Admin Ducotile No Comments

Tetap dalam Budget, Ketahui 6 Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah Sederhana

Anda punya rencana untuk merenovasi rumah? Pastikan, Anda membuat rencana keuangan yang matang karena biaya renovasi rumah memerlukan budget yang cukup besar mengingat biaya tukang dan harga material terus mengalami kenaikan.

Supaya sesuai dengan budget, Kania akan membagikan enam cara menghitung biaya renovasi rumah sederhana. Diharapkan, perencanaan ini membuatmu dapat meminimalisir pembengkakan biaya dan memaksimalkan budget yang dimiliki. Yuk, ketahui panduan menghitung biaya renovasi rumah di bawah ini!

1. Buat Skala Prioritas Renovasi Rumah

Mengikuti keinginan pribadi atau saran orang lain memang tak akan ada habisnya, malah dapat menambah biaya renovasi rumah yang Anda keluarkan. Oleh sebab itu, buatlah skala prioritas saat renovasi rumah, misalnya penambahan kamar tidur, reparasi atap rusak ataupun penggantian keramik. Dengan membuat skala prioritas dan menghindari godaan di tengah proses renovasi, biaya renovasi rumah yang Anda keluarkan akan lebih efisien.

2. Penghitungan Biaya Jasa Tukang

Terdapat dua metode pembayaran jasa tukang yang berlaku dan perlu diperhatikan saat menghitung biaya renovasi rumah, yakni pembayaran harian atau borongan. Terkait pembayaran ini, Anda bisa menyesuaikannya dengan skala proyek renovasi. Pembayaran harian lebih efisien jika renovasi hunian tergolong minor.

Namun jika renovasi hunian tergolong besar, sebaiknya Anda memilih sistem borongan karena biaya renovasi rumah yang dikeluarkan sudah pasti dan Anda tak akan ditagih lagi meskipun proses pengerjaan molor diakibatkan oleh cuaca atau faktor lainnya. Namun perlu Anda ketahui, biaya renovasi rumah untuk jasa tukang ini belum termasuk biaya material.

3. Lebih Praktis dengan Sistem Borongan Penuh

Jika biaya renovasi rumah di atas hanya berlaku untuk pembayaran jasa tukang, Anda pun mendapatkan opsi lain melalui sistem borongan penuh yang mencakup jasa tukang dan material. Untuk Anda yang ingin praktis dan memiliki budget tinggi, Anda bisa memilih opsi ini karena tak perlu repot memilih material bangunan yang bagus. Jika tertarik, pastikan Anda memilih penyedia sistem borongan penuh yang terpercaya, kredibel, bergaransi dan menawarkan aneka material berkualitas baik.

4. Utamakan Rencana Jangka Panjang

Penggunaan material berkualitas lebih disarankan karena bersifat jangka panjang. Untuk itu, saat membuat anggaran biaya renovasi rumah, pastikan Anda menentukan penggunaan material bangunan berkualitas baik karena meskipun harganya sedikit mahal, ketahanan rumah lebih terjamin.

5. Manfaatkan Material Bekas yang Layak Pakai

Untuk meminimalisir pengeluaran biaya renovasi rumah, Anda pun bisa memanfaatkan material bekas di rumah seperti kayu bekas yang layak pakai. Jika daun pintu, genteng ataupun kaca di hunianmu masih dalam kondisi bagus, tak ada salahnya untuk memanfaatkannya kembali untuk menghemat biaya renovasi rumah.

Anda bisa memoles ulang material tersebut sehingga tampak baru dan sesuai dengan konsep hunian yang akan Anda usung. Sementara untuk dekorasi, Anda pun bisa menghemat biaya renovasi rumah lebih jauh dengan melakukan proyek DIY menggunakan barang bekas.

6. Cermat Menghitung Biaya Renovasi Rumah

Saat menghitung biaya renovasi rumah, Anda diharuskan teliti menyusun semua komponen pekerjaan, mulai dari tahapan awal, penentuan material, hingga tahapan finishing dengan berdiskusi bersama tukang, kontraktor ataupun toko material terpercaya yang Anda pilih.

Dalam menyusun biaya renovasi rumah, Anda bisa memprioritaskan material utama yang akan dibeli, mengingat keperluan sekunder seperti dekorasi bisa menyusul. Setelah Anda menentukan biaya renovasi rumah, pastikan Anda selalu fokus mengikuti rencana renovasi prioritas dan tidak tergiur dengan keinginan baru yang muncul sewaktu pengerjaan renovasi.

Cara menyusun biaya renovasi rumah di atas bisa Anda lakukan agar tetap mengikuti budget dan terhindar dari pemborosan. Nah, sudah siapkah Anda melakukan renovasi rumah?

 

Jika budget untuk renovasi sudah beres, jangan lupa untuk salah satu bagian terpenting dari sebuah hunian adalah atapnya. Jangan ragu untuk pilih genteng DUCO ! Genteng beton kuat, estetis dengan desain minimalis modern cocok untuk segala hunian

*****
HUBUNGI KAMI UNTUK INFO & PERTANYAAN SEPUTAR GENTENG DUCO

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: betonindograha.sales@gmail.com

contact person :
0852-3292-0120 (call & wa)

article source: wvw.dekoruma.com

 

Admin Ducotile No Comments

Untuk Dak Beton, Pilih Cat Pelapis Anti Bocor yang Tepat dengan 5 Tips Ini

 

Dak merupakan bagian konstruksi yang berada di bagian paling atas bangunan dan kerap difungsikan sebagai area tambahan, seperti ruangan cuci. Walaupun dak beton menjadi favorit karena durabilitas yang unggul dan kemampuan untuk meredam panas sinar matahari, menggunakan cat pelapis anti bocor wajib hukumnya.

Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan curah hujan yang kian tak menentu, tak ada salahnya memastikan hunian dengan dak beton lebih tahan cuaca dengan cat pelapis anti bocor. Berbekal tips-tips berikut, pilihlah cat pelapis anti bocor yang tepat bagi dak beton.

1. Pilih Pelapis Anti Bocor yang Tahan Terhadap Sinar Matahari

Jika dak beton di hunian hanya terbuat dari satu lapisan saja, pastikan Anda memilih cat pelapis anti bocor yang tahan terhadap paparan sinar matahari. Hal ini disebabkan karena tidak adanya ruang penghambat panas di antara atap dan plafon sehingga penggunaan pelapis berkualitas buruk dapat mempercepat risiko kebocoran.

2. Pilih Pelapis Anti Bocor dengan Formula Antijamur

Selain kekuatan, faktor kebersihan juga menjadi pertimbangan utama saat memilih pelapis anti bocor. Untuk itu, pastikan Anda memilih cat pelapis dengan formulasi antijamur, debu dan bakteri supaya lebih mudah dibersihkan dan tidak menyebabkan atap terjadi pelapukan.

