Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Cakar Ayam untuk Bangunan

Ketika ingin membangun sebuah hunian, infrastruktur atau gedung, maka salah satu bagian yang paling penting untuk menentukan kokoh tidaknya bangunan adalah pondasi yang berguna untuk menguatkan konstruksi bangunan yang akan didirikan di atasnya. Untuk itu, pembuatan pondasi tidak boleh dilakukan sembarangan karena akan berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan bangunan.

Ada beberapa jenis pondasi yang bisa digunakan seperti salah satunya pondasi cakar ayam. Namun seperti jenis pondasi lain ada kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang harus anda pikirkan sebelumnya seperti yang akan kami jelaskan berikut ini.

Apakah Pondasi Cakar Ayam?

Sebelum membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam, ada baiknya anda mengenal lebih baik tentang pondasi cakar ayam khususnya pada tahapan membangun rumah dari awal. Pondasi cakar ayam merupakan nama dari salah satu teknik yang dipakai dalam konstruksi pondasi bangunan. Dinamakan cakar ayam karena pada bagian bawah pondasi terdapat pipa pipa beton yang dibentuk menyerupai cakar ayam untuk mencengkeram kuat lahan di bawahnya supaya bangunan yang didirikan di atasnya mempunyai konstruksi lebih kokoh dan stabil.

Pada awalnya, pondasi cakar ayam ini dipakai pada tanah dengan tekstur lembut atau lunak. Akan tetapi untuk sekarang, pondasi cakar ayam bisa diaplikasikan di segala jenis tanah dan bisa dipakai untuk pondasi bangunan gedung bertingkat, jembatan besar, jalan layang, jalan raya, jalan keretap api dan bahkan landasan pesawat terbang.

Metodepondasi cakar ayam sendiri ditemukan pada tahun 1961 oleh insinyur sipil Indonesia bernama Prof. Ir. Sedyatmo Dr HC yang berprofesi sebagai Direktur Konstruksi di Perusahaan Listrik Negara [PLN]. Ketika itu, PLN harus membangun tujuh menara listrik tegangan tinggi di daerah berawa di area Ancol. Tujuh menara tersebut dibangun dengan maksud mendistribusikan listrik dari Tanjung Priok menuju Gelanggang Olahraga Senayan.

Pembangunan tersebut sempat terkendala sebab struktur tanahnya yang berawa, lembek dan juga berair. Akan tetapi Sedyatmo tetap berusaha untuk mencari solusinya sampai akhirnya tercetus ide untuk membangun rancangan pondasi seperti akar yang terdiri dari pipa pipa beton yang akan ditanam di dalam tanah.

Pada bagian atasnya kemudian dipasang kemudian dipasang plat beton sehingga pipa pipa tersebut saling terhubung dan mencengkeram tanah dengan sangat kuat sesudah cara menghitung volume pondasi dilakukan. Akhirnya, ide Sedyatmo tentang menara menara tersebut berhasil didirikan tepat waktu dan pondasi cakar ayam tersebut masih terus digunakan hingga saat ini.

Pondasi cakar ayam ini memiliki bentuk plat persegi dengan ukuran yang beragam sehingga bisa disesuaikan dengan beban bangunan serta kondisi struktur tanah. Pondasi ini terdiri dari pipa pipa beton yang menyerupai cakar ayam dengan jarak sumbu 2 hingga 3 m. Pipa pipa tersebut biasanya memiliki diameter 1.2 m, tebal 8 cm dan ukuran panjang yang bisa disesuaikan. Sedangkan untuk plat beton biasanya mempunyai ketebalan 10 hingga 15 cm.

Pondasi cakar ayam ini terbilang populer dan banyak dipakai sebab bisa menopang berat sampai 500 hingga 600 ton per kolom. Dengan begini, tentu saja bangunan yang didirikan bisa kokoh dan tetap stabil dalam waktu yang lama.

Kelebihan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam banyak dipakai untuk membangun sebuah konstruksi bangunan atau infrastruktur sebab pondasi cakar ayam memberikan banyak manfaat seperti berikut ini:

  1. Bisa Dibangun di Atas Tanah Lembek

Seperti tujuan awal ditemukan pondasi cakar ayam, jenis pondasi ini bisa dibangun di atas tanah dengan tekstur yang lembek bahkan berair. Berbeda dengan pondasi konvensional yang sulit dilakukan di atas tanah yang lembek dan berair karena berisiko ambles, bergeser atau bergeser. Pondasi cakar ayam juga mempunyai daya dukung yang jauh lebih tinggi dan tidak butuh sela sela untuk menampung pengembangan akibat perubahan cuaca.

 

  1. Tidak Butuh Sistem Drainase

Kelebihan lainnya dari pondasi cakar ayam adalah tidak butuh sistem drainase dan juga sambungan kembang kusut. Hal ini disebabkan karena seluruh pondasi cakar ayam berisi beton padat yang sangat kuat sehingga tidak ada ruang atau celah sebagai drainase. Dengan begini, maka pengerjaan pondasi akan mengurangi material, biaya dan juga waktu pengerjaan.

Kekurangan Pondasi Cakar Ayam

Pondasi cakar ayam memang dikenal sebagai pondasi kokoh dan kuat. Namun, ada juga beberapa kekurangan yang dimiliki oleh jenis pondasi ini, seperti:

  1. Biaya Lebih Mahal

Karena biasanya jenis pondasi rumah ini diaplikasikan untuk membangun bangunan bertingkat, besar atau proyek infrastuktur berskala besar, maka biaya pembuatan pondasi ini juga bisa dikatakan lebih mahal jika dibandingkan dengan pondasi konvensional. Hal ini disebabkan karena pembuatan pondasi cakar ayam butuh peralatan dan juga bahan bahan yang cukup banyak dan juga proses yang rumit. Sebagai contoh, proses betonisasi yang butuh bahan bahan jauh lebih banyak.

 

  1. Kurang Cocok untuk Bangunan Kecil

Dibandingkan dengan jenis pondasi lain, pondasi cakar ayam ini bisa dikatakan kurang cocok untuk bangunan bangunan kecil dan berlantai satu. Bukan hanya karakteristik bangunannya saja, namun juga dari segi biaya dan juga pemasangan pondasinya. Untuk anda yang memiliki budget terbatas sebaiknya berpikir dua kali ketika ingin menggunakan pondasi cakar ayam ini.

Langkah Pembuatan Pondasi Cakar Ayam

Ada beberapa langkah yang diperlukan untuk cara membangun pondasi rumah cakar ayam, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Penggalian tanah: Sebelum menggali tanah, hal yang harus dilakukan adalah menentukan ukuran panjang, lebar dan kedalaman pondasi serta sebaiknya galian pondasi dibuat lebih lebar dari ukurannya supaya tukang bisa bekerja leluasa.
  • Penulangan pondasi: Proses perakitan tulangan atau pipa pipa beton pondasi dipakai di luar tempat pengecoran akan tetapi masih dalam satu lokasi proyek.
  • Bekisting: Proses berikutnya adalah pengerjaan bekisting yakni sebuah konstruksi bantu yang bersifat sementara dan dipakai untuk mencetak beton yang akan dicor baik di dalamnya atau di atasnya.

Demikian ulasan singkat dari kami kali ini tentang kelebihan dan kekurangan pondasi cakar ayam yang sangat penting untuk dipahami sebelum memutuskan memakai jenis pondasi ini pada bangunan yang ingin anda dirikan. Semoga bisa bermanfaat dan menambah informasi anda seputar pondasi bangunan.

 

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-cakar-ayam

 

Admin Ducotile No Comments

Kelebihan dan Kekurangan Pondasi Batu Kali

Bentuk pondasi ditentukan oleh berat bangunan dan juga kondisi tanah di sekitar bangunan. Sedangkan untuk kedalaman pondasi akan ditentukan dari letak tanah padat yang mendukung pondasi. Jika terletak di tanah miring lebih dari 10%, maka pondasi bangunan harus dibuat rata atau dibentuk tangga dengan bagian bawah dan atas yang rata. Jenis pondasi sendiri terdiri dari dua yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam.

ads

Pondasi dangkal merupakan pondasi yang dipakai pada kedalaman 0.8 hingga 1 meter sebab daya dukung tanah sudah mencukupi. Pndasi dangkal, langsung atau stahl ini biasa memakai material batu kali, batu gunung atau beton tumbuk yang masing masing memiliki plus minus berbeda. Untuk ulasan kali ini, kami akan membahas tentang kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang sangat penting untuk anda ketahui.

