-langit rumah. Tekniknya adalah dengan menggunakan cetakan yang dapat memberikan kesan elegan dan rumah tidak terlihat polos. Pilihlah motof yang sesuai dan tidak terlalu berlebihan.

  1. Sentuhan kain 

Tidak hanya dengan pewarnaan dinding rumah atau pun pemilihan material, permainan kain dalam ruangan juga dapat memberikan dampak yang berbeda. Contohnya adalah, Anda dapat memberikan penambahan kain seperti sutra, berludru atau pun linen pada bagian interior rumah sehingga kesan mewah semakin terasa.

Demikianlah cara menyulap rumah biasa menjadi mewah yang dapat Anda lakukan. Selamat mencoba!

Sumber : https://rumahlia.com/desain/menyulap-rumah-biasa-menjadi-mewah

 

 

Admin Ducotile No Comments

Mengintip 5 Agar Cat Tidak Mudah Mengelupas

Cat rumah memiliki peranan tersendiri dalam menghias berbagai jenis-jenis rumah tinggal. Cat rumah dapat mendukung konsep yang ingin Anda usung di dalam hunian tersebut. Apakah ingin menghadirkan nuansa yang ceria dan hangat atau ingin menampilkan nuansa yang tenang? Semuanya tergantung pada Anda. Namun pekerjaan cat dinding rumah tidak hanya selesai ketika cat sudah diaplikasikan pada seluruh ruangan. Namun perlu adanya perawatan pula pada cat. Mengapa demikian? Sebab cat dinding tersebut dapat mengalami masalah. Salah satunya adalah cat dinding mengelupas. Cat rumah yang mengelupas tidak terjadi hanya begitu saja, namun ada penyebab yang membuat cat ini menjadi mengelupas. Apa sajakah penyebabnya? Berikut ini adalah beberapa penyebab cat mengelupas, yakni: Kualitas cat rendah. Penyebab pertama yang dapat membuat cat mengelupas adalah rendahnya kualitas cat yang digunakan. Ini bisa saja terjadi karena konsentrasi resin pada cat yang tidak seusai dengan standar. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, Anda juga perlu menggunakan cat yang berkualitas.

  • Permukaan dinding kotor. Kondisi dinding kotor sebelum di cat ternyata juga dapat menjadi penyebab mengapa cat dapat mengelupas. Terlebih jika kondisi dinding juga berminyak. Hal ini dapat memicu terjadinya pengelupasan.
  • Dan lain-lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi cat dinding yang mengelupas? Apakah ada langkah-langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengembalikan cat dinding menjadi lebih indah. Tenang! Kami akan membahasnya bersama dengan artikel ini. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang dapat Anda lakukan agar cat tidak mudah mengelupas, yakni:

  1. Membersihkan dinding yang akan di cat

Cara pertama yang perlu Anda lakukan agar cat tidak cepat mengelupas adalah membersihkan terlebih dahulu dinding yang akan di cat. Dinding tersebut harus dipastikan apakah sudah bersih dari kotoran seperti debu atau belum. Anda dapat membersihkannya menggunakan alat kebersihan rumah berupa. Singkirkan barang-barang tidak perlu yang menancap pada dinding seperti bekas isolasi, paku dan sebagainya. Setelah itu barulah Anda dapat memulai proses pengecatan rumah. Namun, hasil akhir pengecatan akan lebih sempurna jika memang pada saat proses pembuatan dinding sudah rata dari awal. Maka dari itu, penting untuk melakukan kontrol ketika Anda hendak membangun macam-macam dinding rumah. Apabila terdapat lubang pada dinding rumah, tutup lubang tersebut dengan menggunakan dempul atau semen kering sebelum Anda mengecatnya.

  1. Menggunakan cat khusus eksterior

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan cat dinding mengelupas adalah Anda tidak menggunakan jenis cat dinding yang tepat. Contohnya, apabila Anda ingin mengecat bagian luar rumah dengan menggunakan warna cat rumah yang elegan, pilihlah jenis cat eksterior. Cat ini dibuat secara khusus dengan daya tahan yang jauh lebih lama dibandingkan cat interior. Maka dari itu, jenis cat ini sangat cocok digunakan untuk melengkapi material fasade bangunan yang digunakan. Selain itu, cat ini juga jauh lebih sempurna dan dapat menahan cuaca yang ekstrim, kotoran hingga jamur.