3. Perhatikan Cara Pakai Cat Pelapis Anti Bocor

Saat melakukan penambalan bagian yang bocor, Anda wajib memperhatikan cara pakai cat pelapis anti bocor karena setiap produk memerlukan langkah penggunaan yang berbeda. Namun, apapun jenis cat pelapis yang kamu gunakan, pastikan kamu telah membersihkan atap terlebih dulu dengan menghilangkan jamur dan debu sehingga kekuatan rekat pelapis semakin prima.

4. Perhatikan Besar Keretakan Dak Beton

Dalam memilih cat pelapis anti bocor yang tepat, Anda bisa menyesuaikannya dengan besaran keretakan dak beton di hunianmu. Jika kerusakan tergolong besar, idealnya kamu turut menambahkan elemen lain seperti semen berdaya rekat tinggi serta menggunakan lapisan zat additive bonding agent. Jangan lupa, lakukan pembobokan bagian bocor pada dak beton terlebih dulu agar hasil penambalan tampak lebih rapi.

5. Pilih Pelapis Anti Bocor Sesuai Jenisnya

Saat ini, terdapat berbagai jenis pelapis anti bocor. Selain yang berupa cat anti bocor, ketahui tiga jenis pelapis yang umum ditemukan di pasaran untuk mengatasi kebocoran pada dak beton berikut:

·        Pelapis Anti Bocor Styrene Acrylic

1 strenen

Jika Anda mengutamakan kekuatan, silahkan pilih pelapis anti bocor dengan coating yang terbuat dari styrene acrylic karena memiliki daya tahan yang sangat prima ketimbang jenis pelapis lainnya. Meskipun demikian, sayangnya jenis pelapis ini dijual dengan harga yang cukup mahal.

·        Pelapis Anti Bocor Membrane

1 membrane

Jika jenis sebelumnya dinilai terlalu mahal, Anda bisa memilih pelapis anti bocor berbahan membrane dari bahan baku minyak menyerupai aspal dengan harga yang lebih ekonomis. Perbedaannya dari cat pelapis adalah ia dijual dalam bentuk lembaran yang didalamnya terdapat kandungan bahan penguat dan bahan polyester.

·        Pelapis Anti Bocor Cementius

1 cementius

Alternatif lain, kamu bisa menggunakan cat pelapis anti bocor cementius yang di dalamnya terdiri dari dua komponen bahan, yakni semen dan zat adiktif untuk mengikat beton. Dalam pengaplikasiannya, sebaiknya Anda melapisi dak beton lebih dari satu kali supaya daya rekatnya lebih baik dengan teknik berbeda arah sapuan.

Tentu saja, Anda sebaiknya memilih pelapis anti bocor dengan kekuatan yang prima serta memiliki kandungan antijamur dan antidebu sehingga tahan lebih lama. Segera atasi kebocoran dak beton dengan memilih pelapis anti bocor yang tepat!

Jika bangunan Anda sudah terbebas dari bocor, bagaimana dengan pemilihan atapnya? Padahal itu hal yang paling utama dari sebuah bangunan. Jawabannya mudah, genteng beton DUCO solusinya! Genteng beton kuat, estetis dengan desain minimalis modern cocok untuk segala hunian

 

*****
HUBUNGI KAMI UNTUK INFO & PERTANYAANSEPUTAR GENTENG DUCO

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: bigsulawesi01@gmail.com /
betonindograha.sales@gmail.com

contact person
Halim Ubaidillah, SH (Sales Manager)
0852-3292-0120 (call & wa)

article source: wvw.dekoruma.com

 

Admin Ducotile No Comments

Apa Itu Material GRC? Ketahui Fungsinya dalam Pembangunan Hunian!

Variasi aneka material konstruksi memang kian menarik untuk ditelusuri. Berkat kemajuan teknologi, dunia properti akan terus melahirkan material penunjang bangunan yang bermanfaat, efektif dan efisien. Salah satu material yang perlu diketahui adalah GRC.

Apa sebenarnya material GRC? Apa pula fungsinya dalam pembangunan hunian? Bagaimana kita bisa memanfaatkannya secara maksimal? Ayo simak penjelasannya berikut ini.

·     Apa itu GRC?

GRC adalah singkatan dari Glass Reinforced Concrete atau dikenal juga dengan Glass Fibre Reinforced Concrete. material campuran dari beton dan serat kaca. Komposisi dari material ini umumnya terdiri dari serat kaca berdaya tahan tinggi dan tahan alkali, yang dikombinasikan bersama dengan campuran semen seperti beton dan sebagainya.

Dibandingkan dengan beton biasa, GRC memiliki fitur dan identitas fisik serta kimia yang mirip. Material ini pun menawarkan daya tahan layaknya beton yang tangguh dan tahan pakai, serta mudah diaplikasikan sesuai jenis kaca dekoratif.

·     Awal Mula Pembentukan Material

GRC pertama dikembangkan sekitar tahun 1960-an sebagai alternatif dari beton yang diperkuat dengan material baja atau Steel Reinforced Concrete. Awalnya diproduksi sebagai bahan pelapis eksterior, material ini kini sudah bisa diolah menjadi berbagai variasi bentuk yang kompleks sebagai bagian dari komponen profil dan arsitektur bangunan.

Idealnya, GRC cocok digunakan sebagai material hunian yang membutuhkan karakter ringan, dalam ukuran panel dan untuk eksterior bangunan modern.

·     Keunggulan GRC

Keunggulan utama dari GRC Board dibandingkan dengan alternatif panel beton lainnya adalah bobotnya yang lebih ringan. Alhasil, biaya transportasi, penanganan dan pendirian panel pun menjadi lebih hemat.

Dengan memanfaatkan GRC sejak dari tahap desain, kemungkinan untuk mendirikan fondasi bangunan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis juga bisa dicapai—baik untuk bangunan hunian bertingkat rendah hingga konstruksi untuk properti bertingkat. Selain berfungsi sebagai insulasi panas dan suara yang ideal, material ini juga tidak mudah terbakar ataupun meledak sehingga dianggap sesuai untuk bangunan aman dari bencana alam.

·     Fungsi dalam Interior dan Eksterior

GRC tidak cocok digunakan sebagai elemen struktural dalam sebuah bangunan, misalnya sebagai bahan atap, dinding penahan atau bagian yang harus menahan beban tertentu. Namun, jangan menyangsikan kehebatan GRC saat digunakan untuk fungsi lain seperti penahan eksterior, panel dinding, countertop atau permukaan solid dan furniture interior seperti bak mandi, wastafel ataupun furnitur biasa.