Apakah Pondasi Batu Kali?

Pondasi batu kali merupakan jenis pondasi yang terbuat dari struktur batu kali yang disusun sehingga menjadi bangunan yang lebih kokoh untuk menopang beban di atasnya seperti hunian atau rumah. Cara membangun pondasi rumah batu kali mempunyai kedalaman antara 60 sampai 80 cm dengan lebar yang disesyaikan dengan kedalaman pondasi.

Jenis pondasi ini bisa dan kuat untuk menopang rumah yang mempunyai beban tidak terlalu berat seperti rumah berlantai satu. Sesudah mengetahui penjelasan tentang pondasi batu kali, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali yang harus diketahui.

Kelebihan Pondasi Batu Kali

Ada beberapa kelebihan yang bisa diperoleh ketika rumah atau bangunan menggunakan jenis pondasi rumah batu kali, beberapa di antaranya adalah:

  1. Risiko Kebocoran Lebih Kecil

Keuntungan pertama dari pondasi batu kali adalah rumah rumah yang di bangun di atasnya memiliki risiko banjir atau kebocoran yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis pondasi lainnya. Ini tentunya bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat dibandinkan dengan rumah yang dibangun pada jenis pondasi lain karena lebih rentan terhadap kebocoran gas, banjir dan juga jamur

  1. Menguatkan dan Mempertahankan Masa Bangunan

Batu kali merupakan salah satu jenis pondasi yang awet dan kuat sehingga bangunan yang didirikan di atasnya juga bisa lebih tahan lama jika dibandingkan dengan menggunakan jenis pondasi lainnya meski tidak cocok digunakan untuk jenis pondasi rumah panggung.

  1. Kebutuhan Anggaran Biaya Pembuatan yang Rendah

Sama seperti cara membangun pondasi rumah batu bata, batu kali yang biasanya dipakai untuk mendukung bangunan memiliki konstruksi yang sederhana dan juga berada pada lahan yang stabil. Ukuran kedalaman galian tanah yang sering digunakan berkisar antara 50 sampai 80 cm dengan tambahan pasir dan semen. Mengingat bahan bahan baku yang digunakan untuk membuat pondasi batu kali ini tidak terlalu kompleks, maka biaya yang dibutuhkan untuk membangun pondasi batu kali ini juga tidak terlalu banyak atau lebih rendah dibandingkan dengan beberapa jenis pondasi lainnya.

  1. Waktu Pengerjaan Relatif Cepat

Kelebihan dari jenis jenis batu alam yang digunakan untuk bahan bangunan yakni pondasi batu kali berikutnya adalah waktu pengerjaan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan pondasi lainnya. Pada prinsipnya, konstruksi pondasi batu kali hampir sama dengan batu bata. Namun yang menjadi pembeda hanya dari materialnya saja. Pemasangan pondasi batu kali juga lebih cepat kering dibandingkan pondasi lainnya sehingga lebih cocok digunakan pada rencana pembangunan yang butuh efisiensi waktu yang tinggi.

  1. Mempunyai Konstruksi Lebih Sederhana

Kelebihan lain dari pondasi batu kali adalah konstruksinya yang sederhana dan pengerjaan pondasi juga bisa dilakukan langsung di tempat pembuatan. Dimulai dari penggalian tanah, pembuatan adukan perekat hingga penyusunan batu kali, semuanya dilakukan dengan cara yang sederhana berbeda dengan pondasi lain yang jauh lebih rumit. Karena kemudahan dalam pembuatan pondasi batu kali, maka juga tidak dibutuhkan penggunaan bantuan alat alat berat dalam pembuatannya.

  1. Menahan Goncangan Lebih Baik

Untuk mendukung proyek pembangunan rumah, batu kali biasanya akan dipakai pada ketinggian kurang dari 10 meter seperti untuk cara membangun rumah tahan gempa. Kemampuan batu kali yang bisa menahan beban berat tentu sangat diunggulkan dibandingkan pondasi yang lain hingga sekarang ini.

Terlebih lagi, pemasangan pondasi batu kali yang dikombinasikan dengan teknik pemasangan strauss pile atau bor pile, beton cakar ayam bisa menahan goncangan pada saat terjadi getaran dari dalam tanah atau getaran yang ditimbulkan dari lingkungan sekitar. Selain itu,kekuatan dari pondasi juga bertujuan untuk mengamankan kekokohan berdirinya sebuah bangunan.

  1. Bisa Disesuaikan Dengan Lebar yang Diinginkan

Batu kali jenis batu belah sangat baik digunakan untuk pondasi menerus dan juga pondasi umpak atau tua sebab batu ini biasanya berasal dari letusan batu yang ikut keluar dari perut bumi pada saat terjadi letusan gunung dalam cara membangun rumah secara bertahap.

Batu kali jenis ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan pondasi mengikuti lebar yang diinginkan secara rapi sehingga porsi beban yang diterapkan pada pondasi semakin maksimal.

Jenis batu kali ini sangat baik digunakan untuk pondasi rumah keras, bersih dan tidak lapuk yang nantinya akan dipceah pecah menggunakan palu dengan sisi sisi tajam.

 

Kekurangan Pondasi Batu Kali

Meski memiliki beberapa kelebihan, namun pondasi batu kali juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  1. Menimbulkan Retakan

Pergeseran tanah, akar pohon invasif dan juga gempa bumi yang terjadi bisa menimbulkan masalah serius pada rumah yang dibangun di atas pondasi batu kali sehingga menjadi penyebab dinding rumah retak struktur. Setiap retakan yang terjadi pada pondasi akan menyebabkan masalah besar jangka panjang tang sering sulit atau mahal untuk diperbaiki.

  1. Kurang Bisa Saling Mencengkeram

Kekurangan dari batu kali khususnya batu gunung adalah membuat batu kurang saling mencengkeram antara satu dengan lainnya ketika dipasang. Hal ini disebabkan karena batu kali merupakan kesatuan dari batu bulat yang dipakai untuk membuat pondasi lokasinya terpendam di dalam tanah dan bentuknya yang bulat serta bisa berlumut sehingga kurang melekat ketika digunakan.

Kekurangan Lainnya

Selain beberapa kekurangan batu kali di atas, ada beberapa kekurangan lain yang bisa terjadi ketika menggunakan batu kali sebagai pondasi, seperti:

  • Daya dukung tidak terlalu kuat meski layak digunakan untuk menahan beban bangunan sederhana.
  • Tidak cocok digunakan untuk mendukung bangunan bertingkat.
  • Hanya bisa diaplikasikan pada kondisi tanah di area pembangunan stabil.
  • Tingkat ketahanan tidak terlalu baik khususnya jika sering terendam air.

Demikian ulasan dari kami tentang beberapa kelebihan dan kekurangan pondasi batu kali untuk rumah atau bangunan, semoga bisa menambah informasi khususnya bagi anda yang sedang merencanakan membangun rumah.

Sumber : https://rumahlia.com/desain/kelebihan-dan-kekurangan-pondasi-batu-kali

Admin Ducotile No Comments

Mengintip 5 Agar Cat Tidak Mudah Mengelupas

Cat rumah memiliki peranan tersendiri dalam menghias berbagai jenis-jenis rumah tinggal. Cat rumah dapat mendukung konsep yang ingin Anda usung di dalam hunian tersebut. Apakah ingin menghadirkan nuansa yang ceria dan hangat atau ingin menampilkan nuansa yang tenang? Semuanya tergantung pada Anda. Namun pekerjaan cat dinding rumah tidak hanya selesai ketika cat sudah diaplikasikan pada seluruh ruangan. Namun perlu adanya perawatan pula pada cat. Mengapa demikian? Sebab cat dinding tersebut dapat mengalami masalah. Salah satunya adalah cat dinding mengelupas. Cat rumah yang mengelupas tidak terjadi hanya begitu saja, namun ada penyebab yang membuat cat ini menjadi mengelupas. Apa sajakah penyebabnya? Berikut ini adalah beberapa penyebab cat mengelupas, yakni: Kualitas cat rendah. Penyebab pertama yang dapat membuat cat mengelupas adalah rendahnya kualitas cat yang digunakan. Ini bisa saja terjadi karena konsentrasi resin pada cat yang tidak seusai dengan standar. Untuk mendapatkan hasil yang bagus, Anda juga perlu menggunakan cat yang berkualitas.