  1. Menyesuaikan cat dengan bahan dinding

Jika Anda ingin mengecat rumah, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis cat tembok yang sesuai dengan material penutup dinding yang Anda gunakan. Cat tembok untuk melapisi jenis kayu konstruksi tentunya akan berbeda dengan cat tembok yang digunakan untuk melapisi dinding batu alam. Karakteristik cat juga biasanya menyesuaikan dengan ruangan tersebut. Cat dinding pada bagian luar rumah cenderung lebih tebal dibandingkan dengan cat dinding di dalam rumah.

 

  1. Menggunakan warna cat yang cerah

Penggunaan warna cerah juga sangat direkomendasikan pada hunian Anda. Warna cat rumah yang indah dan sejuk dapat mempengaruhi visual ruangan serta orang-orang yang melihatnya. Warna cerah lebih direkomendasikan karena di dalam warna tersebut terdapat pigmen yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan warna-warna gelap. Pigmen inilah yang membuat risiko cat pudar lebih cepat akan semakin berkurang. Warna yang dapat Anda gunakan tersebut diantaranya adalah warna kuning, merah muda, putih, hijau soft dan sebagainya.

  1. Mengecat dinding dengan roller

Agar cat tidak mengelupas, proses pengecatan dinding harus dilakukan dengan benar. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat mengecat yang tepat, yakni jenis roller saja. Tidak hanya memberikan hasil yang lebih baik, alat ini juga mempercepat proses pekerjaan. Gunakan pola pengecatan menyerupai huruf “WS” atau pun “MS”. Jangan lupa untuk melakukan pengecatan dari sisi dinding yang telah kering agar menghilangkan jejak roller tersisa pada dinding. Ingatlah untuk menghindari penggunan kuas yang memiliki bulu pendek, sebab jenis kuas ini tidak dapat menyerap cat dengan begitu baik dan dapat meninggalkan bekas pada dinding.

Demikianlah beberapa tips dan trik sebagai cara agar cat tidak mudah mengelupas yang baik dan benar serta wajib Anda ketahui dan pelajari. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Summer : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/agar-cat-tidak-mudah-mengelupas

 

Admin Ducotile No Comments

8 Material Penutup Dinding pada Rumah Tinggal

Dinding merupakan salah satu elemen konstruksi rumah yang memiliki peran penting. Tidak hanya itu, mendesain sebuah dinding rumah juga dapat dijadikan sebagai cara menyulap rumah biasa menjadi mewah. Daya tarik rumah akan meningkat ketika dinding rumah Anda dilapisi dengan berbagai material dinding yang indah dan rupawan. Selain itu trik ini juga dapat diterapkan di berbagai jenis-jenis rumah tinggal dnegan berbagai macam konsep. Jadi Anda tidak akan selalu ketergantungan menggunakan warna cat rumah elegan untuk meningkatkan keindahan rumah. Berikut ini adalah daftar material penutup dinding yang dapat Anda gunakan, simak!

  1. Batu Alam

Untuk Anda yang menginginkan rumah dengan nuansa alami dan kesan natural, batu alam lah material yang wajib Anda gunakan. Batu alam merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah yang dapat memberikan kesan natural dan tampilan yang dekoratif karena setiap batu memiliki motif yang berbeda. Variasi jenis serta cara pemasangannya dapat menghasilkan berbagai macam pola dan motif yang menguatkan alasan mengapa batu alam wajib dimiliki dalam sebuah hunian. Namun pemakaian batu ini diutamakan untuk ruangan-ruangan utama dan bagian depan rumah. Salah satu jenis batu alam yang dapat Anda gunakan adalah batu paliman. Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan batu paliman sebagai referensi.

  1. Kayu

Siapa yang tidak mengenal material ini. Kayu sangat populer, tidak hanya sebagai material konstruksi bangunan namun juga sebagai bahan dasar perabotan dan sebagainya. Tidak hanya pada rumah minimalis sederhana kayu juga dapat ditemukan pada bangunan rumah mewah hingga desain rumah modern eropa. Kayu dapat digunakan sebagai material penutup dinding dengan berbagai macam cara. Anda bisa menata kayu dalam jajaran horizontal dalam berbagai variasi ketebalan. Fasad rumah akan tampak jauh lebih menarik dan indah. Selain itu, Anda juga dapat memainkan kayu dalam versi vertikal dan sebagainya. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai lantai rumah, Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan lantai kayu sebagai informasi.