GRC bisa digunakan untuk rumah atau hunian pribadi, termasuk juga untuk bangunan umum seperti gedung untuk kebutuhan komersial, taman dan sejenisnya.

·     Aplikasi dalam Bangunan untuk Kesan Modern

Aplikasi GRC paling umum saat ini untuk hunian modern adalah sebagai bagian penahan eksterior dan interior rumah. Elemen-elemen seperti tiang rumah, bingkai jendela, papan dekoratif, fondasi lantai, bangunan modular, cetakan juga bisa dibuat dari material ini dengan keunggulan tersendiri.

Selain digunakan dalam bidang arsitektur dan properti, aplikasi GRC juga berfungsi tinggi dalam dunia teknik. Hingga 2 juta meter persegi GRC sudah digunakan di seluruh dunia untuk kebutuhan ini, termasuk pembangunan jembatan hingga selokan.

Akan semakin banyak aplikasi GRC yang kian inovatif dalam berbagai cara, baik dari segi produksi, bentuk dan ukuran yang kompleks. Berkat kemajuan teknologi, GRC akan terus menjadi material favorit yang diunggulkan oleh para ahli konstruksi bangunan, arsitektur hingga desainer interior.

Kalau untuk atap bagi rumah Anda, hanya genteng beton DUCO solusinya! Dengan desain minimalis modern cocok untuk segala hunian.

*****
HUBUNGI KAMI UNTUK INFO PERTANYAAN, HARGA DAN PEMESANAN

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: bigsulawesi01@gmail.com /
betonindograha.sales@gmail.com

contact person : 0852-3292-0120

article source: wvw.dekoruma.com

 

Admin Ducotile No Comments

Konsep Rumah Minimalis Modern Yang Harus Anda Ketahui

Konsep rumah minimalis modern tentunya sudah bukan hal baru lagi di dunia arsitektur dan interior. Termasuk salah satu konsep rumah yang paling favorit di berbagai belahan dunia, konsep rumah minimalis modern memang punya banyak kelebihan tersendiri yang berasal dari ciri-ciri dan karakter konsep rumah tersebut. Anda pun perlu pahami lebih dalam mengenai konsep rumah minimalis modern sebelum menjatuhkan pilihan konsep rumah bagi hunian idaman Anda.

Tujuan dari konsep rumah minimalis modern adalah mencapai desain yang lebih efisien dan efektif melalui kesederhanaan dalam bentuk, ruang, material, detil dan warna. Konsep rumah minimalis modern juga mengutamakan batasan tertentu dalam penataan dekorasi sehingga tercapai target konsep rumah yang diidamkan.

Berikut poin-poin pentingnya!

  • Simpel Dalam Bentuk & Fungsi

Proritas pada konsep rumah minimalis modern adalah tatanan yang simpel dan efisien. Dengan demikian, akan tercipta kejernihan dalam hasil, ruang yang tidak ribet dan mudah dimengerti.

Bentuk yang sederhana, konsep rumah terbuka, interior dinding yang minimal, area penyimpanan yang cukup, dan penekanan pada jarak pandang dan pencahayaan adalah beberapa kriteria penting dalam konsep rumah minimalis modern yang harus diperhatikan.

  • Struktur Bangunan & Dinding Anti Ribet

Konsep rumah minimalis modern yang konsisten akan tercermin baik dari eksterior ataupun interior. Eksterior dari konsep rumah minimalis modern menampilkan struktur bangunan dan dinding yang leluasa visualnya. Ekspresi karakter konsep rumah ini bisa ditonjolkan dari segi material maupun tekstur.

Sering tampil dalam bentuk kotak baik secara vertikal atau horizontal, konsep rumah minimalis modern sering terlihat bersih dengan bukaan jendela atau pintu yang mudah.

  • Bersih, Terbuka & Pencahayaan Maksimal

Konsep rumah minimalis modern, khususnya pada ruang dapur dan ruang keluarga, sering terlihat bersih, terang dan serba leluasa. Pemilihan warna dinding yang adem, detail modern yang bersih, ruang bebas leluasa dan palet warna interior yang netral, semuanya adalah karakter dan konsep rumah modern minimalis yang sudah menjadi ciri khasnya.

Dengan ruangan yang diterangi oleh cahaya, garis lurus yang lebar dan estetika bersih, interior dan konsep rumah minimalis modern hanya terdiri dari beberapa furnitur yang penting saja. Ini ditujukan agar flow ruangan lebih hangat dan nyaman, jauh dari dingin dan membosankan.

  • Detail Simpel dan Minim Dekorasi

Konsep rumah minimalis modern juga sering ditandai dengan kabinet, tangga, dan detil akhir yang bersih dan simpel. Semakin sederhana, semakin baik.

Detail kabinet dengan panel datar tanpa hiasan, perangkat furnitur dengan visual bersih, dan juga fitur-fitur pegangan tersembunyi atau menyatu dengan perabot yang tetap efisien merupakan karakter dan konsep rumah minimalis modern yang umum dijumpai.

Mengusung konsep simpel, konsep rumah minimalis modern tidak memerlukan dekorasi rumah yang berlebihan sehingga sering disebutkan sebagai konsep rumah yang cukup terjangkau dan efektif dari segi biaya.

  • Materi untuk Visual, Tesktur & Karakter

Berbicara soal material dalam konsep rumah minimalis modern, kalian akan sering menemukan serangkaian kombinasi bahan yang menarik dan fungsional. Contohnya adalah kayu, kaca dan konkrit yang bisa memberikan tekstur dan gaya interior minimalis yang berbeda.

Permainan pada material akan memberikan sentuhan yang lebih berkarakter juga, sehingga konsep rumah minimalis modern bisa hadir sebagai kesatuan yang semakin unik dan gaya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Setelah memaparkan 5 konsep rumah minimalis modern, kami harap Anda mendapat informasi yang dibutuhkan untuk membuat konsep rumah idaman Anda.

Bagi Anda developer, kontraktor atau yang sedang berniat untuk membangun atau merenovasi rumah, percayakan kebutuhan atap genteng Anda pada merk yang sudah terpercaya di kualitasnya, GENTENG BETON DUCO. Dengan desain minimalis modern cocok untuk segala hunian.