  • Permukaan dinding kotor. Kondisi dinding kotor sebelum di cat ternyata juga dapat menjadi penyebab mengapa cat dapat mengelupas. Terlebih jika kondisi dinding juga berminyak. Hal ini dapat memicu terjadinya pengelupasan.
  • Dan lain-lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi cat dinding yang mengelupas? Apakah ada langkah-langkah lain yang dapat dilakukan untuk mengembalikan cat dinding menjadi lebih indah. Tenang! Kami akan membahasnya bersama dengan artikel ini. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang dapat Anda lakukan agar cat tidak mudah mengelupas, yakni:

  1. Membersihkan dinding yang akan di cat

Cara pertama yang perlu Anda lakukan agar cat tidak cepat mengelupas adalah membersihkan terlebih dahulu dinding yang akan di cat. Dinding tersebut harus dipastikan apakah sudah bersih dari kotoran seperti debu atau belum. Anda dapat membersihkannya menggunakan alat kebersihan rumah berupa. Singkirkan barang-barang tidak perlu yang menancap pada dinding seperti bekas isolasi, paku dan sebagainya. Setelah itu barulah Anda dapat memulai proses pengecatan rumah. Namun, hasil akhir pengecatan akan lebih sempurna jika memang pada saat proses pembuatan dinding sudah rata dari awal. Maka dari itu, penting untuk melakukan kontrol ketika Anda hendak membangun macam-macam dinding rumah. Apabila terdapat lubang pada dinding rumah, tutup lubang tersebut dengan menggunakan dempul atau semen kering sebelum Anda mengecatnya.

  1. Menggunakan cat khusus eksterior

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan cat dinding mengelupas adalah Anda tidak menggunakan jenis cat dinding yang tepat. Contohnya, apabila Anda ingin mengecat bagian luar rumah dengan menggunakan warna cat rumah yang elegan, pilihlah jenis cat eksterior. Cat ini dibuat secara khusus dengan daya tahan yang jauh lebih lama dibandingkan cat interior. Maka dari itu, jenis cat ini sangat cocok digunakan untuk melengkapi material fasade bangunan yang digunakan. Selain itu, cat ini juga jauh lebih sempurna dan dapat menahan cuaca yang ekstrim, kotoran hingga jamur.

  1. Menyesuaikan cat dengan bahan dinding

Jika Anda ingin mengecat rumah, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis cat tembok yang sesuai dengan material penutup dinding yang Anda gunakan. Cat tembok untuk melapisi jenis kayu konstruksi tentunya akan berbeda dengan cat tembok yang digunakan untuk melapisi dinding batu alam. Karakteristik cat juga biasanya menyesuaikan dengan ruangan tersebut. Cat dinding pada bagian luar rumah cenderung lebih tebal dibandingkan dengan cat dinding di dalam rumah.

 

  1. Menggunakan warna cat yang cerah

Penggunaan warna cerah juga sangat direkomendasikan pada hunian Anda. Warna cat rumah yang indah dan sejuk dapat mempengaruhi visual ruangan serta orang-orang yang melihatnya. Warna cerah lebih direkomendasikan karena di dalam warna tersebut terdapat pigmen yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan warna-warna gelap. Pigmen inilah yang membuat risiko cat pudar lebih cepat akan semakin berkurang. Warna yang dapat Anda gunakan tersebut diantaranya adalah warna kuning, merah muda, putih, hijau soft dan sebagainya.

  1. Mengecat dinding dengan roller

Agar cat tidak mengelupas, proses pengecatan dinding harus dilakukan dengan benar. Salah satunya adalah dengan menggunakan alat mengecat yang tepat, yakni jenis roller saja. Tidak hanya memberikan hasil yang lebih baik, alat ini juga mempercepat proses pekerjaan. Gunakan pola pengecatan menyerupai huruf “WS” atau pun “MS”. Jangan lupa untuk melakukan pengecatan dari sisi dinding yang telah kering agar menghilangkan jejak roller tersisa pada dinding. Ingatlah untuk menghindari penggunan kuas yang memiliki bulu pendek, sebab jenis kuas ini tidak dapat menyerap cat dengan begitu baik dan dapat meninggalkan bekas pada dinding.

Demikianlah beberapa tips dan trik sebagai cara agar cat tidak mudah mengelupas yang baik dan benar serta wajib Anda ketahui dan pelajari. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Summer : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/agar-cat-tidak-mudah-mengelupas

 

Admin Ducotile No Comments

8 Material Penutup Dinding pada Rumah Tinggal

Dinding merupakan salah satu elemen konstruksi rumah yang memiliki peran penting. Tidak hanya itu, mendesain sebuah dinding rumah juga dapat dijadikan sebagai cara menyulap rumah biasa menjadi mewah. Daya tarik rumah akan meningkat ketika dinding rumah Anda dilapisi dengan berbagai material dinding yang indah dan rupawan. Selain itu trik ini juga dapat diterapkan di berbagai jenis-jenis rumah tinggal dnegan berbagai macam konsep. Jadi Anda tidak akan selalu ketergantungan menggunakan warna cat rumah elegan untuk meningkatkan keindahan rumah. Berikut ini adalah daftar material penutup dinding yang dapat Anda gunakan, simak!

  1. Batu Alam

Untuk Anda yang menginginkan rumah dengan nuansa alami dan kesan natural, batu alam lah material yang wajib Anda gunakan. Batu alam merupakan salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah yang dapat memberikan kesan natural dan tampilan yang dekoratif karena setiap batu memiliki motif yang berbeda. Variasi jenis serta cara pemasangannya dapat menghasilkan berbagai macam pola dan motif yang menguatkan alasan mengapa batu alam wajib dimiliki dalam sebuah hunian. Namun pemakaian batu ini diutamakan untuk ruangan-ruangan utama dan bagian depan rumah. Salah satu jenis batu alam yang dapat Anda gunakan adalah batu paliman. Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan batu paliman sebagai referensi.

  1. Kayu

Siapa yang tidak mengenal material ini. Kayu sangat populer, tidak hanya sebagai material konstruksi bangunan namun juga sebagai bahan dasar perabotan dan sebagainya. Tidak hanya pada rumah minimalis sederhana kayu juga dapat ditemukan pada bangunan rumah mewah hingga desain rumah modern eropa. Kayu dapat digunakan sebagai material penutup dinding dengan berbagai macam cara. Anda bisa menata kayu dalam jajaran horizontal dalam berbagai variasi ketebalan. Fasad rumah akan tampak jauh lebih menarik dan indah. Selain itu, Anda juga dapat memainkan kayu dalam versi vertikal dan sebagainya. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai lantai rumah, Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan lantai kayu sebagai informasi.

  1. Beton

Bangunan yang menggunakan material penutup dinding beton sekarang sudah tidak terhitung jumlahnya. Biasanya pemiliki rumah memfurnish beton dengan menggunakan cat atau bahkan tanpa di poles sama sekali. Namun bagaimana jika rumah Anda terbuat dari batu bata namun fasad yang diinginkan adalah beton?  Gampang sekali! Cukup dengan memberikan lapisan semen pada dinding Anda. Perlu diingat bahwa lapisan semen ini dapat dibentuk atau dibuat motif sesuai dengan keinginan Anda. Anda dapat membuatnya bertekstur halus atau pun licin, dibuat dengan modul persegi dan sebagainya atau juga dibuat bertekstur. Caranya pun mudah. Cukup campurkan biji-biji atau kerikil ke dalam adukan semen, kemudian oleskan adukan tersebut pada dinding. Tunggu sampai kering dan hasil yang Anda inginkan pun telah di dapatkan.

  1. Marmer

Menggunakan marmer sebagai material dinding bukan suatu hal yang baru dan langkah. Aplikasi marmer pada rumah biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan kelas atas atau bangunan mewah. Dengan menggunakan marmer, maka Anda dapat menghasilkan sebuah mozaik yang fantastis yang diciptakan oleh perpaduan corak, bayangan, gelap terang hingga terkstur yang indah ketika di pandang dari jarak jauh.  Tidak hanya sebagai penutup dinding, marmer dapat dimanfaatkan sebagai pelapis lantai. Anda dapat membacakelebihan dan kekurangan lantai marmer.