  1. Beton

Bangunan yang menggunakan material penutup dinding beton sekarang sudah tidak terhitung jumlahnya. Biasanya pemiliki rumah memfurnish beton dengan menggunakan cat atau bahkan tanpa di poles sama sekali. Namun bagaimana jika rumah Anda terbuat dari batu bata namun fasad yang diinginkan adalah beton?  Gampang sekali! Cukup dengan memberikan lapisan semen pada dinding Anda. Perlu diingat bahwa lapisan semen ini dapat dibentuk atau dibuat motif sesuai dengan keinginan Anda. Anda dapat membuatnya bertekstur halus atau pun licin, dibuat dengan modul persegi dan sebagainya atau juga dibuat bertekstur. Caranya pun mudah. Cukup campurkan biji-biji atau kerikil ke dalam adukan semen, kemudian oleskan adukan tersebut pada dinding. Tunggu sampai kering dan hasil yang Anda inginkan pun telah di dapatkan.

  1. Marmer

Menggunakan marmer sebagai material dinding bukan suatu hal yang baru dan langkah. Aplikasi marmer pada rumah biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan kelas atas atau bangunan mewah. Dengan menggunakan marmer, maka Anda dapat menghasilkan sebuah mozaik yang fantastis yang diciptakan oleh perpaduan corak, bayangan, gelap terang hingga terkstur yang indah ketika di pandang dari jarak jauh.  Tidak hanya sebagai penutup dinding, marmer dapat dimanfaatkan sebagai pelapis lantai. Anda dapat membacakelebihan dan kekurangan lantai marmer.

  1. Granit

Sama seperti marmer, granit juga memiliki tekstur yang keras serta tahan gesekan. Granit juga memiliki pori-pori yang kecil sehingga tahan terhadap air dan cuaca. Namun pilihan warna dan corak granit tidak memiliki varian yang beragam dibandingkan dengan marmer. Aplikasi granit beragam, dapat digunakna sebagi lantai atau pun dinding. Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan batu granit.

  1. Keramik

Keramik merupakan salah satu material yang memiliki ragam pilihan yang menarik serta harga yang murah. Sangat cocok untuk Anda yang menginginkan cara membangun rumah dengan dana minim. Ada yang memiliki bentuk persegi, segi enam, motif polos, bertekstur hingga mengkilap. Tampilan keramik pun ada pula yang menyerupai kayu, beton bahkan logam tua.

  1. Alumunium

Alumunium atau stainless steel dalam bentuk-bentuk lembaran juga dapat digunakan sebagai material penutup dinding rumah. Umumnya bahan ini sering ditemukan sebagai bahan pelapis dinding dapur karena memiliki sifat anti karat yang akan mempermudah Anda dalam perawatannya.

  1. Kaca

Siapa yang menyangka bahwa kaca juga dapat dimanfaatkan sebagai material penutup dinding. Penggunaan kaca dapat menegaskan kesan luas pada ruang. Menggunakan kaca memang suatu langkah yang riskan, untuk itu Anda dapat menggunakan jenis kaca tempered agar resiko bahaya dapat di minimalisir.

Selain mewarnai dinding rumah Anda terdapat berbagai macam material penutup dinding yang dapat Anda gunakan. Tertarik? Anda dapat mulai mendesain rumah dengan melibatkan material tersebut sehingga membuat rumah semakin menarik. Demikianlah, selamat mencoba!

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/material-penutup-dinding

 

Admin Ducotile No Comments

Dengan Cara Ini, Mengecat Rumah Jadi Mudah

Mengecat rumah jadi hal yang melelahkan, sekaligus merepotkan. Sebab selain bisa mengganggu penghuni rumah lain karena baunya, rumah juga jadi bisa berantakan. Belum lagi kalau hasilnya kurang sempurna dan cat menetes di mana-mana, tentu akan membuat rumah jadi kehilangan nilai estetikanya. Maka itu, agar pekerjaan ini mudah dilakukan, baiknya Anda coba cara-cara barikut ini!

Hilangkan bau cat dengan ekstrak vanila

Sebagian orang malas melakukan pekerjaan mengecat karena bau. Bau ini timbul dari cat dan campuran bahan kimia lain yang ada di dalamnya. Untuk menyiasati bau tersebut, Anda bisa memasukkan dua sendok teh ekstrak vanila ke dalam satu galon cat dasar. Ekstrak vanila akan membuat bau cat lebih ramah, dan ini bisa membuat Anda lebih nyaman dalam melakukan proses pengecatan.

Cegah tetesan cat dengan karet gelang

Tempatkan dua karet gelang di sekitar mulut kaleng cat. Saat menarik kuas dari kaleng, seka cat berlebih yang menempel pada buku-bulu kuas ke karet yang ada di mulut kaleng tersebut. Dengan begitu, cat yang berlebih akan menempel di karet dan kembali ke dalam kaleng. Sementara kuas yang diangkat pun tidak akan menyebabkan tetesan yang bisa mengotori lantai.