*****
HUBUNGI KAMI UNTUK INFO PERTANYAAN, HARGA DAN PEMESANAN

PT. Beton Indograha
Jl. Sulawesi No. 01 Surabaya
Tlp: (031) 5038-989 | Fax: (031) 5051-285
Email: bigsulawesi01@gmail.com /
betonindograha.sales@gmail.com

contact person
Halim Ubaidillah, SH (Sales Manager)
0852-3292-0120 (call & wa)

 

article source: wvw.dekoruma.com

 

Admin Ducotile No Comments

6 Jenis Genteng untuk Atap Baja Ringan dan Keunggulannya

Membuat rumah tentu saja mempertimbangkan banyak hal, selain dari keamanan dari ukuran, bangunan, developer, arsitektur, serta tingkat kenyamanan dan lokasi. Tentu saja, faktor dari bahan-bahan dalam membangun rumah yang digunakan pun sebagai bahan bangunan itu, turut mempengaruhi kenyamanan dan keamanan. Untuk Anda yang memilih rangka atap baja ringan vs kayu, manakah yang lebih baik? Tentu ada pertimbangan atap rumah berbahan baja ringan. Selain memiliki bahan yang kuat, baja sendiri memiliki banyak keunggulan. Karena setidaknya ada banyak kelebihan atap baja ringan. Anda dapat memilih berbagai jenis genteng untuk atap baja ringan Anda yang kini mulai banyak bermunculan variasinya sebagai berikut.

 

  1. Genteng Berbahan Metal

Jenis genteng yang pertama adalah genteng berbahan metal. Sebenarnya, Anda perlu mengenal jenis genteng metal yang bisa dijadikan referensi. Genteng dari bahan ini cocok dipasang pada kuda-kuda dengan rangka berbahan baja ringan, karena beratnya yang ringan. Genteng ini dapat membuat beban yang dipikul oleh rangka atap menjadi lebih ringan. Genteng berbahan metal akan mengurangi risiko jika memakai dak beton, karena ada juga beberapa kelebihan dan kekurangan atap dak beton. Dibandingkan dengan baja galvanis yang merupakan baja ringan dengan lapisan metal zincalume, teknologi pendukung genteng metal cenderung lebih baru.

Genteng ini memiliki beberapa kelebihan seperti tidak mudah berkarat, karena telah dilapisi oleh bahan anti karat; hemat material karena tiap lembarnya memiliki ukuran yang lebar; genteng ini juga telah dibuat dengan teknologi terbaru sehingga tidak mudah terbakar dan tidak menimbulkan panas, serta terdapat lapisan cat anti lumut. Namun, apabila Anda menggunakan genteng ini, Anda harus memasangnya dengan rapi, agar tidak mengurangi keindahan dari bangunan rumah hunian  mungil maupun luas.

  1. Genteng Berbahan Keramik

Jenis yang kedua adalah genteng keramik. Genteng ini memiliki varian warna yang sangat banyak karena pada saat pembuatan di akhir proses diberi pewarna di bagian lapisan atasnya. Bahan pembuatan utama genteng ini adalah keramik yang cocok di rumah Anda dengan suasana tropis, modern, mediterania atau rumah dengan gaya klasik. Karena lebih tahan lama dari segi keawetan, maka genteng yang dibuat dari bahan keramik cenderung hemat. Selain itu, ketika mengganti atau memasang baru Anda tidak perlu khawatir genteng rusak karena kekuatannya terjamin.

Selain itu, warna dari genteng ini cukup tahan lama karena diproses pada saat keramik dibakar. Namun, pada saat Anda memasangnya, hal ini memerlukan ketelatenan perihal rapat tidaknya jarak antara genteng satu dengan genteng yang lain. Karena apabila jaraknya renggang, bisa jadi rumah Anda akan mengalami kebocoran. Supaya lebih kuat dan indah, maka pelajari juga cara mengecat plafon gypsum sebagai pendukung genteng keramik.

  1. Genteng Beton

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang ketiga adalah genteng beton. Genteng beton merupakan genteng berteknologi dengan pembuatan cara yang kuno. Genteng berbahan beton ini cukup berat, sehingga untuk menampung beratnya memerlukan rangka yang kuat. Supaya kuat, jangan lupa untuk memberikan salah satu dari pelapis anti bocor untuk dak beton pada bagian finishing.

Anda dapat menggunakan genteng ini pada atap berbahan baja ringan, karena jenis ini dapat dengan kuat menahan bebannya. Sehingga rumah hunian Anda dapat tetap terlihat cantik sesuai keinginan. Terpaan angin tidak akan mudah menggoyahkan genteng yang didesain khusus dengan kekuatan serta daya tahan tinggi tersebut.  Namun, genteng ini memiliki tekstur yang kasar dan mudah ditumbuhi lumut pada permukaannya. Apabila retak, maka lakukan cara mengatasi dak beton yang retak supaya tidak menjadi masalah berkepanjangan.

  1. Genteng Aspal

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang keempat adalah genteng aspal. Genteng satu ini memang jarang didengar, namun genteng ini memiliki dua tipe yaitu datar yang terbaut pada triplek dan berbentuk gelombang yang dibuat pada rangka atap. Anda dapat menggunakannya untuk rumah Anda dengan atap berbahan baja ringan, karena memiliki banyak variasi warna.

Genteng aspal ini terbuat dari bahan bubuk kertas, serat organik, resin dan juga aspal. Bahan ini membuat pemasangan menjadi lebih mudah. Kelebihannya adalah genteng ini tidak licin karena terdapat lapisan resin yang juga berfungsi mencegah kebocoran, serta mudah dan praktis dalam pengerjaan. Genteng ini juga dilapisi anti jamur dan tahan api serta tahan dingin. Namun, tentu saja, kualitas pada genteng satu ini juga muncul pada harganya yang relatif mahal.

 

  1. Genteng Polycarbonate

Jenis genteng untuk atap baja ringan yang kelima adalah genteng polycarbonat. Genteng yang satu ini merupakan salah satu jenis penutup atap rumah yang berbentuk datar dengan berbagai pilihan warna yang bervariasi. Terdapat dua macam genteng yaitu polycarbonat berrongga dan polycarbonat bergelombang tanpa rongga. Atap dengan genteng ini biasanya digunakan untuk atap garasi kanopi atau atap tambahan.

Cara untuk mengetahui kekuatan atau kualitas dari genteng polycarbonat ketika membeli adalah dengan menekan bagian penampang yang berongga secara kuat. Genteng berkualitas buruk akan mengalami perubahan ketika ditekan keras. Sebaliknya, jika genteng berkualitas baik maka tidak akan berubah bentuk maupun teksturnya. Genteng dengan jenis satu ini dapat meredam radiasi matahari dan mudah didapat di toko bangunan manapun. Selain itu, dalam proses pemasangannya juga cepat dan mudah. Genteng jenis satu ini juga kedap air, tetapi pada jenis yang berongga rentan terhadap jamur dan sulit dibersihkan.