  1. Granit

Sama seperti marmer, granit juga memiliki tekstur yang keras serta tahan gesekan. Granit juga memiliki pori-pori yang kecil sehingga tahan terhadap air dan cuaca. Namun pilihan warna dan corak granit tidak memiliki varian yang beragam dibandingkan dengan marmer. Aplikasi granit beragam, dapat digunakna sebagi lantai atau pun dinding. Anda dapat membaca kelebihan dan kekurangan batu granit.

  1. Keramik

Keramik merupakan salah satu material yang memiliki ragam pilihan yang menarik serta harga yang murah. Sangat cocok untuk Anda yang menginginkan cara membangun rumah dengan dana minim. Ada yang memiliki bentuk persegi, segi enam, motif polos, bertekstur hingga mengkilap. Tampilan keramik pun ada pula yang menyerupai kayu, beton bahkan logam tua.

  1. Alumunium

Alumunium atau stainless steel dalam bentuk-bentuk lembaran juga dapat digunakan sebagai material penutup dinding rumah. Umumnya bahan ini sering ditemukan sebagai bahan pelapis dinding dapur karena memiliki sifat anti karat yang akan mempermudah Anda dalam perawatannya.

  1. Kaca

Siapa yang menyangka bahwa kaca juga dapat dimanfaatkan sebagai material penutup dinding. Penggunaan kaca dapat menegaskan kesan luas pada ruang. Menggunakan kaca memang suatu langkah yang riskan, untuk itu Anda dapat menggunakan jenis kaca tempered agar resiko bahaya dapat di minimalisir.

Selain mewarnai dinding rumah Anda terdapat berbagai macam material penutup dinding yang dapat Anda gunakan. Tertarik? Anda dapat mulai mendesain rumah dengan melibatkan material tersebut sehingga membuat rumah semakin menarik. Demikianlah, selamat mencoba!

Sumber : https://rumahlia.com/perawatan/dinding-tembok/material-penutup-dinding

 

Admin Ducotile No Comments

Jangan Sampai Salah Pilih Arsitek. Ini 8 Caranya!

Sebuah hunian merupakan investasi jangka panjang karena bernilai besar. Karena itu, perkara membangun rumah tak sekadar membangun tempat berlindung. Anda perlu memikirkan banyak hal termasuk fungsi, estetika, kualitas bangunan, dan sebagainya.

Untuk mewujudkan hal tersebut Anda butuh jasa profesional, dalam hal ini arsitek. Sebab memang terlalu riskan jika Anda melakukan pengerjaan rumah sendiri. Bujet yang dikeluarkan untuk menyewa jasa arsitek memang mahal.

Biasanya, biaya desain arsitek hanya berkisar 5 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun, harga ini cukup setimpal, kok, dengan manfaat yang akan Anda dapatkan. Nah, jika Anda telah memutuskan untuk menggunakan jasa arsitek, masalah selanjutnya tinggal memilih arsitek yang tepat.

Dengan berkembangnya teknologi, Anda dapat dengan mudah menemukan arsitek berpengalaman. Selanjutnya, lakukan screening untuk mendapatkan arsitek yang tepat. Berikut 8 tipsnya.

  1. Lihat portofolionya

Arsitek yang andal dan berpengalaman tentu memiliki portofolio. Semakin banyak portofolionya, semakin berpengalaman kancahnya di dunia desain arsitektur. Dari portofolio Anda dapat menentukan kualitas dan kuantitasnya.

Arsitek profesional biasanya memiliki kualitas gambar yang sangat baik alias tidak murahan. Gambarnya terlihat halus dan mirip dengan aslinya. Tidak ada distorsi dan tampilan pohon dan mobil yang terlihat begitu natural dan hidup.

Jika Anda merasa sreg setelah melihat portofolionya, Anda dapat langsung menghubungi untuk membuat janji bertemu.

  1. Memiliki branddan alamat jelas

Arsitek profesional selalu memiliki brand sendiri sebagai identitasnya, baik arsitek freelance ataupun arsitek berbadan usaha. Pastikan arsitek yang Anda inginkan memiliki brand tersebut.

Selain itu, pastikan mereka memiliki alamat kantor yang jelas. Jika arsitek freelance pastikan memiliki alamat tempat tinggal yang jelas.

  1. Lihat Kepribadiannya

Bukan sekadar melihat hasil kerjanya, Anda juga harus mengenal pribadi arsitek tersebut. Temui dia secara langsung untuk melihat kepribadiannya. Apakah dia termasuk orang yang supel, serius, humoris, dan lain sebagainya. Pilih arsitek yang cocok dengan kepribadian Anda.

Ini penting karena Anda tak hanya akan berhubungan untuk 1-2 hari saja, tetapi berbulan-bulan hingga hunian selesai dikerjakan. Untuk mengetahui kepribadiannya Anda juga bisa cari tahu melalui media sosialnya.

  1. Kenali karakter desainnya

Setiap arsitek, terutama yang sudah malang melintang di kancah desain arsitektur, biasanya memiliki gaya khas yang menjadi trade mark-nya. Anda wajib mengenali gaya-gaya arsitek yang ingin Anda pilih. Tentukan arsitek mana yang memiliki gaya desain paling sesuai dengan keinginan Anda.

Misalnya, jika Anda ingin membuat rumah berdesain minimalis, jangan pilih arsitek yang banyak membuat gaya rumah klasik. Semakin dekat karakternya, kemungkinan Anda memiliki rumah impian akan terwujud.

  1. Cari testimoni dari klien sebelumnya

Yap, cara termudah untuk tahu kualitas seorang arsitek adalah dengan mencari testimoni dari orang-orang yang pernah memakai jasanya. Arsitek yang baik tentu akan mendapat penilaian yang positif dari mantan kliennya, begitupun sebaliknya.

  1. Respons cepat

Seorang arsitek yang profesional akan memberikan pelayanan yang profesional pula. Bila Anda menghubunginya via email atau messenger pastikan ia membalas dalam kurun waktu 1×24 jam. Lebih dari itu, apalagi hingga 3 – 7 hari, Anda perlu mempertanyakan alasannya.

  1. Tanyakan cara kerja dan upah

Setelah meyakini pilihan Anda, segera tanyakan cara kerja dan bayarannya. Setiap arsitek memiliki gaya keja yang berbeda. Tanyakan secara mendetail cara kerjanya step by step , termasuk soal pembayaran, agar saat proyek dimulai Anda dan sang arsitek telah mengetahui risikonya.

  1. Memiliki SPK (Surat Perjanjian Kerja) tertulis

Arsitek yang baik akan memberikan SPK kepada Anda. SPK ini akan membantu dan membela Anda bila terjadi sesuatu hal, baik saat konsultasi berjalan ataupun di kemudian hari.

SPK ini secara garis besar berisi persetujuan kedua belah pihak bahwa arsitek akan mendapatkan upah sesuai haknya, dan Anda selaku pemilik rumah akan mendapatkan pelayanan dan kualitas baik. Selain itu menjamin pula bahwa arsitek tak akan meninggalkan tanggung jawabnya.

Sumber : http://odysaproperty.com/jangan-sampai-salah-pilih-arsitek-ini-8-caranya/

Admin Ducotile No Comments

Mau Bikin Balkon Ramah Anak. Ini Caranya!

Tampilan rumah dua lantai tentu akan semakin cantik jika memiliki area balkon. Namun keinginan memiliki balkon di lantai atas seringkali terkendala rasa was-was terkait masalah kemanan – terutama bagi Anda yang memiliki balita.

Keamanan dalam sebuah hunian memang harus diutamakan, namun tak berarti harus membatasi keinginan Anda untuk berkreasi. Bagi Anda, keluarga yang memiliki balita, bisa saja melengkapi rumah dengan area balkon yang cantik.

Hanya saja pembuatan balkon harus memenuhi standar keamanan untuk anak agar tidak membahayakan. Untuk itu, simak beberapa tips menciptakan balkon yang ramah anak berikut ini.

  1. Perhatikan tinggi pagar

 

Buatlah pagar pembatas balkon lebih tinggi dari 80 cm atau rata-rata ketinggian balita usia dua tahun. Sebab di usia ini anak Anda sedang sangat aktif dan antusias mencoba hal baru.  Lalu, pilih pagar balkon berdesain jeruji vertikal agar anak tidak bisa memanjat.

Jeruji pagar horizontal memudahkan anak untuk memanjat karena berbentuk seperti tangga. Pastikan jarak antar jeruji kurang dari 12 cm agar kepala anak tidak dapat lolos masuk ke celah jeruji.