Agar pekerjaan mengecat rumah jadi mudah, ada beberapa trik yang mesti Anda terapkan. Bahkan dengan trik ini pula, pekerjaan mengecat jadi tidak bau dan hasilnya lebih maksimal. Nah, melanjutkan artikel sebelumnya, berikut adalah beberapa trik mengecat rumah yang dimaksud.

Lapisi baki penampungan cat

Supaya tidak menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan baki penampungan cat, lapisi baki cat tersebut dengan alumunium foil sebelumnya. Bungkus rata baki itu sampai ke tepi-tepinya. Alumunium foil ini tidak akan mengganggu pergerakan dan penyerapan cat pada roller. Dan setelah selesai mengecat, Anda cukup buang alumunium foil bekasnya. Di sisi lain, baki penampung cat tetap bersih dan tentunya tidak harus dibersihkan.

Tutup cat dengan plastik

Saat pekerjaan cat selesai dan masih banyak cat sisa di dalam kaleng, tentunya ada tidak akan membuang cat tersebut, bukan? Nah, memang sebaiknya cat tersebut disimpan untuk dipakai kembali saat diperlukan nanti. Namun ingat, sebelum menutupnya kembali dengan penutup kaleng, tutup dulu mulut kaleng cat dengan plastik yang kemudian dikencangkan dengan karet. Setelahnya, baru tutup dengan penutup kaleng. Ini berguna agar cat tidak kering dan mudah dibuka saat akan digunakan kembali.

Beri tanda

Warna cat sangat sensitif. Warna yang serupa belum tentu sama. Hal inilah yang membuat pengkodean warna begitu ketat. Beda setengah level saja, perbedaan warna bisa terasa jelas saat diaplikasikan. Sebab itulah, saat ada cat sisa, simpan cat tersebut untuk melapisi tembok baru di ruang yang sama. Nah, untuk memudahkan Anda dalam menggunakan cat dikemudian hari, baiknya labeli atau beri nama ruangan pada kaleng cat yang digunakan.

Sumber : http://www.home.co.id/read/6794/dengan-cara-ini-mengecat-rumah-jadi-mudah-bagian-2-habis

Admin Ducotile No Comments

Jangan Sampai Salah Pilih Arsitek. Ini 8 Caranya!

Sebuah hunian merupakan investasi jangka panjang karena bernilai besar. Karena itu, perkara membangun rumah tak sekadar membangun tempat berlindung. Anda perlu memikirkan banyak hal termasuk fungsi, estetika, kualitas bangunan, dan sebagainya.

Untuk mewujudkan hal tersebut Anda butuh jasa profesional, dalam hal ini arsitek. Sebab memang terlalu riskan jika Anda melakukan pengerjaan rumah sendiri. Bujet yang dikeluarkan untuk menyewa jasa arsitek memang mahal.

Biasanya, biaya desain arsitek hanya berkisar 5 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun, harga ini cukup setimpal, kok, dengan manfaat yang akan Anda dapatkan. Nah, jika Anda telah memutuskan untuk menggunakan jasa arsitek, masalah selanjutnya tinggal memilih arsitek yang tepat.

Dengan berkembangnya teknologi, Anda dapat dengan mudah menemukan arsitek berpengalaman. Selanjutnya, lakukan screening untuk mendapatkan arsitek yang tepat. Berikut 8 tipsnya.

  1. Lihat portofolionya

Arsitek yang andal dan berpengalaman tentu memiliki portofolio. Semakin banyak portofolionya, semakin berpengalaman kancahnya di dunia desain arsitektur. Dari portofolio Anda dapat menentukan kualitas dan kuantitasnya.

Arsitek profesional biasanya memiliki kualitas gambar yang sangat baik alias tidak murahan. Gambarnya terlihat halus dan mirip dengan aslinya. Tidak ada distorsi dan tampilan pohon dan mobil yang terlihat begitu natural dan hidup.

Jika Anda merasa sreg setelah melihat portofolionya, Anda dapat langsung menghubungi untuk membuat janji bertemu.

  1. Memiliki branddan alamat jelas

Arsitek profesional selalu memiliki brand sendiri sebagai identitasnya, baik arsitek freelance ataupun arsitek berbadan usaha. Pastikan arsitek yang Anda inginkan memiliki brand tersebut.

Selain itu, pastikan mereka memiliki alamat kantor yang jelas. Jika arsitek freelance pastikan memiliki alamat tempat tinggal yang jelas.

  1. Lihat Kepribadiannya

Bukan sekadar melihat hasil kerjanya, Anda juga harus mengenal pribadi arsitek tersebut. Temui dia secara langsung untuk melihat kepribadiannya. Apakah dia termasuk orang yang supel, serius, humoris, dan lain sebagainya. Pilih arsitek yang cocok dengan kepribadian Anda.