  1. Genteng Berbahan Sirap

Jenis yang keenam adalah genteng sirap. Genteng ini adalah salah satu dari jenis atap rumah yang tidak panas. Nama lain sirap adalah kayu bulian, sementara sebagian orang menyebutnya dengan kayu besi. Istilah sirap, ulin, atau bulian sendiri berasal dari Kalimantan terutama di daerah hutan hujan. Karena tumbuh di daerah dengan kelembapan tinggi, perubahan suhu ekstrim dan pengaruh dari air laut maka kekuatan kayu benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Hal inilah yang membuat banyak orang memanfaatkannya untuk membuat rumah, bantalan kereta api, bahkan jembatan.

Bentuk atap berbahan sirap biasanya berupa lembaran tipis memanjang yang dihasilkan dari belahan kayu ulin. Setelah pengekploitasian kayu ulin ini secara besar-besaran, pemerintah memperketat perdagangan dan pemanfaatan kayu ulin untuk menjaga kelestarian lingkungan. Atap dengan jenis ini bersifat isolasi terhadap panas dan merupakan bahan yang ringan. Namun, pada saat proses pemasangan cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan semakin bertambah.

Nah, itu dia jenis-jenis genteng untuk atap baja ringan yang dapat Anda pilih ketika akan membangun rumah pribadi atau jika ingin membuat rumah kost. Anda dapat memilihnya sesuai dengan kualitas dan jenis rumah serta mempertimbangkan kelebihan yang telah dijelaskan di atas serta kelemahan atap baja ringan sebagai referensi.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/jenis-genteng-untuk-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Tidak hanya jenis-jenis atap rumah yang semakin lama selalu berkembang, namun perkembangan industri atap juga mengembangkan inovasi terhadap rangka atap. Salah satunya adalah rangka atap baja ringan yang merupakan sebuah terobosan baru dari struktur atap yang terbuat dari baja dengan kekuatan yang baik namun memiliki bobot yang ringan. Baja yang dimaksud disini adalah baja dengan tipe cold rolled coil (CRC) dimana mutu yang dimiliki sangat tinggi dengan kekuatan tarik 550 Mpa serta memiliki bentuk profil yang menyerupai huruf C atau pun O. Elemen-elemen utama penyusun rangka baja adalah kuda-kuda, bracing, reng, baut, dinabolt serta talang jurai.

Baja ringan merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah, dimana rangka atap baja semakin diminati karena memiliki beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan atap baja konvensional. Keuntungan tersebut diantaranya adalah :

  • Karena bobotnya yang ringan, maka penggunaan rangka atap baja dapat membantu mengurani beban kepada struktur bangunan.
  • Berbeda dengan baja lain, baja ini di desain untuk lebih tahan karat sehingga pada tahap akhir tidak membutuhkan finishing cat.
  • Pemakaian untuk skala yang panjang tidak akan menurunkan mutu baja ringan.
  • Material ini termasuk ke dalam salah satu material ramah lingkungan serta tidak terpengaruh terhadap serangan dari rayap.
  • Karena bobotnya yang ringan, proses pemasangan atap ini sangat mudah dan juga cepat.

Atap baja ringan sangat fleksibel dan cocok diaplikasikan diberbagai jenis-jenis rumah tinggal seperti rumah minimalis sederhana. Jika Anda hendak menggunakan atap baja ringan, maka sebelumnya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu berapa luasan ukuran yang Anda butuhkan. Mengapa hal ini penting? Karena perhitungan yang keliru akan membuat proses pemasangan menjadi lebih lama dari target yang ditentukan. Selain itu, secara finansial Anda akan mengalami kerugian karena material yang dibeli tidak sesuai dengan anggaran. Ini bukan termasuk salah satu tips hemat membangun rumah. Oleh karena itu, cara menghitung kebutuhan atap baja ringan harus dilakukan dengan cermat dan seksama.

Untuk menghitung kebutuhan memasang rangka atap baja ringan terdapat dua metode. Anda dapat menggunakan perhitungan secara manual atau pun menghitung dengan menggunakan aplikasi yang sudah disediakan. Cara perhitungan secara manual cukup sederhana tetapi membutuhkan ketelitian yang tinggi supaya tidak terjadi kesalahan perhitungan. Berikut ini adalah beberapa rumus dan contoh soal yang digunakan sebagai cara menghitung kebutuhan atap baja ringan. Simak!

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Baja Ringan

Menghitung atap baja ringan tidaklah sulit. Umumnya, rangka atap baja ringan dihitung dengan menggunakan satuan meter persegi. Rumus yang digunakan untuk menghitung volume rangka atap baja ringan adalah sebagai berikut :

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Dengan contoh soal sebagai berikut :

Ani baru saja membeli sebuah rumah dengan ukuran 8 x 8 meter, dimana masing-masing atapnya memiliki overstek dengan panjang 1 meter dimana kemiringan atap yang dimiliki adalah berkisar 35 derajat. Berdasarkan data-data tersebut, maka volume rangka atap baja ringan dari rumah tersebut adalah?

 

Diketahui :

  • Panjang bangunan = 8 + 1 + 1        = 10 m
  • Lebar bangunan = 8 + 1 + 1            = 10 m
  • Derajat kemiringan = cos 35          = 0,819

Maka volume dari rangka atap baja ringan adalah =

Volume = ( Panjang Bangunan + Overstek Genteng ) x ( Lebar Bangunan + Overstek Genteng ) / Derajat Kemiringan Atap Genteng ( cos derajat )

Volume = 10 x 10 / 0,819 = 122 m2

Mudah bukan? Setelah Anda mendapatkan volume dari rangka atap baja ringan, maka Anda dapat menghitung kebutuhan material yang akan Anda gunakan. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Kebutuhan genteng metal (uk. 2×4) 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 1.62

Sehingga menjadi    = 122 x 1,62  = 197,64 atau 198 lembar genteng metal daun dengan ukuran 2×4

  1. Kebutuhan baja ringan 
  • Canal atau Kaso 

Rumus yang digunakan adalah : (Luas atap miring x 4) / 6 

Sehingga menjadi  =  (122 x 4) / 6   =  81 batang kaso

  • Reng

Rumus yang digunakan adalah : banyak kaso x 1,2 

Sehingga menjadi  =  81 x 1,2   =  97 batang reng

  1. Kebutuhan sekrup
  • Sekrup genteng

Rumus yang digunakan adalah : Jumlah genteng x 12 

Sehingga menjadi  =  198 x 12  =  2.376 buah

  • Sekrup baja 

Rumus yang digunakan adalah : Luas atap miring x 20

Sehingga menjadi   =  122 x 20  = 2.440 buah

 

Gambaran diatas ini merupakan perhitungan secara umum dan sederhana. Hasil akhir dapat berubah-berubah sesuai dengan analisa dari masing-masing aplikator. Tidak begitu sulit bukan cara menghitung kebutuhan atap baja ringan? Jika ingin hasil yang lebih akurat, Anda dapat meminta bantuan dari tenaga ahli untuk menghitungnya.