  1. Memiliki lidah balkon

 

Usahakan mendesain balkon yang memiliki lidah dak beton pada bagian bawahnya. Dak beton ini berfungsi untuk menghalangi benda langsung jatuh ke bawah. Lidah balkon dapat dibuat selebar 50-70 cm.

Untuk keamanan, lidah dak beton dapat dijadikan taman kecil yang dilapisi rumput hijau sehingga permukaannya tidak keras.

  1. Beri penghalang

Anak kecil cenderung bergerak spontan. Karena itu, usahakan Anda memberikan penghalang di belakang pagar balkon. Penghalang ini dapat berupa tanaman pada pot-pot pendek atau set meja dan kursi.

Penghalang ini berfungsi sebagai upaya memperlambat gerak anak untuk mendekat ke arah balkon.

  1. Dekat dengan pintu

 

Usahakan  balkon selalu dekat dengan pintu. Dengan begitu akses menuju area balkon lebih cepat. Beberapa rumah modern memiliki akses pintu yang jauh dan berliku menuju balkon. Ini akan mempersulit dan memperlambat usaha penanganan jika anak menerobos ke area balkon.

  1. Dasar yang tidak keras

Untuk meminimalisasi kemungkinan terburuk, buatlah area di bawah balkon dengan dataran yang tidak keras, misalnya kolam renang, kolam ikan, hamparan rumput, atau tanaman perdu.

 

Sumber : http://odysaproperty.com/mau-bikin-balkon-ramah-anak-ini-caranya/

Admin Ducotile No Comments

Mau Rumah Makin Kece? Pakai 8 Model Jendela Minimalis Ini!

Sebuah hunian akan tampak tidak lengkap tanpa kehadiran salah satu elemen dasarnya yaitu jendela. Baik jendela kamar maupun jendela ruangan, elemen ruangan ini penting karena mendatangkan sirkulasi udara dan cahaya yang sehat. Model jendela rumah bisa sangat menentukan penampilan dan kecantikan sebuah rumah, dari tampilan eksterior maupun interiornya. Kini, ragam model jendela rumah dapat kita temui di mana saja, salah satunya model jendela minimalis.

Penasaran dengan bentuk-bentuk model jendela minimalis? Kania akan memberikan kamu 10 model jendela minimalis yang bisa kamu jadikan inspirasi untuk membuat rumahmu makin keren. Yuk langsung baca artikelnya!

  1. Model Jendela Minimalis Lengkung Klasik dan Romantis

Model jendela minimalis ini memiliki efek indah untuk sisi interior sebuah rumah secara langsung. Bentuk model jendela minimalis ini juga bisa dikondisikan supaya menonjol ke luar sehingga lebih banyak ruang gerak yang akan dimiliki di dalam rumah. Rumah-rumah di Eropa banyak yang menggunakan model jendela minimalis ini karena kesannya yang klasik dan juga biasanya dipadukan dengan tipe-tipe gorden jendela yang klasik.

Model jendela minimalis ini cocok jika diaplikasikan pada rumah-rumah yang memiliki tema interior klasik yang elegan dan mewah, seperti rumah bergaya Eropa. Paduan ini akan menambah kesan cantik dan elegan dari sebuah rumah dan juga tentunya paduan dengan model jendela minimalis ini akan lain daripada yang lain.

  1. Model Jendela Minimalis Double Hung

Model jendela minimalis double hung adalah model jendela minimalis yang sangat populer di luar negeri. Namun, model jendela minimalis ini kini juga sudah mulai menjadi tren di perumahan masyarakat Indonesia. Model jendela minimalis double hung cenderung praktis karena menggabungkan dua buah kaca jendela di dalam sebuah frame sehingga memiliki kesan yang lebih dinamis.

Penggunaannya digeser ke bawah atau ke atas, terdapat sekat sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi di dalam rumah seperti mengunci hawa panas atau dingin.

Model jendela minimalis double hung sudah ada cukup lama dan dapat dijadikan inspirasi model klasik favorit pada hunianmu. Sebenarnya model jendela minimalis ini juga dapat menggunakan satu layer jendela saja. Biasanya diterapkan pada model rumah yang minimalis sehingga tidak memerlukan dua kaca jendela untuk menghidupkan model jendela minimalis dengan model hung ini.

  1. Model Jendela Minimalis Transom

Pada model ini, daun jendelanya dapat dibuka selebar yang kita inginkan dan jendela otomatis akan tertahan. Model jendela minimalis jungkit ini praktis dan lebih fleksibel dan sangat cocok ditempatkan di berbagai area di rumah, termasuk juga untuk sebuah ruangan yang tinggi maupun rendah seperti kamar mandi atau toilet.

  1. Model Jendela Minimalis Lipat/Bi-fold

Ada suatu keunikan yang dimiliki dari model jendela minimalis layar lipat ini. Model jendela minimalis ini selain cocok untuk dijadikan inspirasi dalam memilih jendela, juga tidak akan menyimpan debu ataupun bulu-bulu hewan peliharaan yang kamu punya. Layar lipat yang ada pada model jendela minimalis ini juga berguna untuk memisahkan ruangan dalam satu ruang meskipun tidak berada di jendela minimalis, menjadi semacam sekat dalam ruangan.

  1. Model Jendela Minimalis Stationary

Berbeda dengan beberapa desain-desain jendela minimalis yang ada di atas, model jendela minimalis statis ini tidak memiliki bukaan sama sekali. Sesuai dengan namanya, model jendela minimalis statis lebih bersifat dekoratif dan sangat cocok ditempatkan di sudut-sudut ruangan.

Model jendela minimalis ini sangat memiliki kesan yang elegan, biasanya diletakkan pada ruangan-ruangan yang cukup tinggi dan juga cukup untuk memberikan penerangan pada suatu ruangan.

Umumnya, model jendela minimalis ini merupakan bagian dari rumah dengan arsitektur kontemporer, karena model jendela minimalis inni merupakan salah satu solusi pencahayaan yang paling strategis dan juga menambah kesan elegan pada sebuah hunian.

  1. Model Jendela Minimalis Frosted Window

Frosted window dirancang untuk diterapkan pada jendela hunian supaya memberikan tampilan kaca buram dan memberikan sedikit lebih privasi. Model jendela minimalis ini dapat dengan mudah kita jumpai di rumah-rumah kontemporer. Umumnya diletakkan di kamar mandi juga pada sudut-sudut kamar. Perawatannya pun tergolong jauh lebih mudah. Misalnya menggunakan kertas buram yang ditempel maupun dengan semprotan khusus untuk membersihkannya.

  1. Model Jendela Minimalis Geser

Mungkin kita sudah umum dengan model jendela minimalis geser ini karena memang kepraktisan dan efisiensi yang diberikannya sangat tidak memakan banyak ruang dan sangat memudahkan para penggunanya. Bukan hal yang mengherankan lagi bila di Indonesia model jendela minimalis ini masih menjadi salah satu pilihan model jendela minimalis yang jadi favorit.

Jendela yang satu ini umumnya digeser searah horizontal dan menumpuk pada sisi kaca yang lainnya. Model jendela minimalis inilah salah satu pilihan yang cocok untuk diterapkan pada tipe-tipe rumah dengan desain interior modern dan kontemporer.

  1. Model Jendela Minimalis Stained Glass

Di Indonesia, salah satu sebutan untuk model jendela minimalis stained glass ialah kaca patri. Model jendela minimalis ini merujuk pada sebuah model jendela dengan kaca yang berwarna. Kaca pada model jendela miniimalis ini dibuat dengan cara menambahkan garam metalik pada saat pembuatannya untuk memberikan sebuah warna dan ditambahkan beberapa potongan kaca kecil yang disusun membentuk pola atau gambar.

Model jendela minimalis ini dapat dengan mudah ditemukan di hunian-hunian dan tempat ibadah di Eropa, bahkan nilai sejarahnya yang tinggi karena model jendela minimalis ini sudah ada sejak abad pertengahan akhir.

Sumber :https://www.dekoruma.com/artikel/63385/model-jendela-minimalis

Admin Ducotile No Comments

Lebih Baik Batu Bata, Batako, Atau Bata Ringan? Ini Penjelasannya

Dewasa ini bahan bangunan untuk dinding semakin beragam, mulai dari batu bata, batako, maupun bata ringan. Nah, memilih material yang akan digunakan untuk diaplikasikan di rumah baru Anda nantinya, merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah.