Ini penting karena Anda tak hanya akan berhubungan untuk 1-2 hari saja, tetapi berbulan-bulan hingga hunian selesai dikerjakan. Untuk mengetahui kepribadiannya Anda juga bisa cari tahu melalui media sosialnya.

  1. Kenali karakter desainnya

Setiap arsitek, terutama yang sudah malang melintang di kancah desain arsitektur, biasanya memiliki gaya khas yang menjadi trade mark-nya. Anda wajib mengenali gaya-gaya arsitek yang ingin Anda pilih. Tentukan arsitek mana yang memiliki gaya desain paling sesuai dengan keinginan Anda.

Misalnya, jika Anda ingin membuat rumah berdesain minimalis, jangan pilih arsitek yang banyak membuat gaya rumah klasik. Semakin dekat karakternya, kemungkinan Anda memiliki rumah impian akan terwujud.

  1. Cari testimoni dari klien sebelumnya

Yap, cara termudah untuk tahu kualitas seorang arsitek adalah dengan mencari testimoni dari orang-orang yang pernah memakai jasanya. Arsitek yang baik tentu akan mendapat penilaian yang positif dari mantan kliennya, begitupun sebaliknya.

  1. Respons cepat

Seorang arsitek yang profesional akan memberikan pelayanan yang profesional pula. Bila Anda menghubunginya via email atau messenger pastikan ia membalas dalam kurun waktu 1×24 jam. Lebih dari itu, apalagi hingga 3 – 7 hari, Anda perlu mempertanyakan alasannya.

  1. Tanyakan cara kerja dan upah

Setelah meyakini pilihan Anda, segera tanyakan cara kerja dan bayarannya. Setiap arsitek memiliki gaya keja yang berbeda. Tanyakan secara mendetail cara kerjanya step by step , termasuk soal pembayaran, agar saat proyek dimulai Anda dan sang arsitek telah mengetahui risikonya.

  1. Memiliki SPK (Surat Perjanjian Kerja) tertulis

Arsitek yang baik akan memberikan SPK kepada Anda. SPK ini akan membantu dan membela Anda bila terjadi sesuatu hal, baik saat konsultasi berjalan ataupun di kemudian hari.

SPK ini secara garis besar berisi persetujuan kedua belah pihak bahwa arsitek akan mendapatkan upah sesuai haknya, dan Anda selaku pemilik rumah akan mendapatkan pelayanan dan kualitas baik. Selain itu menjamin pula bahwa arsitek tak akan meninggalkan tanggung jawabnya.

Sumber : http://odysaproperty.com/jangan-sampai-salah-pilih-arsitek-ini-8-caranya/

Admin Ducotile No Comments

Mau Bikin Balkon Ramah Anak. Ini Caranya!

Tampilan rumah dua lantai tentu akan semakin cantik jika memiliki area balkon. Namun keinginan memiliki balkon di lantai atas seringkali terkendala rasa was-was terkait masalah kemanan – terutama bagi Anda yang memiliki balita.

Keamanan dalam sebuah hunian memang harus diutamakan, namun tak berarti harus membatasi keinginan Anda untuk berkreasi. Bagi Anda, keluarga yang memiliki balita, bisa saja melengkapi rumah dengan area balkon yang cantik.

Hanya saja pembuatan balkon harus memenuhi standar keamanan untuk anak agar tidak membahayakan. Untuk itu, simak beberapa tips menciptakan balkon yang ramah anak berikut ini.

  1. Perhatikan tinggi pagar

 

Buatlah pagar pembatas balkon lebih tinggi dari 80 cm atau rata-rata ketinggian balita usia dua tahun. Sebab di usia ini anak Anda sedang sangat aktif dan antusias mencoba hal baru.  Lalu, pilih pagar balkon berdesain jeruji vertikal agar anak tidak bisa memanjat.

Jeruji pagar horizontal memudahkan anak untuk memanjat karena berbentuk seperti tangga. Pastikan jarak antar jeruji kurang dari 12 cm agar kepala anak tidak dapat lolos masuk ke celah jeruji.

  1. Memiliki lidah balkon

 

Usahakan mendesain balkon yang memiliki lidah dak beton pada bagian bawahnya. Dak beton ini berfungsi untuk menghalangi benda langsung jatuh ke bawah. Lidah balkon dapat dibuat selebar 50-70 cm.

Untuk keamanan, lidah dak beton dapat dijadikan taman kecil yang dilapisi rumput hijau sehingga permukaannya tidak keras.