Ketika hendak membangun atap baja ringan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Diantaranya adalah :

  • Bagian dudukan rangka harus diperhatikan secara teliti, karena apabila letaknya miring maka akan berpengaruh terhadap kekuatan tekanan pada baja. Keseimbangan akan berkurang sehingga berpengaruh terhadap konstruksi.
  • Jangan lupa untuk memastikan setiap sambungan terpasang dengan benar. Anda dapat membuat gambar kerja sebagai pemandu proses pelaksanaan.

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/atap/cara-menghitung-kebutuhan-atap-baja-ringan

Admin Ducotile No Comments

Mengintip 5 Agar Cat Tidak Mudah Mengelupas

Cat rumah memiliki peranan tersendiri dalam menghias berbagai jenis-jenis rumah tinggal. Cat rumah dapat mendukung konsep yang ingin Anda usung di dalam hunian tersebut. Apakah ingin menghadirkan nuansa yang ceria dan hangat atau ingin menampilkan nuansa yang tenang? Semuanya tergantung pada Anda. Namun pekerjaan cat dinding rumah tidak hanya selesai ketika cat sudah diaplikasikan pada seluruh ruangan. Namun perlu adanya perawatan pula pada cat. Mengapa demikian? Sebab cat dinding tersebut dapat mengalami masalah. Salah satunya adalah cat dinding mengelupas. Cat rumah yang mengelupas tidak terjadi hanya begitu saja, namun ada penyebab yang membuat cat ini menjadi mengelupas. Apa sajakah penyebabnya? Berikut ini adalah beberapa penyebab cat mengelupas, yakni: Kualitas cat rendah. Penyebab pertama yang dapat membuat cat mengelupas adalah rendahnya kualitas cat yang digunakan. Ini bisa saja terjadi karena konsentrasi resin pada cat yang tidak seusai dengan standar. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, Anda juga perlu menggunakan cat yang berkualitas.

  • Permukaan dinding kotor. Kondisi dinding kotor sebelum di cat ternyata juga dapat menjadi penyebab mengapa cat dapat mengelupas. Terlebih jika kondisi dinding juga berminyak. Hal ini dapat memicu terjadinya pengelupasan.
  • Dan lain-lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi cat dinding yang mengelupas? Apakah ada langkah-langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengembalikan cat dinding menjadi lebih indah. Tenang! Kami akan membahasnya bersama dengan artikel ini. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang dapat Anda lakukan agar cat tidak mudah mengelupas, yakni:

  1. Membersihkan dinding yang akan di cat

Cara pertama yang perlu Anda lakukan agar cat tidak cepat mengelupas adalah membersihkan terlebih dahulu dinding yang akan di cat. Dinding tersebut harus dipastikan apakah sudah bersih dari kotoran seperti debu atau belum. Anda dapat membersihkannya menggunakan alat kebersihan rumah berupa. Singkirkan barang-barang tidak perlu yang menancap pada dinding seperti bekas isolasi, paku dan sebagainya. Setelah itu barulah Anda dapat memulai proses pengecatan rumah. Namun, hasil akhir pengecatan akan lebih sempurna jika memang pada saat proses pembuatan dinding sudah rata dari awal. Maka dari itu, penting untuk melakukan kontrol ketika Anda hendak membangun macam-macam dinding rumah. Apabila terdapat lubang pada dinding rumah, tutup lubang tersebut dengan menggunakan dempul atau semen kering sebelum Anda mengecatnya.

  1. Menggunakan cat khusus eksterior

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan cat dinding mengelupas adalah Anda tidak menggunakan jenis cat dinding yang tepat. Contohnya, apabila Anda ingin mengecat bagian luar rumah dengan menggunakan warna cat rumah yang elegan, pilihlah jenis cat eksterior. Cat ini dibuat secara khusus dengan daya tahan yang jauh lebih lama dibandingkan cat interior. Maka dari itu, jenis cat ini sangat cocok digunakan untuk melengkapi material fasade bangunan yang digunakan. Selain itu, cat ini juga jauh lebih sempurna dan dapat menahan cuaca yang ekstrim, kotoran hingga jamur.

  1. Menyesuaikan cat dengan bahan dinding

Jika Anda ingin mengecat rumah, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis cat tembok yang sesuai dengan material penutup dinding yang Anda gunakan. Cat tembok untuk melapisi jenis kayu konstruksi tentunya akan berbeda dengan cat tembok yang digunakan untuk melapisi dinding batu alam. Karakteristik cat juga biasanya menyesuaikan dengan ruangan tersebut. Cat dinding pada bagian luar rumah cenderung lebih tebal dibandingkan dengan cat dinding di dalam rumah.

 

  1. Menggunakan warna cat yang cerah

Penggunaan warna cerah juga sangat direkomendasikan pada hunian Anda. Warna cat rumah yang indah dan sejuk dapat mempengaruhi visual ruangan serta orang-orang yang melihatnya. Warna cerah lebih direkomendasikan karena di dalam warna tersebut terdapat pigmen yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan warna-warna gelap. Pigmen inilah yang membuat risiko cat pudar lebih cepat akan semakin berkurang. Warna yang dapat Anda gunakan tersebut diantaranya adalah warna kuning, merah muda, putih, hijau soft dan sebagainya.

  1. Mengecat dinding dengan roller

Agar cat tidak mengelupas, proses pengecatan dinding harus dilakukan dengan benar. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat mengecat yang tepat, yakni jenis roller saja. Tidak hanya memberikan hasil yang lebih baik, alat ini juga mempercepat proses pekerjaan. Gunakan pola pengecatan menyerupai huruf “WS” atau pun “MS”. Jangan lupa untuk melakukan pengecatan dari sisi dinding yang telah kering agar menghilangkan jejak roller tersisa pada dinding. Ingatlah untuk menghindari penggunan kuas yang memiliki bulu pendek, sebab jenis kuas ini tidak dapat menyerap cat dengan begitu baik dan dapat meninggalkan bekas pada dinding.

Demikianlah beberapa tips dan trik sebagai cara agar cat tidak mudah mengelupas yang baik dan benar serta wajib Anda ketahui dan pelajari. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Summer : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/agar-cat-tidak-mudah-mengelupas

 

Admin Ducotile No Comments

Mau Bikin Balkon Ramah Anak. Ini Caranya!

Tampilan rumah dua lantai tentu akan semakin cantik jika memiliki area balkon. Namun keinginan memiliki balkon di lantai atas seringkali terkendala rasa was-was terkait masalah kemanan – terutama bagi Anda yang memiliki balita.