Sebelum Anda membangun sebuah rumah, ada baiknya jika Anda mengetahui masing-masing kelebihan dan kekurangan dari batu bata, batako atau bata ringan. Setiap bahan punya karakteristiknya masing-masing. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi proses pelaksanaan pekerjaan dilapangan dan tentunya biaya yang harus Anda leluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan rumah atau bangunan Anda.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah perbandingan dari ketiga material tersebut yang bisa Anda jadikan sebagai referensi:

  • BATU BATA / BATA MERAH

Penggunaan bata merah sebagai bahan pengisi dinding bangunan sudah umum kita lihat diberbagai bangunan dari dulu hingga kini. Bahan material ini, hingga sekarang sepertinya masih menjadi pilihan utama masyarakat kendati sudah banyak penemuan dalam bidang teknologi bahan seperti bata ringan, batako press, dsb. Cukup bisa dimaklumi, bata merah masih lebih banyak digunakan dari pada bata ringan atau batako press, karena selain sudah teruji kekuatannya, mendapatkan jenis material ini pun tidak susah.

Bata merah yang dimaksud adalah bata yang dibuat dari tanah yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga menjadi benar-benar kering, mengeras dan berwarna kemerah-merahan. Tanah yang digunakan pun bukanlah sembarang tanah, tapi tanah yang agak liat sehingga bisa menyatu saat proses pencetakan. Karena itulah, rumah yang dindingnya dibangun dari material bata merah akan terasa lebih nyaman dan adem. Selain lebih kuat dan kokoh serta tahan lama, sehingga jarang sekali terjadi keretakan dinding yang dibangun dari material bata merah.

Material ini sangat tahan terhadap panas sehingga dapat menjadi perlindungan tersendiri bagi bangunan Anda dari bahaya api. Tidak semua tanah liat bisa digunakan, hanya yang terdiri dari kandungan pasir tertentu. Bata merah umumnya memiliki ukuran panjang 17-23 cm, lebar 7-11 cm, tebal 3-5 cm. Ukurannya yang kecil memberikan kemudahan dalam hal pengangkutan,sangat bisa digunakan untuk membentuk bidang kecil,murah harganya,mudah pula mendapatkannya. Untuk dinding seluas 1 m2, bila mengguanakan bata berukuran 23 cm x 17 cm x 5 cm, kira-kira membutuhkan 70 buah bata merah.

Bahan baku yang dibutuhkan untuk memasang dinding bata merah adalah semen dan pasir ayakan. Saat pemasangan tidak memerlukan perekat khusus, untuk dinding kedap air diperlukan campuran 1:2 atau 1:3 (artinya 1 takaran semen dipadu dengan 3 takaran pasir yang sudah diayak). Sedangkan untuk dinding yang tidak harus kedap air dapat menggunakan perbandingan 1:4 hingga 1:6.

Spesifikasi Bata Merah:
• Berat jenis kering (?) : 1500 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 2000 kg/m3
• Kuat tekan : 2,5 – 25 N/mm² (SII-0021,1978)
• Konduktifitas termis : 0,380 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 2 jam
• Jumlah (kebutuhan) bata merah per 1 m2 : 30 – 35 buah tanpa construction waste

Kelebihan Bata Merah:
– Tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasang.
– Ukurannya yang kecil memudahkan untuk pengangkutan.
– Mudah untuk membentuk bidang kecil
– Murah harganya
– Mudah mendapatkannya
– Perekatnya tidak perlu yang khusus.
– Tahan Panas, sehingga dapat menjadi perlindungan terhadap api.

Kekurangan Bata Merah:
– Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi
– Menyerap panas pada musim panas dan menyerap dingin pada musim dingin, sehingga suhu ruangan tidak dapat dikondisikan atau tidak stabil.
– Cenderung lebih boros dalam penggunaan material perekatnya.
– Kualitas yang kurang beragam dan juga ukuran yang jarang sama membuat waste-nya dapat lebih banyak.
– Karena sulit mendapatkan pasangan yang cukup rapi, maka dibutuhkan pelsteran yang cukup tebal untuk menghasilkan dinding yang cukup rata.
– Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan bahan dinding lainnya.
– Berat, sehingga membebani struktur yang menopangnya.
– Bata merah menimbulkan beban yang cukup besar pada struktur bangunan/

 

  • BATAKO

Material dinding dari batako ini umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Selain itu ada juga yang membuatnya dari campuran batu tras, kapur dan air. Bahkan kini juga beredar batako dari campuran semen, pasir dan batubara. Dengan bahan pembuatan seperti yang telah disebutkan, batako memiliki kelemahan yaitu kekuatannya lebih rendah dari bata merah, sehingga cenderung terjadi keretakan dinding, terutama jika bagian kosong-nya tidak diisi dengan adukan spesi. Pemakaian material batako untuk dinding juga membuat bangunan lebih hangat bahkan cenderung pengap dan panas, tidak seperti bata merah yang terbuat dari material tanah. Batako atau Bata press dalam 1 m2 biasanya cenderung lebih ringan daripada bata merah. Teksturnya pun terlihat lebih halus, dan ukurannya lebih presisi jika dibandingkan bata merah.

Ukuran batako press pada umumnya adalah panjang 36-40 cm, tebal 8-10 cm, dan tinggi 18-20 cm. Untuk dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 15 buah batako press. Biasanya batako press dipilih untuk memperingan beban struktur sebuah bangunan, mempercepat pelaksanaan, dan meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding.

Bahan baku yang digunakan untuk pemasangan batako pres adalah mortar yang komposisinya adalah semen (PC) dan pasir ayak.

Spesifikasi Batako Press:
• Berat jenis kering (?) : 950 kg/m3
• Berat jenis normal (?) : 1000 kg/m3
• Kuat tekan : 5,5 N/mm²
• Konduktifitas termis : 0,339 W/mK
• Tebal spesi : 20 – 30 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
• Jumlah (kebutuhan) batako press per 1 m2 : 20 – 25 buah tanpa construction waste

Kelebihan Dinding Batako Press:
– Tiap m2 pasangan tembok, membutuhkan lebih sedikit batako jika dibandingkan dengan menggunakan batu bata, berarti secara kuantitatif terdapat suatu pengurangan.
– Pembuatan mudah dan ukuran dapat dibuat sama.
– Ukurannya besar, sehingga waktu dan ongkos pemasangan juga lebih hemat.
– Khusus jenis yang berlubang, dapat berfungsi sebagai isolasi udara.
– Apabila pekerjaan rapi, tidak perlu diplester.
– Lebih mudah dipotong untuk sambungan tertentu yang membutuhkan potongan.
– Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
– Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
– Pemasangan lebih cepat.
– Penggunaan rangka beton pengakunya lebih luas, antara 9 – 12 m2.

Kekurangan Dinding Batako Press:
– Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
– Mudah dilubangi dan mudah pecah karena terdapat lubang pada bagian sisi dalamnya.
– Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.

 

  • BATA RINGAN (HEBEL/CELCON)

Bata ringan atau sering disebut hebel atau celcon dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung. Kemudian pertanyaan yang beredar dimasyarakat tentunya adalah apakah bata ringan sudah bisa menggantikan bata merah baik tinjauan dari harga, kekuatan, kemudahan mendapatkannya, motode pemasangan dan lain-lain. Agar lebih dalam, mari kita bedah satu-satu agar kita bisa mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Ukuran pada umumnya adalah: panjang 60 cm, tinggi 20 cm dengan ketebalan antara 8 cm -10 cm. Campuran atau komposisi bahannya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi). Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Untuk pemasangan pada dinding seluas 1 m2, kira-kira membutuhkan 8 buah bata ringan.

Pemasangan bata ringan ini cukup mudah, bisa langsung diberi acian tanpa harus diplester terlebih dahulu dengan menggunakan semen khusus. Semen khusus hanya perlu diberi campuran air. Namun pemasangan bata ringan juga dapat menggunakan pasir dan semen seperti pemasangan pada batako, bata press dan bata merah.

Spesifikasi Bata Ringan:
• Berat jenis kering : 520 kg/m3
• Berat jenis normal : 650 kg/m3
• Kuat tekan : > 4,0 N/mm2
• Konduktifitas termis : 0,14 W/mK
• Tebal spesi : 3 mm
• Ketahanan terhadap api : 4 jam
•  Jumlah (kebutuhan) bata ringan per 1 m2 : 8 – 9 buah tanpa construction waste.