  1. Beri penghalang

Anak kecil cenderung bergerak spontan. Karena itu, usahakan Anda memberikan penghalang di belakang pagar balkon. Penghalang ini dapat berupa tanaman pada pot-pot pendek atau set meja dan kursi.

Penghalang ini berfungsi sebagai upaya memperlambat gerak anak untuk mendekat ke arah balkon.

  1. Dekat dengan pintu

 

Usahakan  balkon selalu dekat dengan pintu. Dengan begitu akses menuju area balkon lebih cepat. Beberapa rumah modern memiliki akses pintu yang jauh dan berliku menuju balkon. Ini akan mempersulit dan memperlambat usaha penanganan jika anak menerobos ke area balkon.

  1. Dasar yang tidak keras

Untuk meminimalisasi kemungkinan terburuk, buatlah area di bawah balkon dengan dataran yang tidak keras, misalnya kolam renang, kolam ikan, hamparan rumput, atau tanaman perdu.

 

Sumber : http://odysaproperty.com/mau-bikin-balkon-ramah-anak-ini-caranya/

Admin Ducotile No Comments

Membuat Pagar Balkon Minimalis

Anda mempunyai rumah dua lantai dan masih tersisa space untuk balkon? Jika memang minat untuk membangun balkon di lantai dua, proses dan tahapan dalam membuat balkon, khususnya jika ingin dikerjakan sendiri. Ada beberapa tahapan dalam mempersiapkan segala sesuatu sebelum mengerjakannya. Dalam membuat pagar balkon minimalis misalnya, berbeda dengan jenis balkon biasa dengan pagar seadanya. Biar ga salah dalam melakukan itu semua, berikut step by step dalam membangun sebuah balkon, seperti yang pernah saya kerjakan beberapa waktu di rumah sendiri.

Bentuk area yang ingin dibuat balkon
Beberapa balkon itu sendiri juga memiliki banyak sekali desain, misalnya saja balkon dengan bentuk lurus memanjang, balkon dengan bentuk letter U, kemudian berbentuk L, atau ada juga yang sengaja membangun balkon dengan konsep melengkung. Biasanya konsep melengkung ini merupakan pengecualian, karena biasanya diterapkan pada rumah di daerah perbukitan dengan kontur lahan yang tidak beraturan.

 

Mengapa bentuk area ini sangat penting? Tentunya dikarenakan banyak faktor, seperti misal berkaitan dengan banyaknya material yang akan digunakan. Makin luas area untuk membuat pagar balkon, tentunya jumlah material juga semakin banyak, apalagi kalo menggunakan material kayu pilihan, lumayan mahal harganya. Selain material untuk pagar, area yang akan digunakan untuk balkon tentunya juga membutuhkan atap sebagai peneduh, seperti layaknya teras rumah. Untuk balkon itu sendiri membutuhkan desain, apakah akan dibentuk semacam pergola dengan dominasi kayu berukuran besar, atau atap seperti biasa dengan memanfaatkan genteng.

Nah, setelah luas area dan jenis atap yang ingin digunakan sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan material pagar balkon tersebut.

Material pagar balkon
Jika diperhatikan, dalam dunia arsitektur terdapat beberapa material utama untuk menunjang sebuah desain, antara lain material kayu, besi, beton, dan material lain yang diperlukan. Untuk pagar balkon itu sendiri, yang paling sering digunakan adalah material dari kayu. Ketika ingin membuat pagar balkon minimalis yang terbuat dari kayu, dan kebetulan balkon tersebut letaknya diluar rumah, maka pemilihan jenis kayu haruslah tepat dan sesuai. Pilih jenis kayu yang kuat terhadap perubahan cuaca. Ada kalanya juga bisa dengan cara melapisi dengan cat atau pelitur, tergantung motif dan warna yang diinginkan. Untuk jenis kayunya sendiri, terdapat beberapa yang umum digunakan, misalnya kayu kamper atau jati. Kedua jenis kayu ini memang paling sering digunakan untuk keperluan arsitektur, sebut saja untuk daun pintu atau tiang. Setelah menemukan jenis kayu yang pingin dipakai sebagai pagar untuk balkon rumah, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis dan desain dari pagar itu sendiri.