Keamanan dalam sebuah hunian memang harus diutamakan, namun tak berarti harus membatasi keinginan Anda untuk berkreasi. Bagi Anda, keluarga yang memiliki balita, bisa saja melengkapi rumah dengan area balkon yang cantik.

Hanya saja pembuatan balkon harus memenuhi standar keamanan untuk anak agar tidak membahayakan. Untuk itu, simak beberapa tips menciptakan balkon yang ramah anak berikut ini.

  1. Perhatikan tinggi pagar

 

Buatlah pagar pembatas balkon lebih tinggi dari 80 cm atau rata-rata ketinggian balita usia dua tahun. Sebab di usia ini anak Anda sedang sangat aktif dan antusias mencoba hal baru.  Lalu, pilih pagar balkon berdesain jeruji vertikal agar anak tidak bisa memanjat.

Jeruji pagar horizontal memudahkan anak untuk memanjat karena berbentuk seperti tangga. Pastikan jarak antar jeruji kurang dari 12 cm agar kepala anak tidak dapat lolos masuk ke celah jeruji.

  1. Memiliki lidah balkon

 

Usahakan mendesain balkon yang memiliki lidah dak beton pada bagian bawahnya. Dak beton ini berfungsi untuk menghalangi benda langsung jatuh ke bawah. Lidah balkon dapat dibuat selebar 50-70 cm.

Untuk keamanan, lidah dak beton dapat dijadikan taman kecil yang dilapisi rumput hijau sehingga permukaannya tidak keras.

  1. Beri penghalang

Anak kecil cenderung bergerak spontan. Karena itu, usahakan Anda memberikan penghalang di belakang pagar balkon. Penghalang ini dapat berupa tanaman pada pot-pot pendek atau set meja dan kursi.

Penghalang ini berfungsi sebagai upaya memperlambat gerak anak untuk mendekat ke arah balkon.

  1. Dekat dengan pintu

 

Usahakan  balkon selalu dekat dengan pintu. Dengan begitu akses menuju area balkon lebih cepat. Beberapa rumah modern memiliki akses pintu yang jauh dan berliku menuju balkon. Ini akan mempersulit dan memperlambat usaha penanganan jika anak menerobos ke area balkon.

  1. Dasar yang tidak keras

Untuk meminimalisasi kemungkinan terburuk, buatlah area di bawah balkon dengan dataran yang tidak keras, misalnya kolam renang, kolam ikan, hamparan rumput, atau tanaman perdu.

 

Sumber : http://odysaproperty.com/mau-bikin-balkon-ramah-anak-ini-caranya/

Admin Ducotile No Comments

Membuat Pagar Balkon Minimalis

Anda mempunyai rumah dua lantai dan masih tersisa space untuk balkon? Jika memang minat untuk membangun balkon di lantai dua, proses dan tahapan dalam membuat balkon, khususnya jika ingin dikerjakan sendiri. Ada beberapa tahapan dalam mempersiapkan segala sesuatu sebelum mengerjakannya. Dalam membuat pagar balkon minimalis misalnya, berbeda dengan jenis balkon biasa dengan pagar seadanya. Biar ga salah dalam melakukan itu semua, berikut step by step dalam membangun sebuah balkon, seperti yang pernah saya kerjakan beberapa waktu di rumah sendiri.

Bentuk area yang ingin dibuat balkon
Beberapa balkon itu sendiri juga memiliki banyak sekali desain, misalnya saja balkon dengan bentuk lurus memanjang, balkon dengan bentuk letter U, kemudian berbentuk L, atau ada juga yang sengaja membangun balkon dengan konsep melengkung. Biasanya konsep melengkung ini merupakan pengecualian, karena biasanya diterapkan pada rumah di daerah perbukitan dengan kontur lahan yang tidak beraturan.

 

Mengapa bentuk area ini sangat penting? Tentunya dikarenakan banyak faktor, seperti misal berkaitan dengan banyaknya material yang akan digunakan. Makin luas area untuk membuat pagar balkon, tentunya jumlah material juga semakin banyak, apalagi kalo menggunakan material kayu pilihan, lumayan mahal harganya. Selain material untuk pagar, area yang akan digunakan untuk balkon tentunya juga membutuhkan atap sebagai peneduh, seperti layaknya teras rumah. Untuk balkon itu sendiri membutuhkan desain, apakah akan dibentuk semacam pergola dengan dominasi kayu berukuran besar, atau atap seperti biasa dengan memanfaatkan genteng.

Nah, setelah luas area dan jenis atap yang ingin digunakan sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan material pagar balkon tersebut.

Material pagar balkon
Jika diperhatikan, dalam dunia arsitektur terdapat beberapa material utama untuk menunjang sebuah desain, antara lain material kayu, besi, beton, dan material lain yang diperlukan. Untuk pagar balkon itu sendiri, yang paling sering digunakan adalah material dari kayu. Ketika ingin membuat pagar balkon minimalis yang terbuat dari kayu, dan kebetulan balkon tersebut letaknya diluar rumah, maka pemilihan jenis kayu haruslah tepat dan sesuai. Pilih jenis kayu yang kuat terhadap perubahan cuaca. Ada kalanya juga bisa dengan cara melapisi dengan cat atau pelitur, tergantung motif dan warna yang diinginkan. Untuk jenis kayunya sendiri, terdapat beberapa yang umum digunakan, misalnya kayu kamper atau jati. Kedua jenis kayu ini memang paling sering digunakan untuk keperluan arsitektur, sebut saja untuk daun pintu atau tiang. Setelah menemukan jenis kayu yang pingin dipakai sebagai pagar untuk balkon rumah, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis dan desain dari pagar itu sendiri.

 

Jenis dan desain pagar untuk balkon
Untuk pagar balkon yang terbuat dari kayu, maka kita tidak bisa terlalu banyak melakukan custom dari bentuk pagar yang ingin dibuat. Berbeda jika kita pingin pagar yang terbuat dari besi tempat atau pipa, bisa kita las. Untuk kayu, kreasi yang paling sering dilakukan adalah membentuk batangan kayu tersebut dengan menggunakan alat mesin bubut. Kita bisa membentuk beberapa profil yang umum. Sebenarnya, masing masing material yang digunakan untuk pagar balkon atau rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Jika terbuat dari kayu, proses pengerjaannya mudah, tinggal dipaku atau disambung secara manual. Berbeda jika pagar tersebut terbuat dari besi, proses pengelasan mengharuskan untuk dilakukan ketika sedang membangun sebuah partisi atau pagar untuk balkon tersebut.

Apabila desain rumah Anda secara keseluruhan merupakan desain minimalis, ini memberikan keuntungan tersendiri, karena secara otomatis tidak perlu banyak konsep atau custom pada bahan kayu tersebut.