Kelebihan Bata Ringan:
– Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
– Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
– Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
– Pengangkutannya lebih mudah dilakukan.
– Pelaksanaannya lebih cepat daripada pemakaian bata biasa.
– Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya ditentukan hanya 2,5 cm saja.
– Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
– Mempunyai kekedapan suara yang baik.
– Kuat tekan yang tinggi.
– Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.

Kekurangan Bata Ringan:
– Karena ukurannya yang besar, untuk ukuran tanggung, membuang sisa cukup banyak.
– Perekatnya khusus. Umumnya adalah semen instan, yang saat ini sudah tersedia di lapangan.
– Diperlukan keahlian khusus untuk memasangnya, karena jika tidak dampaknya sangat kelihatan.
– Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa.
– Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
– Agak susah mendapatkannya, hanya toko material besar yang menjual bata ringan ini.
– Penjualannya pun dalam volume (m3) yang besar.

Dari penjelasan diatas maka anda sudah dapat membandingkan kekurangan dan kelebihan diantara bata merah, batako, maupun bata ringan. Tentunya anda jadi bias menyesuaikan bahan material dinding apa yang akan anda gunakan untuk membangun dinding rumah impian anda disesuaikan dengan budget, keinginan, serta efektifitas dari bahan material yang akan anda gunakan.

Sumber : https://iloveproperty.id/lebih-baik-batu-bata-batako-bata-ringan/

Admin Ducotile No Comments

Jenis Cat Waterproofing dan Aplikasinya

 

 

Pelapis anti bocor (Waterproofing) merupakan bahan pelapis yang elastis yang digunakan pada suatu permukaan agar tahan air dan tidak bocor atau merembes. Waterproofing sangat cocok digunakan untuk rembesan pada dak beton, kebocoran pada papan fiber semen, seng galvanis, karpet talang serta keretakan pada nok, genteng dan dinding.

 

Agar pengaplikasiannya lebih tepat dan sesuai dengan permukaan yang akan dilapis, maka perlu diketahui jenis-jenis waterproofing yang ada di pasaran saat ini, berdasarkan bahan dasar pembuatannya:

  1. Waterproofing berbasis bitumen (aspal) bisa langsung diaplikasikan (ready for use), tapi tidak cocok untuk ruang luar karena tidak UV resistance (tidak tahan terhadap sinar matahari). Bila terkena sinar matahari, pelapis akan cocking (seperti meleleh). Warnanya tidak mungkin bersifat dekoratif karena pigmen apapun akan kalah oleh warna hitam aspal. Saat ini waterproofing berbasis bitumen makin jarang dipakai.
  2. Waterproofing berbasis cementitious (semen) cocok untuk area yang selalu terendam air seperti kolam renang dan kamar mandi, tapi tidak ready for use (aplikasi tidak praktis), tidak bisa dibuat berwarna, harus dicampur dan diaduk dulu baru diaplikasikan. Adukan harus dipakai habis karena akan mengeras.
  3. Waterproofing berbasis elastomeric, (polimer) cocok untuk ruang luar karena lebih elastis (elongesitas tinggi), ready for use, UV resistance, bisa aneka warna, tapi kurang kuat untuk bagian bangunan yang terkena air terus menerus.

 

 

Berikut ini cara aplikasi waterproofing

Merapikan permukaan dinding yang akan dicat

Sebalum dilapisi cat waterproof, dinding harus dibersihkan dari kotoran.  Cara menggunakan waterproof yang pertama adalah memastikan bahwa permukaan dinding atau atap yang Anda akan gunakan tidak rapuh dan dalam keadaan yang bersih. Setelah membersihkan permukaan dari debu, minyak, karat, jamur, cat yang sudah lapuk dan kotoran lainnya, maka Anda perlu mengunggu permukaan tersebut hingga benar-benar kering.

Untuk permukaan dengan lapisan yang berpori atau tidak rata, Anda dapat menggunakan melpiais terlebih dahulu dengan semen instan. Hal ini ditujukan agar upaya melapisi dinding atau atap dari kebocoran tidak rentan lagi dari kebocoran di kemudian hari.

Menkondisikan retakan dan sambungan

Untuk sambungan yang membutuhkan daya tahan ekstra, akan lebih baik jika pemakaian waterproof perlu diperkuat dengan supermesh atau polyester mesh di atas lapisan pertama aquaproof yang masih basah. Setelah lapisan tersebut kering, Anda bisa memberikan lapisan yang kedua. Untuk tempat-tempat yang sekiranya membutuhkan perlindungan eksra, Anda dapat membubuhkan lapisan waterproof hingga ketiga kalinya.

Lapiskan waterproof pada permukaan beton atau dinding yang mengalami retak rambut dengan menggunakan roskam agar celah benar-benar terisi sempurna. Untuk mengisi celah lebar gunakan waterproof dan campuran pasir halus (maksimum 30 mesh) dengan perbandingan 1:1 (volume). Sebelum cat kering, lapisi cat basah tersebut dengan polyester mesh / supermesh. Tunggu sampai kering untuk menambahkan lapisan ke-2 dan ke-3 cat Aquaproof.

Bila ternyata permukaan sudah rapuh atau berlubang, Anda harus menambalnya dengan super cement sebagai lapisan primer. Pastikan lubang yang rapuh tersebut sudah tertutup dengan baik. Selain mempermudah proses pelapisan dan pengecatan, dinding juga akan terlihat rapi dan tidak berlubang.

Cara Mengecat Menggunakan kuas atau rol cat

Jika Anda menggunakan roll atau kuas, sapukan aquaproof dengan merata hingga Anda memperoleh daya sebar sebanyak 1 kg/m2 dengan menggunakan 2x pelapisan sera pastikan bahwa seluruh permukaan, terutama permukaan yang kasar dan  tidak rata telah dilapisi dengan baikdan sempurna.

Sapukan secara merata pada bagian yang ingin dilapisi. Lapisan pertama bisa dicat dengan satu arah baik itu secara horizontal ataupun vertikal. Pastikan semua bidang sudah dilapisi dengan rata. Biarkan kering untuk menambah lapisan ke-2. Harus pastikan seluruh permukaan dicat merata dan sempurna. Sapukan Aquaproof secara merata hingga diperoleh daya sebar akhir 1 kg/m2 dengan 2x pelapisan dan pastikan seluruh permukaan terutama yang kasar dan tidak rata telah terlapisi secara sempurna.

Menggunakan Airless Spray (cat dispray­ ke dinding)

Cat waterproof memang agak kental, tetapi kita tetap bisa menggunakan alat airless spray. Semprotkan secara merata kepada dinding. Pastikan setiap bagian tertutupi secara rata dan biarkan kering agar bisa menambah lapisan ke-2 untuk memastikan agar dinding atau atap rumah Anda dapat terlindungi dengan baik.

Namun sebelum menyemprotkannya menggunakan airless spray, pastikan permukaan tidak rapuh dan bersih dari debu, karat, minyak, jamur, cat yang sudah lapuk dan kotoran lainnya. Setelah dibersihkan, permukaan perlu dikeringkan. Setelah lapisan waterproof sudah jadi dan kering, Anda bisa langsung menimpalinya dengan cat rumah dengan warna yang kita telah tentukan.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai cara menggunakan waterproof sebagai bahan pelapis dinding dan atap rumah minimalis Anda. Waterproof memang memiliki manfaat yang baik untuk melapisi rumah, namun tentu saja untuk mendapatkan hasil yang maksimal, proses pengaplikasiannya pun harus dilakukan dengan benar. Semoga ulasan di atas dapat menambah referensi bagi Anda tentang cara menggunakan cat pelapis yang benar untuk rumah minimalis Anda.

 

 

Sumber : https://sci-pusat.blogspot.com/2017/09/jenis-cat-waterproofing-yang-harus-kamu.html

 

https://www.diminimalis.com/cara-menggunakan-waterproof/

Admin Ducotile No Comments

Warna Cat yang Tepat Bisa Buat Kamu Lebih Happy, Percaya?

Dalam mendesain rumah, pertimbangan fungsi ,preferensi model serta warna cat ruangan sepenuhnya adalah wewenang pemilik rumah. Terkadang hal ini menimbulkan kebingungan saat harus menentukan konsep setiap ruangan yang ada.