 

Jenis dan desain pagar untuk balkon
Untuk pagar balkon yang terbuat dari kayu, maka kita tidak bisa terlalu banyak melakukan custom dari bentuk pagar yang ingin dibuat. Berbeda jika kita pingin pagar yang terbuat dari besi tempat atau pipa, bisa kita las. Untuk kayu, kreasi yang paling sering dilakukan adalah membentuk batangan kayu tersebut dengan menggunakan alat mesin bubut. Kita bisa membentuk beberapa profil yang umum. Sebenarnya, masing masing material yang digunakan untuk pagar balkon atau rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika terbuat dari kayu, proses pengerjaannya mudah, tinggal dipaku atau disambung secara manual. Berbeda jika pagar tersebut terbuat dari besi, proses pengelasan mengharuskan untuk dilakukan ketika sedang membangun sebuah partisi atau pagar untuk balkon tersebut.

Apabila desain rumah Anda secara keseluruhan merupakan desain minimalis, ini memberikan keuntungan tersendiri, karena secara otomatis tidak perlu banyak konsep atau custom pada bahan kayu tersebut.

Ukuran pagar untuk balkon
Dari keterangan sebelumnya kan terdapat beberapa layout balkon, misalnya memanjang, letter U, letter L, atau melengkung. Dari luasan tersebut, maka kita bisa mengetahui jumlah material yang dibutuhkan, baik material utama berupa kayu, paku, cat, dan material pendukung lainnya sebelum memulai mengerjakan dan melakukan pemasangan pada pagar tersebut. Kebutuhan dari keseluruhan material sangat penting karena dikaitkan dengan besarnya biaya yang mesti dikeluarkan nantinya.

 

Mempersiapkan material yang ada
Setelah kebutuhan anggaran diketahui, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan material kay dan lainnya. Anggap saja disini kita sudah melakukan hal tersebut. Jumlah batang kayu yang ingin dipasang, ukuran kayu yang sudah ditentukan, proses dan tahapan pemasangan, dan lainnya, maka tinggal di eksekusi. Dalam tahap mempersiapkan material untuk mulai membangun pagar, kalian bisa memisahkan atau bisa langsung dirangkai untuk kemudian langsung dipasang, tergantung proses kerja yang ingin dipilih.

Proses pengerjaan merangkai
Dalam tahap akhir ini, pengerjaan memasang atau merangkai harus dilakukan secara berurutan, dimana hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik. Demikian juga untuk proses finishing, pengecatan yang dilakukan pun juga harus hati hati. Mengapa? Karena proses pengecatan yang baik haruslah didahului dengan pemberian warna dasar dan juga jenis warna dan cat yang digunakan. Dikarenakan membuat pagar balkon minimalis semacam ini cukup rumit, hendaknya pengerjaan mulai dari awal hingga akhir dilakukan dengan cara yang benar agar hasilnya nanti bisa maksimal.

 

Sumber : https://indogriya.com/membuat-pagar-balkon-minimalis/

Admin Ducotile No Comments

Mau Rumah Makin Kece? Pakai 8 Model Jendela Minimalis Ini!

Sebuah hunian akan tampak tidak lengkap tanpa kehadiran salah satu elemen dasarnya yaitu jendela. Baik jendela kamar maupun jendela ruangan, elemen ruangan ini penting karena mendatangkan sirkulasi udara dan cahaya yang sehat. Model jendela rumah bisa sangat menentukan penampilan dan kecantikan sebuah rumah, dari tampilan eksterior maupun interiornya. Kini, ragam model jendela rumah dapat kita temui di mana saja, salah satunya model jendela minimalis.

Penasaran dengan bentuk-bentuk model jendela minimalis? Kania akan memberikan kamu 10 model jendela minimalis yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat rumahmu makin keren. Yuk langsung baca artikelnya!

  1. Model Jendela Minimalis Lengkung Klasik dan Romantis

Model jendela minimalis ini memiliki efek indah untuk sisi interior sebuah rumah secara langsung. Bentuk model jendela minimalis ini juga bisa dikondisikan supaya menonjol ke luar sehingga lebih banyak ruang gerak yang akan dimiliki di dalam rumah. Rumah-rumah di Eropa banyak yang menggunakan model jendela minimalis ini karena kesannya yang klasik dan juga biasanya dipadukan dengan tipe-tipe gorden jendela yang klasik.

Model jendela minimalis ini cocok jika diaplikasikan pada rumah-rumah yang memiliki tema interior klasik yang elegan dan mewah, seperti rumah bergaya Eropa. Paduan ini akan menambah kesan cantik dan elegan dari sebuah rumah dan juga tentunya paduan dengan model jendela minimalis ini akan lain daripada yang lain.

  1. Model Jendela Minimalis Double Hung

Model jendela minimalis double hung adalah model jendela minimalis yang sangat populer di luar negeri. Namun, model jendela minimalis ini kini juga sudah mulai menjadi tren di perumahan masyarakat Indonesia. Model jendela minimalis double hung cenderung praktis karena menggabungkan dua buah kaca jendela di dalam sebuah frame sehingga memiliki kesan yang lebih dinamis.