Ukuran pagar untuk balkon
Dari keterangan sebelumnya kan terdapat beberapa layout balkon, misalnya memanjang, letter U, letter L, atau melengkung. Dari luasan tersebut, maka kita bisa mengetahui jumlah material yang dibutuhkan, baik material utama berupa kayu, paku, cat, dan material pendukung lainnya sebelum memulai mengerjakan dan melakukan pemasangan pada pagar tersebut. Kebutuhan dari keseluruhan material sangat penting karena dikaitkan dengan besarnya biaya yang mesti dikeluarkan nantinya.

 

Mempersiapkan material yang ada
Setelah kebutuhan anggaran diketahui, maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan material kay dan lainnya. Anggap saja disini kita sudah melakukan hal tersebut. Jumlah batang kayu yang ingin dipasang, ukuran kayu yang sudah ditentukan, proses dan tahapan pemasangan, dan lainnya, maka tinggal di eksekusi. Dalam tahap mempersiapkan material untuk mulai membangun pagar, kalian bisa memisahkan atau bisa langsung dirangkai untuk kemudian langsung dipasang, tergantung proses kerja yang ingin dipilih.

Proses pengerjaan merangkai
Dalam tahap akhir ini, pengerjaan memasang atau merangkai harus dilakukan secara berurutan, dimana hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik. Demikian juga untuk proses finishing, pengecatan yang dilakukan pun juga harus hati hati. Mengapa? Karena proses pengecatan yang baik haruslah didahului dengan pemberian warna dasar dan juga jenis warna dan cat yang digunakan. Dikarenakan membuat pagar balkon minimalis semacam ini cukup rumit, hendaknya pengerjaan mulai dari awal hingga akhir dilakukan dengan cara yang benar agar hasilnya nanti bisa maksimal.

 

Sumber : https://indogriya.com/membuat-pagar-balkon-minimalis/

Admin Ducotile No Comments

Lebih Baik Batu Bata, Batako, Atau Bata Ringan? Ini Penjelasannya

Dewasa ini bahan bangunan untuk dinding semakin beragam, mulai dari batu bata, batako, maupun bata ringan. Nah, memilih material yang akan digunakan untuk diaplikasikan di rumah baru Anda nantinya, merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah.

Sebelum Anda membangun sebuah rumah, ada baiknya jika Anda mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangan dari batu bata, batako atau bata ringan. Setiap bahan punya karakteristiknya masing-masing. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi proses pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan tentunya biaya yang harus Anda leluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan Anda.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah perbandingan dari ketiga material tersebut yang bisa Anda jadikan sebagai referensi:

  • BATU BATA / BATA MERAH

Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding bangunan sudah umum kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih menjadi pilihan utama masyarakat kendati sudah banyak penemuan dalam bidang teknologi bahan seperti bata ringan, batako press, dsb. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.

Bata merah yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah.

Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api. Tidak semua tanah liat bisa digunakan, hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu. Bata merah umumnya memiliki ukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya. Untuk dinding seluas 1 m2, bila mengguanakan bata berukuran 23 cm x 17 cm x 5 cm, kira-kira membutuhkan 70 buah bata merah.

Bahan baku yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Saat pemasangan tidak memerlukan perekat khusus, untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Sedangkan untuk dinding yang tidak harus kedap air dapat menggunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.

Spesifikasi Bata Merah:
• Berat jenis kering (?) : 1500 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 2000 kg/m3
• Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
• Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 2 jam
• Jumlah (kebutuhan) bata merah per 1 m2 : 30 – 35 buah tanpa construction waste

Kelebihan Bata Merah:
– Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
– Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
– Mudah untuk membentuk bidang kecil
– Murah harganya
– Mudah mendapatkannya
– Perekatnya tidak perlu yang khusus.
– Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Kekurangan Bata Merah:
– Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
– Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
– Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnya.
– Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
– Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
– Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
– Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
– Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan/

 

  • BATAKO

Material dinding dari batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah, sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi. Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak seperti bata merah yang terbuat dari material tanah. Batako atau Bata press dalam 1 m2 biasanya cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan ukurannya lebih presisi jika dibandingkan bata merah.

Ukuran batako press pada umumnya adalah panjang 36-40 cm, tebal 8-10 cm, dan tinggi 18-20 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 15 buah batako press. Biasanya batako press dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah bangunan, mempercepat pelaksanaan, dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding.

Bahan baku yang digunakan untuk pemasangan batako pres adalah mortar yang komposisinya adalah semen (PC) dan pasir ayak.

Spesifikasi Batako Press:
• Berat jenis kering (?) : 950 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 1000 kg/m3
• Kuat tekan : 5,5 N/mm²
• Konduktifitas termis : 0,339 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
• Jumlah (kebutuhan) batako press per 1 m2 : 20 – 25 buah tanpa construction waste

Kelebihan Dinding Batako Press:
– Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara kuantitatif terdapat suatu pengurangan.
– Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
– Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga lebih hemat.
– Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
– Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
– Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan potongan.
– Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
– Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
– Pemasangan lebih cepat.
– Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.

Kekurangan Dinding Batako Press:
– Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
– Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.
– Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.

 

  • BATA RINGAN (HEBEL/CELCON)

Bata ringan atau sering disebut hebel atau celcon dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Ukuran pada umumnya adalah: panjang 60 cm, tinggi 20 cm dengan ketebalan antara 8 cm -10 cm. Campuran atau komposisi bahannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Untuk pemasangan pada dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 8 buah bata ringan.

Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, bisa langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu dengan menggunakan semen khusus. Semen khusus hanya perlu diberi campuran air. Namun pemasangan bata ringan juga dapat menggunakan pasir dan semen seperti pemasangan pada batako, bata press dan bata merah.

Spesifikasi Bata Ringan:
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
•  Jumlah (kebutuhan) bata ringan per 1 m2 : 8 – 9 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan:
– Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
– Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
– Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
– Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
– Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
– Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
– Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
– Mempunyai kekedapan suara yang baik.
– Kuat tekan yang tinggi.
– Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.

Kekurangan Bata Ringan:
– Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
– Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
– Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
– Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa.
– Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
– Agak susah mendapatkannya, hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini.
– Penjualannya pun dalam volume (m3) yang besar.

Dari penjelasan diatas maka anda sudah dapat membandingkan kekurangan dan kelebihan diantara bata merah, batako, maupun bata ringan. Tentunya anda jadi bias menyesuaikan bahan material dinding apa yang akan anda gunakan untuk membangun dinding rumah impian anda disesuaikan dengan budget, keinginan, serta efektifitas dari bahan material yang akan anda gunakan.

Sumber : https://iloveproperty.id/lebih-baik-batu-bata-batako-bata-ringan/