Kamu perlu tahu, setiap ruangan dalam rumah memiliki fungsinya masing-masing. Hal ini mempengaruhi warna apa yang sebaiknya digunakan untuk mengecat ruangan tersebut. Warna cat ruang tamu sebagai tempat menyambut tamu tentu berbeda dengan warna cat untuk kamar mandi. Begitu pula warna cat ruang tamu untuk ruang kerja dengan warna cat untuk kamar tidur.

Ada sebuah teori mengenai pengaruh warna terhadap psikologis atau kejiwaan seseorang yang melihatnya. Teori ini disebut dengan psikologi warna. Setiap warna akan memberikan kesan dan makna yang berbeda, dampak psikologisnya juga berbeda. Mari kita bahas satu per satu bagaimana warna cat yang kamu pilih untuk ruangan di rumahmu. Yuk, dibaca!

1. Warna Cat Ruang Tamu

Ruangan pertama yang akan kita bahas adalah ruang tamu. Sebagai tempat untuk menyambut tamu, ruangan ini merupakan ruangan pertama yang akan dinilai oleh orang lain ketika berkunjung ke rumah kita. Untuk memberikan suasana ramah dan menyambut, warna cat ruang tamu sebaiknya dipoles dengan warna-warna hangat seperti kuning, oranye, merah, coklat, dan gradasi-gradasinya.

Hati-hati dengan warna merah! Jangan berlebihan menggunakan warna merah sebab jika terlalu tinggi intensitasnya akan melelahkan mata. Apalagi untuk warna cat ruang tamu, merah bisa jadi sangat riskan. Kamu juga bisa memilih tone warna merah tua seperti maroon dan burgundy. Selain warna hangat, penggunaan warna cat ruang tamu yang sejuk seperti hijau dan biru masih dapat digunakan di sini. Warna cat ruang tamu lembut dapat menentramkan pikiran dan menyejukkan mata.

Jangan lupa pilih lampu dengan warna yang yang tepat dan sesuai dengan warna cat ruang tamu kamu. Kalau kamu merasa warna cat ruang tamu tidak ada yang cocok atau kamu tidak menyukai bau cat, kamu bisa mengganti warna cat ruang tamu kamu dengan wallpaper dinding dekoratif.

 2. Warna Cat Ruang Keluarga

Selain warna cat ruang tamu, hal yang sama juga berlaku untuk ruang keluarga. Pilihan warna cerah untuk ruang keluarga, layaknya warna cat ruang tamu, akan memberikan kesan hangat, akrab, dan intim saat berkumpul dengan keluarga. Penggunaan warna putih yang berlebihan akan memberikan kesan dingin, kaku, dan berjarak. Selain itu warna abu-abu akan memberikan kesan membosankan.

Takarlah penggunaan kedua warna ini agar jangan berlebihan. Gunakan warna putih dan abu-abu dalam bentuk ornamen atau motif cat dinding saja. Di Indonesia, orang sering menyamakan warna cat ruang tamu dan ruang keluarga.

3. Warna Cat Ruang Makan dan Dapur

Untuk cat ruang makan dan dapur, kamu dapat memilih warna merah dan oranye. Berbeda dengan warna cat ruang tamu, kamu bisa memilih warna yang sedikit berani. Kedua warna ini dapat membantu merangsang nafsu makan, sehingga cocok diaplikasikan pada ruang makan dan dapur. Kamu juga dapat menggunakan paduan warna-warna tersebut dengan warna putih agar ruangan terlihat ringkas dan rapi.

4. Warna Cat Ruang Kerja dan Belajar

Warna yang cocok digunakan untuk ruang kerja dan ruang belajar adalah warna-warna yang dapat meningkatkan mood dan semangat menyelesaikan tugas-tugas. Padankan warna oranye dan biru untuk menghasilkan kejutan kombinasi warna komplementer di ruanganmu.

Selain itu, warna kuning dan oranye juga mampu membantu meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan daya ingat sehingga cocok dipoleskan di ruang kerja atau ruang belajar. Namun, jangan digunakan berlebihan karena justru akan membuatmu susah berkonsentrasi. Kombinasikan dengan warna-warna yang dapat menyejukkan dan menenangkan.

5. Warna Cat Kamar Mandi

Kamar mandi paling cocok menggunakan warna hijau, biru, serta warna-warna turunannya seperti toska, teal, dan sebagainya. Warna-warna turunan hijau dan biru memberikan nuansa sejuk dan tenang. Selain itu, warna-warna seperti itu akan menambah kesegaran ruangan yang akan memengaruhi perasaan setelah mandi.

Warna-warna ini juga biasa disandingkan dengan warna putih untuk memberikan kesan bersih, luas, ringan, dan modern. Jika kamar mandi rumah kamu bergaya tradisional atau kembali ke alam, warna hijau ini akan semakin cocok. Tinggal kombinasikan dengan aksen warna abu-abu bebatuan atau warna coklat kayu. Dasar pemilihan warna ini kurang lebih sama dengan pemilihan warna cat ruang tamu

 

6. Warna Cat Kamar Tidur

Kamar tidur merupakan ruangan yang paling personal, sehingga tidak ada aturan tertentu untuk pemilihan warna yang tepat. Setiap orang memiliki preferensi warna masing-masing dan dapat digunakan untuk mengecat kamar tidur agar lebih terasa personal. Berbeda dengan warna cat ruang tamu yang harus diperhatikan, kamu bisa memilih cat kamar sesukamu.

Ada beberapa warna yang dapat kamu gunakan untuk mendapatkan nuansa tertentu. Untuk menunjang kualitas istirahatmu, sebaiknya cat kamar dengan warna hijau, biru dan warna-warna turunannya. Warna-warna tersebut memiliki efek menenangkan dan menyejukkan mata. Kamu juga dapat menggunakan warna ungu dan coklat yang hangat. Warna ungu dan coklat mampu memberikan tampilan mewah, anggun, dan elegan pada kamar tidur. Selain itu, warna ungu juga diyakini dapat melambungkan imajinasi dan fantasi.

Jika kamu ingin mendesain kamar tidur untuk anak dan remaja, kamu dapat menggunakan warna-warna cerah dan berani. Warna-warna cerah yang dipilih tidak harus selalu merah dan kuning, warna biru cerah atau hijau cerah juga dapat menjadi pilihan. Warna-warna pink, magenta, fuchsia, dan violet yang lembut dan manis dapat digunakan untuk kamar anak dan remaja perempuan. Sementara untuk kamar anak laki-laki, padukan warna merah, biru, oranye, dan coklat yang maskulin. Namun jangan salah sangka, warna kesukaan anak-anak terkadang tidak berkaitan sama sekali dengan jenis kelaminnya. Jadi, pendapat pemilik kamar adalah hal paling penting dalam mendesain sebuah kamar tidur.

 

Tentukan Warna yang Tepat untuk Tiap Ruangan

Ketika kamu mulai merasa bosan dengan tampilan lama rumahmu, mengganti warna dinding dengan semburat warna baru adalah salah satu cara untuk membuat rumah terlihat lebih segar dan terawat. Kamu dapat mengubah seluruh warna ruangan, namun bisa juga memilih satu per satu ruangan untuk dirombak. Menentukan warna yang akan dipoleskan ke setiap dinding ruangan bukanlah perkara yang mudah.

Biasanya seseorang akan mencari jalan keluar yang aman dengan pilihan warna netral. Warna-warna seperti putih dan krem memang aman atau dapat dibilang cocok dengan segala ruangan, namun sebenarnya kamu tidak perlu terjebak dalam warna yang itu-itu saja. Kamu dapat memilih dari sekian banyak pilihan warna yang tersedia. Pilihlah warna yang sesuai dengan kepribadianmu. Jangan hanya terpaku pada satu atau dua warna, kamu dapat mencoba padu padan berbagai warna cat rumah untuk mendapatkan nuansa yang berbeda.

 

Dalam memilih warna, jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan kondisi dan tipe rumah. Contohnya, kamu dapat memilih warna-warna netral seperti putih untuk dikombinasikan dengan warna-warna seperti merah, kuning atau hitam. Dengan banyaknya jenis warna cat dinding yang dapat dipilih, sesuaikan warna cat dengan konsep masing-masing ruangan di rumah yang kamu miliki.

Sumber :https://www.dekoruma.com/artikel/19435/warna-cat-bisa-mempengaruhi-mood