Penggunaannya digeser ke bawah atau ke atas, terdapat sekat sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi di dalam rumah seperti mengunci hawa panas atau dingin.

Model jendela minimalis double hung sudah ada cukup lama dan dapat dijadikan inspirasi model klasik favorit pada hunianmu. Sebenarnya model jendela minimalis ini juga dapat menggunakan satu layer jendela saja. Biasanya diterapkan pada model rumah yang minimalis sehingga tidak memerlukan dua kaca jendela untuk menghidupkan model jendela minimalis dengan model hung ini.

  1. Model Jendela Minimalis Transom

Pada model ini, daun jendelanya dapat dibuka selebar yang kita inginkan dan jendela otomatis akan tertahan. Model jendela minimalis jungkit ini praktis dan lebih fleksibel dan sangat cocok ditempatkan di berbagai area di rumah, termasuk juga untuk sebuah ruangan yang tinggi maupun rendah seperti kamar mandi atau toilet.

  1. Model Jendela Minimalis Lipat/Bi-fold

Ada suatu keunikan yang dimiliki dari model jendela minimalis layar lipat ini. Model jendela minimalis ini selain cocok untuk dijadikan inspirasi dalam memilih jendela, juga tidak akan menyimpan debu ataupun bulu-bulu hewan peliharaan yang kamu punya. Layar lipat yang ada pada model jendela minimalis ini juga berguna untuk memisahkan ruangan dalam satu ruang meskipun tidak berada di jendela minimalis, menjadi semacam sekat dalam ruangan.

  1. Model Jendela Minimalis Stationary

Berbeda dengan beberapa desain-desain jendela minimalis yang ada di atas, model jendela minimalis statis ini tidak memiliki bukaan sama sekali. Sesuai dengan namanya, model jendela minimalis statis lebih bersifat dekoratif dan sangat cocok ditempatkan di sudut-sudut ruangan.

Model jendela minimalis ini sangat memiliki kesan yang elegan, biasanya diletakkan pada ruangan-ruangan yang cukup tinggi dan juga cukup untuk memberikan penerangan pada suatu ruangan.

Umumnya, model jendela minimalis ini merupakan bagian dari rumah dengan arsitektur kontemporer, karena model jendela minimalis inni merupakan salah satu solusi pencahayaan yang paling strategis dan juga menambah kesan elegan pada sebuah hunian.

  1. Model Jendela Minimalis Frosted Window

Frosted window dirancang untuk diterapkan pada jendela hunian supaya memberikan tampilan kaca buram dan memberikan sedikit lebih privasi. Model jendela minimalis ini dapat dengan mudah kita jumpai di rumah-rumah kontemporer. Umumnya diletakkan di kamar mandi juga pada sudut-sudut kamar. Perawatannya pun tergolong jauh lebih mudah. Misalnya menggunakan kertas buram yang ditempel maupun dengan semprotan khusus untuk membersihkannya.

  1. Model Jendela Minimalis Geser

Mungkin kita sudah umum dengan model jendela minimalis geser ini karena memang kepraktisan dan efisiensi yang diberikannya sangat tidak memakan banyak ruang dan sangat memudahkan para penggunanya. Bukan hal yang mengherankan lagi bila di Indonesia model jendela minimalis ini masih menjadi salah satu pilihan model jendela minimalis yang jadi favorit.

Jendela yang satu ini umumnya digeser searah horizontal dan menumpuk pada sisi kaca yang lainnya. Model jendela minimalis inilah salah satu pilihan yang cocok untuk diterapkan pada tipe-tipe rumah dengan desain interior modern dan kontemporer.

  1. Model Jendela Minimalis Stained Glass

Di Indonesia, salah satu sebutan untuk model jendela minimalis stained glass ialah kaca patri. Model jendela minimalis ini merujuk pada sebuah model jendela dengan kaca yang berwarna. Kaca pada model jendela miniimalis ini dibuat dengan cara menambahkan garam metalik pada saat pembuatannya untuk memberikan sebuah warna dan ditambahkan beberapa potongan kaca kecil yang disusun membentuk pola atau gambar.

Model jendela minimalis ini dapat dengan mudah ditemukan di hunian-hunian dan tempat ibadah di Eropa, bahkan nilai sejarahnya yang tinggi karena model jendela minimalis ini sudah ada sejak abad pertengahan akhir.

Sumber :https://www.dekoruma.com/artikel/63385/model-jendela-minimalis